
"Aku harus bertemu dengan Amel, aku harus memberikan semua bukti - bukti ini dan satu lagi terima kasih sudah membantuku mencari bukti - bukti ini" Ucap Faiz
"Tapi Bos, untuk sekarang Nona Amel tidak bisa kita temui"
"Kenapa lagi sih Dam, semua bukti sudah kita pegang"
"Nona Amel baru saja terkena musibah Bos"
"Maksud kamu"
"Nona Amel hampir saja tertabrak mobil beberapa hari yang lalu dan pada saat itu Nona Amel di selamatkan oleh Kakaknya Nona Audry, menurut informasi yang saya dapatkan Nona Audry sekarang menjalani perawatan di rumah sakit milik Tuan Edrick"
"Kenapa kamu nggak bilang, Amel pasti sangat sedih dan aku tidak berada disampingnya. Lalu bagaimana keadaan Audry!!"
"Nona Audry sudah membaik Bos, tapi Nona Audry masih dalam masa pemulihan di rumah sakit"
"Baik aku akan menemui nya di Rumah Sakit, satu lagi beri Anita sedikit hukuman karena telah berani mengacaukan hubunganku dengan Amel"
Faiz beranjak pergi dari ruangannya meninggalkan Dami sendirian
"Dasar Faiz sialan, Tukang nyuruh, kalau gini terus kapan aku bisa istirahat" Ucap Dami dalam hati
Amel yang sedari tadi mengoceh sambil menyuapi kakaknya.
"Kakak kok makan nya dikit banget, bagaimana mau cepet sembuh kalau makannya hanya berapa sendok"
"Kakak udah kenyang Mel"
"Kenyang dari mana, makannya kayak porsi james tau kak"
"Justru kakak yang khawatir sama kamu Mel, liat tuh kantong matamu, kamu butuh istirahat dek, jangan paksain kerja melulu"
"Nggak dipaksa kok kak"
"Nggak dipaksa gimana, pagi ngantor, sorenya kamu jagain kakak, trus malamnya kamu kerja lagi dirumah sakit ini, ini udah seminggu loh dek kamu gini"
"Nggak kok kak, Amel udah biasa"
"Apa ini karena Faiz kamu jadi gini"
"Nggak ada hubungannya Kak"
"Kamu bohong kan, sebaiknya kamu cari tau dulu apa yang sebenarnya terjadi antara Faiz dan Anita, bisa saja itu hanya akal - akalan Anita saja"
Amel menggeleng "Semuanya udah jelas kok Kak, dan Amel juga udah ikhlas, mungkin memang udah jalan nya Amel dan Faiz itu berpisah, bahkan walaupun bukan Anita, bisa saja Amel dan Faiz itu berpisah karena suatu hal, itu semua udah takdir kak"
"Maksud kamu sesuatu hal"
"Perumpamaan aja kak, nggak usah dibahas lagi yahh kak"
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok pria yang Amel rindukan tapi juga sangat ia benci
"Assalamualaikum"
"Ngapain kau kesini sudah kubilang jangan pernah muncul dihadapanku"
"Aku hanya ingin menjenguk Kakakmu itu saja"
"Kakak ku tidak butuh di jenguk oleh pria brengsek sepertimu"
"Mel jangan bicara seperti itu kalau ada tamu, dipersilahkan duduk" Ucap Audry
"Dia bukan Tamu kak dia hanya parasit"
Setelah Faiz selesai menjenguk Audry, Faiz mengajak Amel keluar dari ruangan Audry, ia ingin memberikan bukti - bukti tuduhan Anita kepadanya
"Sekarang katakan ada apa kau mengajakku kemari"
"Aku ingin memberikan ini padamu" Faiz menyodorkan amplop kepada Amel
Amel kemudian membukanya "Ini!!!"
