Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Bertemu Faiz


__ADS_3

Malam pun tiba kini Amel baru selesai dengan ritual mandinya, Amel menuju walk ini closet dan ternyata semua pakaiannya sudah di ganti dengan yang baru


Tuan Jhonson menyuruh salah satu pelayan untuk memanggil Amel untuk makan malam dan disinilah mereka sekarang di meja makan dan kini mereka sekarang ada di meja makan


Amel masih menjaga jarak dengan Audry,


"Amel, besok kamu ada kegiatan apa nak" Ucap Jhonson


"Mau balik ke Apartemen Dad, aku mau tinggal di sana" Ucap Amel


"No, Mommy nggak izinin" Ucap Fransiska, kini Fransiska sudah tidak ingin lagi berpisah dengan putrinya


"Nggak Mom, Amel nggak bisa tinggal disini terus" Ucap Amel tidak mau tinggal disini karena iya masih kurang nyaman kalau harus ketemu kakaknya Audry


"Please sayang, sudah cukup kamu pergi selama 6 tahun dari rumah ini, mommy sudah nggak sanggup"


"Kalau masalah kamu nggak nyaman sama kakak, aku bisa kok menjauh dari kamu, asal kamu jangan pergi dari rumah ini" Ucap Audry karena Audry tau kalau adik nya itu masih sangat membencinya


"Kau tidak usah pergi dari rumah ini biar aku saja, lagian juga aku hanya ingin tinggal sendiri tanpa ada siapa pun menggangguku" Sanggah Amel


"Aku tidak akan pergi dari rumah ini, tapi kakak akan membatasi jarak denganmu di rumah ini"


"Sudah, tidak ada yang akan pergi dari rumah ini, Daddy tidak mau kalau anak - anak Daddy jauh dari Daddy dan itu sudah keputusan akhir" Jhonson tidak akan membiarkan Amel keluar dari rumahnya apalagi tinggal sendiri, apalagi Amel sekarang nyawanya terancam karena Cyntia akan terus mencari cara untuk mencelekai putrinya


"Daddy ini hidupku, bahkan aku bisa hidup tanpa kalian di Indonesia" Ucap Amel


"Ini bukan indonesia nak, kamu tanggung jawabku sekarang dan Daddy mau kamu besok bekerja di perusahaan Daddy"


Amel berdiri dari tempat duduknya "Aku tidak mau, aku akan memilih jalan hidupku sendiri" dan Amel kemudian berlari naik kekamarnya


"Dad anakmu baru makan sedikit kenapa kamu membahas masalah seperti ini" Ucap Fransiska yang jengkel dengan suaminya


"Bukan begitu sayang.. Tapi..." belum selesai Jhonson berbicara Fransiska melanjutkan ucapan Jhonson


"Tapi apa.. kamu mau liat putriku itu sakit lagi"


"Sudah Mom Dad, aku akan menemuinya, berikan aku ruang untuk berbicara dengannya dan aku akan membawakannya makanan" Ucap Audry yang merasa bersalah


.


.


.


Audry kini berada didepan kamar Amel, Audry mencoba membuka pintu kamar Amel yang tidak dikunci, Amel kini bersembunyi di balik selimutnya sambil menangis


"Mel kakak bawakan kamu makan, tadi kamu hanya makan sendiri" Ucap Audry

__ADS_1


Amel bergeming di balik selimutnya, Amel mencoba menahan isakannya


"Kakak tau kamu marah tapi beri kakak kesempatan untuk memperbaiki semuanya"


"Pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu" Ucap Amel dibalik selimutnya


"Kalau kakak nggak mau, bagaimana????"


Amel kemudian bangun dan langsung duduk menatap Audry "Aku yang keluar" sebelum Amel berdiri dari tempat tidurnya Audry kemudian mencekal tangan adiknya


"Nggak ada yang keluar dari kamar ini sebelum kamu makan"


"Kau ini kenapa jangan mengatur hidupku aku tidak suka kau, aku membencimu sangat"


"Terserah yang penting kamu makan dulu" Audry harus banyak - banyak bersabar menghadapi adiknya itu


"Aku nggak mau, sekarang keluar aku bilang keluar"


"Tidak bahkan kakak akan tidur disini jika kau tidak mau makan"


"Ya sudah sini" kemudian Amel memakan makanan yang di bawa Audry hingga tandas "Nih sudah, sekarang keluar, aku ngantuk"


Kemudian Audry mengecup pucuk kepala Amel "Nahh begitu dong ini baru adik kecil kakak"


"Aku bukan adikmu" Ucap Amel dengan ketus


.


