
Pulang jum'atan bersama teman-temannya yang lain, Azka kembali kekamarnya dan mendapati Salsa duduk di pinggir ranjang masih dengan mukena di tubuhnya.
Segaris senyum tercetak jelas di bibir Azka, menghampiri sang istri kemudian mengulurkan tangannya.
"Udah pulang ternyata," gumam Salsa meraih tangan Azka, lalu mebenamkan bibirnya sejenak.
Azka menunduk, dengan sebelah tangan berada di rahang Salsa. Mengecup pipi kiri, kanan, kening terakhir pada bibir dan sedikit lama.
"Azka," lirih Salsa, ia tidak terbiasa dengan hal seperti.
Ia mengira laki-laki seperti Azka hanya ada dalam dunia halu, ternyata tidak. Azka nyata dan kini menjadi miliknya. Akan menjadi imam yang akan membimbingnya nanti.
Untuk profesi sebagi ketua geng motor. Azka sudah lebih dari cukup menjadi seorang suami. Setidaknya laki-laki itu tidak terlalu miskin agama dan malas ibadah.
"Yang lain masih di bawah 'kan? Kita mau buat apa?" tanya Salsa setelah Azka melepas pangutannya.
"Mereka udah pada pergi karena ada urusan, balik malam. Berbeque depan rumah," jawab Azka melepas peci di kepalanya kemudian memberikan pada Salsa.
"Aku ngantuk, bangun terlalu pagi tadi," ucap Azka merangkak naik ke tempat tidur.
Laki-laki itu tidak berbohong, terbukti baru beberapa saat Azka sudah terlelap dalam posisi menyamping.
Salsa yang sudah selesai dengan urusannya, berdiri di samping ranjang memandangi wajah damai Azka. "Masih nggak nyangka kita udah nikah Ka. Kok aku masih nggak percaya ya?" gumam Salsa.
Tidak tahu harus melakukan apa lagi, karena rumah sudah di bereskan oleh beberapa orang suruhan Azka. Gadis itu ikut tidur di samping sang suami dengan tidur membelakanginya.
Saking nyenyaknya tertidur, Azka bangun menjelang sore. Ia tidak langsung bangun mendapati sang istri di sampingnya. Di elusnya pipi Salsa sangat lembut.
"Cantik banget anaknya pak Arion," gumam Azka. "Sekarang jadi istrinya Azka." Tak terasa sudut bibir laki-laki itu tertarik.
"Tau kenapa aku ngebet pengen nikah Sal? Aku takut nggak bisa milikin kamu nanti. Entah, tapi aku merasa harus menghabiskan banyak waktu bersamamu hari ini esok dan mungkin selamanya."
__ADS_1
"Gadis menyebalkan saat pertama kali kita bertemu, babu kesayangan aku sekarang berganti profesi jadi istri. Lucu,"
"Udah bangun?" gumam Salsa yang membuka matanya mendapat elusan dari seseorang.
"Belum, masih di alam mimpi," jawab Azka.
"Dih kok makin hari kamu makin nyebelin sih Ka? Aku kangen sama gunung eh kamu, sikap pemaksa kamu, dan cuek kamu itu."
"Serius?" tanya Azka.
"Heheh bercanda."
Deringan ponsel di atas nakas, berhasil mengalihkan atensi pengantin baru tersebut. Dengan malas Azka meraih benda pipih itu kemudian menjawabnya.
"Napa lo?" tanya Azka.
....
Laki-laki itu beranjak meninggalkan Salsa di tempat tidur dengan wajah cengongnya. Gadis itu memperhatikan Azka berganti baju dengan sigap.
"Mau kemana Ka?" tanya Salsa duduk di pinggir ranjang.
"Ke markas bentar, janji pulang sebelum gelap," jawab Azka.
"Jangan tawuran!"
"Nggak Sal, cuma ke markas doang sama yang lain."
"Hati-hati kalau gitu," lirih Salsa.
"Wajahnya jangan gitu dong, aku nggak enak perginya."
__ADS_1
"Eh ...." Salsa bingung sendiri. Ada apa dengan wajahnya? "Tunggu bentar, aku ke kamar mandi."
Usai dari kamar mandi, ia kembali menemui Azka. "Udah fres, tadi bangun tidur jadi ketekuk gitu, bukan ngelarang kamu pergi Ka."
"Tau. Aku pergi dulu."
"Iya."
Sepeninggalan Azka, Salsa duduk di sofa memikirkan sesuatu. "Harusnya kamu jangan kaku gini Sal. Sebelum nikah aja biasa gitu," gumamnya pada diri sendiri.
"Ok, bersikap seperti biasa."
"Nak, itu Azka buru-buru mau kemana?" tanya Reni membuyarkan lamunan Salsa.
"Oh, Azka lagi ada urusan bentar Ma, makanya buru-buru."
"Oh gitu. Kok masih Azka nama panggilannya."
"Terus apa Ma? Aku sering manggilnya gitu."
"Nggak sopan sayang, apa lagi kalau di depan mertua."
"Terus gimana Ma?" tanya Salsa juga takut membuat kesalahan.
"Usahakan jangan panggil nama didepan mertua kamu Nak, biar lebih sopan," nasehat Reni.
"Gitu ya Ma? Makasih, kalau Salsa ada salah di ingetin lagi ya!"
"Tentu saja sayang."
...****************...
__ADS_1