
Malam itu di kamar, sendiri Cahaya di mecoba memakai kebaya pengantin sang mama ia mau melihat apakah baju tersebut pas di tubuhnya yang tinggi semampai ataukah ada yang masih perlu di permak, ia betul-betul niat untuk menggunakan baju kebaya tersebut di hari pernikahannya kelak dan ternyata setelah di coba baju tersebut begitu pas di tubuhnya hanya perlu di rendam dengan pemutih pakaian mengingat usia baju tersebut sudah belasan tahun jadi otomatis warna putihnya sudah bukan putih bersih lagi.
"Mama pasti senang liat aku pakai baju ini, mana pas banget lagi sama tubuh aku apalagi rok batik ini pas banget ini lo,,ckk,,ckk,,cckk mama waktu masih muda pasti cantiknya kayak aku deh,,Upsss,, ngga boleh sombong" Cahaya terkikik sendiri melihat tingkahnya
"Apa aku kasi liat mama aja ya sekarang ? ah ngga ah...kalau aku kasi liat sekarang ngga seru dong, mama harus liat aku pake ini di hari pernikahanku kelak... yahh...mamah harus sembuh supaya melihat aku menikah dan menggunakan baju cantik ini " sambil ia berputar-putar ia senyum sendiri di depan cermin melihat dirinya menggunakan kebaya tersebut.
Sedangakan di rumah H.Abdullah, di sebuah ruang tamu yang cukup luas Chandra dan kedua orang tuanya membahas mengenai rencana perjodohan antara Chandra & Cahaya.
"Bang,,,Ayah dan Bunda ingin mengatakan sesuatu sama kamu nak " kata Ayah
"Apa tuh yah ?" Chandra berpura-pura tidak tau apa yang akan di bahas oleh ayahnya hanya karena dia bingung jawaban apa yang akan di berikan kepada sang Ayah.
dia benar-benar bingung saat ini,,,
"Jadi begini, beberapa hari yang lalu Ibu Khadijah Ibunya Cahaya mendatangi Ayah dan Bunda. Beliau berpesan jika suatu saat ia harus pergi selamanya ia berharap agar Ayah dan Bunda mau merawat Cahaya dan menganggap Cahaya sebagai putri kami " kata Ayah
"Akan tetapi ayah berpikir bahwa bagaimana kalau kalian berdua Ayah jodohkan saja, mengingat keluarga kita dan keluarga mereka memang sudah berteman sejak lama lagipula Cahaya adalah gadis yang baik. Ayah berharap kamu tidak keberatan dengan rencana Ayah dan Bunda saat ini nak" Lanjut Ayah
Chandra terdiam masih bingung mau menjawab apa,,,,
Akhirnya setelah berpikir beberapa saat ia berucap
"Yah,,biarkan semua mengalir apa adanya bukankah rezeki,jodoh dan maut ada di tangan Allah SWT. Aku dan Cahaya tanpa harus di jodohkan pun jika memang di takdirkan untuk bersatu dalam sebuah pernikahan akan menikah juga pada akhirnya, begitu juga sebaliknya meskipun kami di jodohkan jika memang Allah tidak menghendaki Chandra bersama Cahaya maka pernikahan itu tidak akan pernah terjadi. Olehnya itu Chandra mohon sebaiknya niat Ayah dan Bunda untuk menjodohkan kami tidak perlu di laksanakan lagi pula Chandra yakin Cahaya pun tidak menyetujui itu dan sependapat dengan Chandra " jawab Chandra panjang lebar
__ADS_1
"Cahaya adalah gadis yang baik dan cara berpikirnya cukup dewasa Yah, justru ia akan merasa sedih jika kita mengutarakan niat ini kepada mereka. Yang ada Cahaya akan semakin merasa kalau Ibunya akan segera pergi ninggalin dia. Mentalnya bisa terpuruk" Lanjut Chandra
"Benar juga kata Chandra Yah,,,kita ngga boleh mendahului Tuhan biarkan semua berjalan atas rencananya. kasihan Cahaya nanti dia malah ketakutan. lagi pula saat ini anak-anak sedang persiapan Ujian Akhir jadi biarkan mereka berkonsentrasi untuk belajar agar mereka bisa lulus dengan nilai yang baik" sela ibu Aminah
"Lagipula Ayah dan Bunda ngga perlu khawatir, Chandra akan tetap menjaga Cahaya seperti yang selama ini Chandra lakukan meskipun tak terlihat tapi diam-diam Cahaya ada dalam pengawasan Chandra " lanjut Chandra lagi
Akhirnya H.Abdullah menarik napas panjang ia sadar bahwa cara berpikirnya selama ini salah dan juga membenarkan apa kata Chandra dan istrinya. biarkan semua mengalir apa adanya hingga sang pencipta yang mengatur semuanya dengan baik. Pada akhirnya ia lega ternyata anaknya badung-badung begitu masih juga bisa berpikir dewasa.
