
Sudah sepuluh hari Chandra tak ke kantor, berkali-kali Siska menelpon bahkan mengirimkan pesan singkat berisi ancaman. akan tetapi Chandra sudah tidak perduli karena semua sudah di ketahui oleh Istrinya
Begitu juga bayi yang di kandung Siska sungguh tak membuatnya berempati kepadanya ia malah semakin ingin menarik diri dari wanita ular itu.
Chandra pun berencana meninggalkan rumah pemberian perusahaan itu. Baginya tak layak untuk tetap tinggal disana. seminggu lebih tanpa istri dan anak-anaknya rumah mewah itu bagai kuburan.
Bunga yang di tanam oleh mereka juga nampak layu bahkan ada yang rusak.
Hidupnya pun serasa tak punya arti sekarang. Ketika orang-orang tercintanya mengetahui kebejatan yang ia lakukan dan pergi meninggalkannya.
Beberapa kali ia mencoba kerumah Cahaya namun entah kenapa ia tak sanggup bertemu dengan mereka.
Jangankan keluarga, kedua sahabatnya pun tak pernah ia temui.
Rasa bersalah, sedih bercampur malu ada pada dirinya sekarang.
Ayah Bundanya beberapa hari yang lalu mendatangi rumah Dinas nya dan ia mendapatkan tamparan dari Ibu Aminah.
Bunda Aminah begitu kaget mendengarkan cerita menantunya ketika di hari ia pergi meninggalkan Chandra ia menceritakan apa yang terjadi pada rumah tangga mereka.
Cahaya menceritakan semuanya tanpa sisa termasuk tentang Siska.
Mertuanya begitu marah terhadap anak mereka.
Kurang apa Cahaya sebagai menantu.
__ADS_1
Bukan hanya cantik, ia juga baik dan begitu lembut, betul-betul mewarisi sifat kedua orang tuanya.
Mereka telah gagal, menjadikan Cahaya menantu malah sakit yang di rasakan wanita itu.
Apalagi menantunya juga sedang hamil sekarang. Sungguh beban yang di pikulnya tidaklah sedikit?
" Bunda tidak menyangka kelakuan kamu sehina itu Chandra. Kamu sudah berhasil membuat kami kecewa, apa kurangnya menantu Bunda hah !?!?. Ingat baik-baik menantu bunda cuma satu yaitu Cahaya yang lain Bunda tidak perduli" ucap ibu Aminah penuh amarah.
"Ayah tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan wanita manapun kecuali Cahaya. Kalau kamu ingin melanjutkan hubungan haram kamu dengan Siska silahkan. Tapi Ayah tidak akan pernah sudi menjadikan ia sebagai menantu. Wanita baik-baik tidak akan mau tidur dengan suami orang dalam keadaan apapun" ucap H. Abdullah penuh amarah.
"Anggap saja kami sudah gagal mendidik kamu dengan baik. Tuhan sudah memberi wanita sempurna namun kamu lebih memilih menggerayangi wanita sampah berkedok emas permata"
" Kalau Cahaya ingin bercerai, ayah akan mendukungnya seribu persen. Karena ia juga berhak bahagia, tak perlu berharap pada laki-laki tak punya hati sepertimu. Cucu Ayah dan Bunda hanya berasal dari rahim Cahaya bukan wanita lain, paham kamu ?!?!" lanjut Ayah berapi-api
Chandra hanya terdiam ia bingung tak bisa membela diri, percuma !! Orang tuanya sudah tak percaya lagi kepadanya.
Selepas meninggalkan rumah pemberian perusahaan, ia memutuskan untuk kost-kost an saja. Selain menghemat biaya ia pun tak perlu merasa terlalu sepi jika harus mengambil satu rumah. Di kost an paling tidak ia memiliki tetangga kamar yang bisa di ajaknya bersenda gurau untuk menepis kesunyian.
Sesekali ia kesekolah anaknya, namun hanya di lihatnya dari jauh.
Pernah sekali waktu ia menemui mereka di sekolah namun yang ada Ayudia malah menangis berlari meninggalkan Ayah dan Raka. Kebetulan Cahaya sedikit terlambat menjemput mereka karena ban motornya bocor.
Melihat adiknya pergi Raka lebih memilih mengejar adiknya tanpa memperdulikan kehadiran Ayah mereka.
Padahal sedikitpun Cahaya tak pernah mengajarkan mereka untuk membenci Ayahnya, tapi emang dasar mereka terlahir dari gen yang hebat bukannya tidak mengerti apa yang terjadi pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Saat ini Ia memang sudah tak bekerja namun sisa gaji dari saat ia bekerja masih cukup untuknya hidup untuk 1-2 tahun kedepan termasuk biaya sekolah anaknya, ia pun bertekad akan tetap mengirimkan Cahaya uang bulanan, apalagi sekarang ia sedang hamil anak mereka.
Ia begitu suntuk dan semakin kebingungan, akhirnya ia menemui kedua sahabatnya.
Ia butuh teman bercerita dan membantunya keluar dari masalah ini, ia tak bisa sendirian menghadapinya.
Setiap malam ia bangun Tahajud mengharapkan bantuan dari sang pencipta. Entah kenapa ia merasa bahwa tempat terbaik ia berkunjung adalah kedua sahabatnya.
Bersyukur Elang dan Dion adalah sahabat sejati, mereka berdua tak serta merta menyalahkan Chandra meski sejak naik jabatan Chandra bagai di telan bumi sangat jarang menampakkan batang hidungnya.
"Sebaiknya loe biarkan aja Siska melahirkan bayi itu, tapi jangan pernah berniat menikahi dia sebelum test DNA setelah bayi itu lahir" ucap Dion
"Kalau emang terbukti dia anak kalian. Loe siap-siap aja jadi milyarder" ledek Elang
"Tapi kalau ngga, berarti loe harus memperjuangkan cinta loe man" lanjutnya
" Anak gue atau bukan, gue ngga akan pernah sudi nikahin wanita rubah itu, meski aku harus mati di tangan bapaknya" ucap Chandra penuh emosi
"Tapi kalau sampai, dia mengancam keluarga loe gimana ? " ucap Dion khawatir
"Gue yakin Cahaya ngga sebodoh itu yang mudah untuk di intimidasi, ini negara hukum dan pasti aparat yang jujur masih ada, gue minta tolong sama kalian dan Rani. jagain keluarga gue. Ingatkan Cahaya untuk tidak akan pernah takut dengan ancaman apapun" ucap Chandra kemudian
"Tenang aja bro, you're never alone" jawab Elang bersemangat.
"Thanks,dan maafin gue selama ini sudah melupakan kalian, Siska selalu memberiku kesibukan. Jangankan pada kalian, anak istri gue pun terabaikan.
__ADS_1
"It's ok. Yang penting sekarang loe udah kembali ke cinta pertamamu yaitu kami heheeh...." ucap Elang kemudian.