Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 85


__ADS_3

Perkiraan Salsa salah besar, ia mengira Alana akan menangis sesegukan di depan semua orang, ternyata tidak, gadis itu malah melawan Bela yang berani memojokkan dirinya. Salsa berusaha mengimbangi langkah Alana yang berlari keparkiran dengan ekspresi yang sulit di artikan. Tapi apalah daya, tenaganya tak sekuat gadis itu.


Salsa mengatur nafas setelah berada di samping Alana.


"Gue pengen sendiri!" lirih gadis berambut indah itu.


Tak ingin menganggu ketenangan Alana, Salsa hanya bisa memandangi kepergian sahabatnya bersama Keenan. Salsa menoleh saat Azka mengenggam tangannya.


"Balik ke kalas, gue ada urusan sebentar!" perintah Azka.


"Tapi Ka, Alana ... dan selebaran itu masih berserakan, gue nggak bisa bayangin gimana perasaan Alana," lirih Salsa dengan mata berkaca-kaca. Air di kelopak mata gadis itu mulai mengenang siap tumpah kapan saja.


Azka mengusap kepala Salsa. "Lo tenang aja, Alana nggak serapuh yang lo bayangkan, ada Keenan dan pak Alvi yang nemenin," bujuknya. "Sekarang lo ke kelas, jangan lupa makan siang sama minum obat. Lo bawa obat kan?" Salsa menggangguk.


"Gue izin bolos, jangan tungguin gue. Pulang naik taksi ya!"

__ADS_1


"Ka, lo nggak bakal tawuran, kan?"


"Nggak!"


Azka mengantar Salsa lebih dulu kekelas, setelah itu ia akan mengurus masalah Alana. Azka berjalan santai menyusuri koridor sekolah dengan wajah datar tetapi sangat menyeramkan, membuat siapa saja yang berpapasan dengannya segera menunduk takut jadi sasaran kemarahan ketua Avegas itu.


Prank


Suara pecahan Vas terdengar di ruang guru. Sepertinya Azka sangat hobi memecahkan Vas dengan harga lumayan fantastis.


Beberapa guru yang ada di ruangan itu terlonjak kaget.


"Azka tenangin diri lo!" peringatan Rayhan.


Azka menepis tangan Rayhan dengan kasar. Bahkan pak Agus notabenenya guru sangar di sekolah tak berani menghentikan aksi anak dari pemilik sekolah itu.

__ADS_1


"Dimana keamanan yang selalu di bangga-banggakan sekolah sampai selebaran siala*n seperti itu bisa tersebar begitu saja? Apa tukang bersih-bersih, satpam dan yang lainnya tidur sampai akhirat!"


Tak ada yang berani menyahut semua guru hanya menunduduk.


"Ini bukan yang pertama, berulang kali laporan perundungan masuk tapi sekolah tak pernah menanggapinya. Guru-guru sial*an seperti kalian hanya mendegarkan orang yang berkuasa!" Azka menunjuk satu persatu guru di hadapannya.


"Cari tahu siapa pelakukanya dan berikan hukuman yang setimpal, kalau gue yang tahu makan orang itu habis di tangan gue!" ucap Azka penuh ancaman.


"Gue, Farel Azka Afrizal Wijaya pemilik sekolah SMA Angkasa, berjanji akan mengeluarkan orang itu dari sekolah ini, dan jika ada guru yang terlibat makan gue pastikan guru itu nggak akan mendapatkan pekerjaan di manapun!"


Salah satu guru di ruangan itu menelan salivanya dengan kasar mendengar kalimat demi kalimat yang di lontarkan Azka, bahkan keringat dingin mulai membanjiri pelipis guru itu.


Guru itu memang bodoh karena memihak orang yang salah, Azka bukanlah orang sembarangan, dan gadis yang baru saja di permalukan, adalah anak Tuan Kevin dengan segala kekuasaan yang dia miliki. Penyuntik dana terbesar di sekolah SMA Angkasa.


Sebelum keluar dari ruang guru Azka menatap tajam guru yang mulai ketakutan, tidak sia-sia ia menghabiskan tenaga berbicara.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak😊


__ADS_2