
Usai Try out bukannya pulang mereka malah ke kantin. Rasanya ada yang kurang kalau pulang tanpa mengunjungi kantin. Seperti biasa Inti Avegas akan duduk di kekuasaan mereka.
"Mau makan apa, hm?"
"Mie ayam aja deh," jawab Salsa.
Azka beranjak untuk memesan makanan untuk sang istri, dan perbuatannya menarik perhatian seisi kantin.
Selama tiga tahun sekolah di SMA Angkasa, baru kali ini ketua Avegas memesan makanan, rela berdiri mengantri hanya untuk mendapatkan Mie ayam.
"Anjir, si bucin beneran ngantri," hebo Rayhan.
"Keen, kok yang lain pada heran gitu liat Azka?" tanya Salsa yang tidak tahu apa-apa. Toh ia terbilang siswa baru di sekolah, jadi kurang tahu kejadian sebelum-sebelumnya.
"Ini pertama kalinya Azka mesan makanan, biasanya nyuruh orang," jawab Keenan.
"Beneran?" tanya Salsa memastikan.
"Iya bu ketua yang cantik pawangnya Azka."
Kini bukan lagi siswa lain yang memelototi Azka, melainkan Salsa ikut melotot. Hanya karena dirinya Azka rela antri? Wah Daebak, apakah ia harus berteriak sakin bahagianya karena beruntung di cintai laki-laki seperti Azka. Ia benar-benar di jadikan ratu.
Azka kembali dengan dua mangkuk mie ayam di atas nampang, duduk di samping istri dengan sedikit keringat di keningnya karena habis ngantri sangat panjang.
"Kok cuma dua? Kita-kita mana?" protes Rayhan.
Alis Azka terangkat. "Lo belum bangun?" tanyanya.
"Njirr sekate-kate." Ricky langsung beranjak, mereka sudah berharap Azka berbaik hati memesankan makanan.
"Mau pesan apa kalian?" tanya Ricky.
"Gue baso aja deh," jawab Rayhan.
__ADS_1
"Yaudah pesan sana, manja banget," ucap Ricky.
"Anjir pada kejam-kejam amat teman-teman gue."
Semuanya beranjak kecuali Samuel yang menitipkan pesanannya pada Keenan. Hari ini benar-benar sejarah yang patutut di abadikan, lima inti Avegas memesan makanan sendiri tanpa ada embel-embal perintah.
"Lo sama Ara gimana?" tanya Azka sembari menyuapkan mie ayam kemulutnya.
"Gitu aja," jawab Samuel singkat. Mood laki-laki itu langsung hancur saat nama Ara di sebut. Sebegitu benci ia dengan mahluk bergelar Ara.
"Kak Azka!" panggil adik kelas berdiri di samping Salsa.
"Hm."
"Makasih topinya kak," ucap adik kelas itu meletakkan topi tepat di samping tangan Salsa.
"Hm," gumam Azka tanpa ingin menatap.
Tak ingin menganggu, gadis itu segera pergi. Sepeninggalan adik kelasnya, Salsa meletakkan gapur juga sendok di atas meja, mood makannya tiba-tina hilang entah kemana setelah kedatangan adik kelas itu.
"Udah nggak berselera," jawab Salsa melirik topi di sampingnya.
Apa Salsa cemburu hanya karena topi Azka di pinjam oleh gadis lain? Sepertinya iya, di lihat dari tingkah gadis itu.
"Di habisin Sal!" perintah Azka.
"Wih udah selesai makan aja bu ketua. Eh tapi kok nggak habis? Jangan bilang mie ayamnya nggak enak," ucap Dito yang baru saja datang dengan yang lain. Ia juga ikut memesan mie ayam karena ngiler.
"Enak, tapi udah kenyang," jawab Salsa.
"Topi kamu ambil!" ucap Salsa dengan nada ketus.
"Pegang aja dulu Sal, aku masih makan," sahut Azka.
__ADS_1
Salsa beranjak dari duduknya. "Aku kekelas dulu!" pamitnya. Ia pergi tanpa menunggu jawaban dari Azka.
"Bu ketua kenapa?" tanya Keenan.
"Cemburu," ucap Samuel.
Azka sontak menghentikan akvitas makannya. "Cemburu?" beo Azka.
"Hm."
"Shitt," umpat Azka baru ngeh akan sesuatu. Tanpa menghabiskan makanannya ia menyusul sang istri, tak lupa mengambil topi dari adik kelasnya tadi.
"Sal!" panggil Azka duduk di samping Salsa.
Salsa tak menyahut, sibuk dengan novel di tangannya.
"Sayang," rengek Azka.
"Ngapain coba pakai minjemin topi segala?"
"Aku terpaksa Sal."
"Emang Azka bisa di paksa?" gumam Salsa.
"Pak Alvi yang nyuruh pas bimbingan karena adik kelas itu lupa bawa topi," jujur Azka.
Sejak awal ia sudah menolak untuk memberikan topinya pada orang lain. Tapi Alvi sedikit memaksa saat mereka kunjungan ke sekolah lain sebagai peserta. Dan kebetulan adik kelasnya di tunjuk sebagai petugas upacara mewakili sekolah.
"Jangan marah ya, aku buang topinya sekarang!" Azka beranjak, menuju tempat sampah dan benar membuang topi itu.
"Azka itu ...."
"Nggak papa Sal, aku bisa beli yang baru. Ayo kita pulang!" Azka menarik tangan istrinya.
__ADS_1
...****************...