"Oyah Chand Ayah mau tanya, sejak kapan kamar kamu jadi kebun binatang ? kemarin Ayah dengar di dalamnya isinya Kebo sama Sapi. siapa yang kebo siapa yang sapi ?" kelakar Ayah
Bunda terkekeh mendengar kelakar suaminya lalu menjawab
"Sapinya Chandra, Kebonya Elang, ,,,emmm Dion apa ya Bang ??" Ibu Aminah melanjutkan kelakar suaminya
" Yang jelas Dion bukan kucing Bund, terlalu manis " jawab Chandra ketus
Chandra berlalu meninggalkan kedua orang tuanya yang sudah mulai ikut-ikutan ngga jelas
"Lah ngapain belajar Bang ?" teriak Ayah tapi masih jelas di telinga anaknya
"Supaya bisa jadi juragan sapi !!" Chandra langsung masuk kamar dan menutup pintu dengan keras
Ayah dan Bunda menertawakan anak bujang mereka satu-satunya
__ADS_1
Di dalam kamar ia kemudian membuka buku pelajarannya karena dua bulan lagi mereka akan melakukan Ujian Nasional.
Di rumah Cahaya
Cahaya sudah selesai belajar ia lalu masuk kedalam kamar dan menghampiri ibunya yang baru saja selesai melaksanakan Shalat Isya.
"Mah,,,uang Aya' udah terkumpul lumayan besok pulang sekolah kita kedokter ya meriksain keadaan mamah"
"Ngga usah sayang, uangnya kamu simpan aja buat bekal masuk kuliah nanti, mamah ngga papa kok nak mama udah merasa baikan " Ibu Khadijah menolak karena kasihan kepada anaknya yang sudah bekerja keras untuk kebutuhan hidup mereka
Ditambah akhir-akhir ini ia sudah tidak pernah lagi membuat kue untuk di jual karena sesungguhnya tubuhnya semakin lemah saja.
"Ihh...mamah kok ngomong gitu sih, Aya kerja memang supaya punya uang biar mama bisa ke dokter. mau ya mah,,,pleaseeee " Cahaya bermohon sambil mengatupkan kedua tangannya di dada jangan lupakan air mukanya yang mulai berubah karena air matanya sebentar lagi menetes
Yah,,,Cahaya akan melakukan apapun agar mamanya bisa sembuh bahkan kalau perlu rumah ini juga akan ia jual beserta emas peninggalan Alm. Bapaknya
Melihat Cahaya yang begitu berharap agar ia bisa sembuh pun mengiyakan permintaan putrinya meskipun dalam hatinya ia tetap merasa bahwa ini hanya akan sia-sia dokter pasti akan memintanya untuknya di rawat di Rumah Sakit dan biaya pasti tidaklah sedikit.
"Baiklah asal anak mama yang Cantiknya bercahaya ini senang" Ujar Ibu Khadijah sambil mengusap surai panjang anaknya
kembali matanya berkaca-kaca setiap meliat Cahaya putri kesayangan semata wayangnya
"Ya Allah kasihan anak hamba, tolong izinkan hamba melihatnya menikah sebelum engkau memanggilku, datangkanlah lelaki yang bertanggung jawab dan mencintainya dengan sepenuh hati" Ibu Khadijah berdoa dalam hatinya
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA ATAS NOVEL PERTAMAKU, SEMOGA SUKKAA
Jangan lupa like & coment yacch,,, di tunggu readers tercintakuhhh **