.


.


Keesokan harinya setelah Jhonson dan keluarganya sarapan, setelah sarapan Amel diminta untuk bertemu Daddynya diruang kerja nya


Ame kini tengah berada diruang kerja Jhonson "Ada apa Daddy memanggilku"


"Ini untuk kamu" Jhonson menyerahkan black Card "Dan kamu Daddy beri waktu seminggu untuk memikirkan tawaran Daddy untuk bekerja di perusahaan"


"Aku tidak ingin, aku punya uang sendiri dari hasil keringatku dan kalau untuk bekerja diperusahaan Daddy aku tidak bisa itu bukan bidangku"


"Kamu kira Daddy tidak tau, kamu bukan hanya mempelajari dunia medis tapi diam - diam kamu belajar bisniskan di Indonesia"


Amel mengalihkan pembicaraan "Maaf Dad aku harus pergi sekarang"


"Daddy belum selesai bicara"


"Beri aku waktu Dad" Kemudian Amel keluar dari pintu ruang kerja Daddy nya dan langsung berangkat ke kantor Faiz

__ADS_1


Setelah menempuh kurang lebih satu jam kini Amel sudah berada di Lobby Perusahaan Faiz , Amel berjalan menuju lift kemudian menekan tombol tempat ruangan Faiz


Kini Amel sudah berada didepan pintu ruangan Faiz dan disambut hangat oleh asisten Faiz


Kemudian Amel membuka perlahan pintu Faiz dan kini Faiz tengah asik dengan berkas - berkasnya dan dia tidak menyadari kalau Amel sudah ada di hadapan nya


"Selamat Siang Tuan Faiz" Ucap Amel


"Hmm" Faiz menjawab dengan deheman dan belum menyadari kalau Amel yang ada di depannya "Simpan saja berkasnya aku sangat sibuk nanti ku tanda tangani kau keluarlah"


"Yakin suruh aku keluar" Ucap Amel menggoda


Kemudian Faiz mengangkat wajahnya, dan betapa bahagianya melihat Amel ada di hadapannya, tanpa menjawab Faiz berdiri dari kursi kebesarannya dan langsung berjalan ke Amel dan memeluk Amel


Faiz kemudian melepaskan pelukannya dan menatap wajah Amel "Sayang, Ini kamu" masih dengan mode tidak percaya Faiz


"Bukan, Aku hanya hantu gentayangan di siang hari yang ingin menakuti pemilik perusahaan ini dan aku ingin menggigitnya sekarang juga" Ucap Amel Jenaka


Faiz kini tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan Amel "Astaga sayang kau ini bisa bercanda juga, aku pikir kamu ini hanya gadis menjengkelkan dan pemarah"


"Yah aku begitu karena kamu itu nyebelin" Amel memukul dada Faiz


"Tapi kamu cintakan, buktinya kamu udah mau gigit aku padahal kita aja belum nikah sayang tapi kalau udah mau nih leherku gigit aja sayang" Ucap Faiz dengan pikiran mesumnya


"Ihh tuh kan kamu nyebelin banget, pikirannya kotor terus"


"Hahhaha, Maaf sayang aku hanya bercanda" kemudian Faiz memperbaiki anak rambut Amel "Kamu sudah Makan siang!!"


Amel menggeleng "Aku mau makan sama kamu tapi di restoran yang dekat toko kue kak Nabila"


"Terserah kamu sayang. Ayo kita berangkat aku takut anakku kelaparan"


"Ihh kamu yahh bener - bener"


Faiz kembali tertawa " Maaf sayang"


Kemudian Amel dan Faiz berjalan menuju parkiran sambil berpegangan tangan dan semua mata tertuju pada mereka, Semua karyawan yang ada di tempat itu tampak kebingungan karena baru pertama kali boss nya itu menggenggam tangan seorang wanita


.


.


.


.


#TBC

__ADS_1


__ADS_2