
Jeri melangka perlahan ke pintu dan tidak menemukan siapaun, baru saja akan berbalik, tubuhnya terhempas begitu keras ketembok karena tendangan seseorang di bagian dadanya, ia menoleh kebelakang dan mendapati Azka tengah memelintir tangannya.
"Jangan bersuara atau lo mati di tangan gue!" bisik Azka penuh ancaman, mengambil alih senjata api ditangan Jeri yang tak lain sepupu Leo.
Azka menggiring Jeri keruangan tempat Salsa di sekap dengan menodongkan senjata api tepat di kepala laki-laki itu. Semua anggota Wiltar terkejut bukan main, begitu juga dengan Leo yang duduk santai. Dari ekspresi Leo, laki-laki itu sedang terkejut.
"Sekali kalian bergerak, maka Jeri akan kehilangan nyawa!" ancam Azka membuat Leo menghentikan pergerakan anggota Wiltar. Ia terus mengiring Jeri mendekat pada Salsa.
"Cih ...." Leo meludah "Besar juga nyali lo demi cewek itu."
"Lepasin Salsa dan gue bakal bebasin Jeri." Azka memberikan penawara, tetapi Leo malah tertawa.
"Serahin nyawa lo dan gue bakal lepasin Salsa," jawab leo dengan senyum smirk.
"Arrghhh!" teriak Jeri saat tangannya di pelintir hingga menimbulkan bunyi nyaring.
"Azka sialan!" teriak Leo.
__ADS_1
"Gue nggak suka basi-basi. Lepasin Salsa ban*gsat!" teriak Azka tak kalah emosi.
Tawa Leo mengelegar diruagan itu. "Lo membuang kesempatan berharga Azka, bagaimana kalau nyawa kalian berdua?"
"Laksanakan!" teriak Leo.
Azka semakin waspada, hingga sinar laser mengitari tubuh tak berdaya Salsa, ia mengikuti dari mana sinar itu. Ia memejamkan mata mengetahui sinar laser itu berasal dari senjata api di seberang gedung.
Azka mengarahkan senjata apinya pada penembak diseberang gedung, berhasil melumpuhkan ia tak sadar Jeri terbebas dari sekapannya. Leo dan anggota Wiltar mulai menyerang Azka. Terjadi perkelahian dengan jumlah tak sebanding.
Azka tak bisanya melawan, ia hanya bisa menangkis setiap serangan bertubi-tubi dari banyak orang, tak berpindah tempat untuk melindungi Salsa. Tubuhnya terhempas ketembok karena pukulan Leo, darah segar mengucur di mulutnya. Namun, semua itu tak membuatnya menyerah. Untuk kedua kalinya ia terhempas tepat di depan kursi Salsa hingga ia bisa melihat dengan jelas bagaimana kondisi orang yang ia cintai.
"Bawa Salsa kerumah sakit!" teriak Azka masih memukuli Leo tanpa ampun.
Keenan membopong tubuh Salsa hingga di parkiran, lalu menyerahkan pada Rio, setelah itu kembali masuk membantu yang lain. Hampir satu jam peperangan besar-besaran antara Wiltar dan Avegas terjadi, hingga anggota Wiltar kini berserakan tak sadarkan diri di lantai. Semua Anggota Avegas berdiri, menunggu sang ketua menghabisi Leo.
"Tai lo!"
__ADS_1
"Ban*gsat"
"Sia*lan!"
"Anji*ng!"
"Ba*bi!"
"Set*an."
Umpatan dan Makian bertubi-tubi keluar dari mulut Azka, setiap makian di sertai pukulan yang keras, hingga membuat Leo tak berkutik.
Suara Sirene mobil polisi terdengar dari kejauhan membuat yang lain bubar karena perintah Rayhan dan Samuel. Diruangan itu hanya anggota inti saja, mereka tidak masalah jika tertangkap, tetapi anggota yang lain belum tentu dapat jaminan.
Samuel mengkode Keenan untuk menghentikan Azka, atau laki-laki itu benar-benar membunuh Leo dan malam mendekam di penjara.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