"Iya sayang, Anita tidak mengandung dia hanya ingin menghancurkan kita dan ini kamu juga harus lihat" Faiz juga menyodorkan Ponselnya dan memutarkan Video kebohongan Anita bersama seorang perempuan yang merencanakan kejadian dihotel
Amel terkejut mendengar penuturan Anita bahwa ia hanya menjebak Faiz, seketika Air mata Amel jatuh entah ia harus bahagia atau tidak karena disisi lain Amel juga memiliki alasan harus berpisah dengan Faiz
"Sayang, sekarang kamu percaya sama aku kan, kamu mau balik sama aku kan sayang"
Faiz begitu sangat terkejut mendengar ucapan Amel barusan "Aa..pa maksudmu sayang, kau masih meragukan ku, apa belum cukup bukti yang aku berikan"
Amel menggeleng "Maaf Iz, aku memiliki alasan untuk betul - betul mengakhiri hubungan ini dan aku tidak bisa memberitahumu, aku harap ini pertemuan terakhir kita, sekarang kita harus menjalani kehidupan kita masing - masing" Ucap Amel tersenyum tetapi jauh dari lubuk hatinya ia begitu sakit mengatakan itu pada Faiz
Faiz kemudian memegang kedua tangan Amel "Katakan apa salahku sehingga kau tidak ingin bersama ku lagi, akan kuperbaiki semuanya tapi tolong jangan tinggalkan aku. Aku begitu sangat mencintaimu"
"Kamu tidak salah apa - apa Iz hanya saja aku sudah tidak ingin bersama mu"
"Tatap mataku Mel, apa kau tidak mencintaiku lagi"
Amel terus menunduk mencoba menahan tangis nya "Maaf Iz aku harus kembali keruangan Kak Audry"
"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku hanya ingin kejelasan darimu apa kau masih mencintaiku atau tidak" Bentak Faiz
Amel menatap Faiz "Aku tidak mencintaimu"Seketika Air mata Amel jatuh
"Kenapa, apa salahku"
"Maaf aku harus pergi, dan kumohon sekali lagi jangan pernah temui aku lagi" Amel meninggalkan Faiz dengan cepat
Faiz mengacak rambutnya frustasi "Argggghhhhhhh, Brengsekkk" Faiz terduduk di kursi menitikkan air matanya
__ADS_1
Sedangkan Amel tidak langsung kekamar Audry, Amel ketoilet terduduk dan menangis
Setelah Amel mulai tenang Amel kembali keruangan Audry "Kakak kok nggak istirahat"
"Kamu kenapa sayang"Ucap Audry yang melihat adiknya lusuh
"Nggak apa - apa kak, mungkin capek aja kok kak"
"Kamu pulang aja kalau begitu, Mommy dan Kak Nabila juga akan kesini"
"Amel nggak kuat pulang Kak, Amel mau tiduran di sofa dulu yahh" Amel betul - betul sudah sangat capek ditambah lagi masalahnya dengan Faiz
"Amel tiduran di sini aja sama Kakak, tempat tidurnya luas kok muat untuk dua orang"
"Nanti Amel sentuh luka kakak lagi"
"Nggak kok, Kakak udah sembuh sekarang sini bobo di samping Kakak"
Amel kemudian merebahkan tubuhnya disamping Audry "Kak Amel ingin di peluk Kakak boleh?"
Audry memeluk adiknya, Amel merasa nyaman dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Audry "Tidurlah Mel" Audry mengelus - ngelus pundak adiknya dan tidak lama Amel mulai terlelap
Amel sempat mengigau dalam tidurnya "Jangan tinggalin aku kak, aku rindu kakak"
Audry mencium pucuk kepala adiknya "Kakak tau kamu punya banyak masalah sayang, kamu istirahatlah"
Fransiska dan Nabila juga Hani tiba diruangan Audry,
"Loh Kok Adikmu tidur disitu sayang" Ucap Fransiska
"Nggak apa- apa Mom, Amel lagi capek, tadi aku udah nyuruh pulang tapi katanya udah nggak kuat, Amel tadi mau tidur disofa tapi aku suruh tidur disini aja, Kasiaann"
"Kamu nggak apa-apa tangan mu ditindih gitu"Ucap Nabila
"Nggak kok Kak, lagian nggak sakit kok" sambil mengusap kepala adiknya "Ohh iya kak boleh hubungi Kak Edrick nggak, Amel kayaknya demam deh badannya agak anget gitu"
Fransiska kemudian menempelkan telapak tangannya pada kening Amel "Astaga badannya kok bisa anget, Bil tolong telepon suami kamu"
Edrick tiba diruangan memeriksa Amel, ternyata Amel hanya kecapean dan kurang istirahat akhirnya Amel harus di Infus
"Nyenyak banget tidurnya tuh anak Aunty, sampe ditusuk aja nggak kebangun " Ucap Hani sambil melirik Amel yang masih setia memeluk Audry
"Baru dapat tidur nyenyak Han, biarin jangan ganggu" Ucap Edrick
"Kasian banget tuh anak banyak banget halangan bisa bersatu ama Faiz"
"Maksud Hani apa"
Hani hampir keceplosan dan langsung menutup mulutnya "Heheh.. Nggak kok Aunty, masih sama masalah kemarin aja"
__ADS_1
Nabila memicingkan matanya pada Hani, kemudian Hani tersenyum sambil memperlihatkan giginya.
#Tbc