
Hari berlalu, genap sebulan Siska meninggalkan tanah air, begitu juga Rani sahabat Cahaya.
Chandra & Cahaya pun telah mulai memasuki kuliah semester pertama.
Di dalam mobil dalam perjalanan ke kampus
"Bang, pulang kampus Aya' mau ke toko buku dulu yah, ada buku bisnis management yang mau Aya beli abang juga ngga punya buku itu kan?"
"Boleh, ntar abang anterin " Ucap Chandra sambil mengusap sayang rambut istrinya
Cahaya tersenyum bahagia, Chandra
betul-betul menunjukkan sisi lain dirinya dari yang dulu cenderung cuek sekarang selalu menampakkan perhatian dan kasih sayangnya yang luar biasa.
Perlakuan Chandra sehari -hari terhadap dirinya membuat Cahaya sadar bahwa ia sudah mulai mencintai suaminya dan ia mulai bergantung kepada Chandra.
Begitu pula Chandra, hampir dua bulan membina rumah tangga dengan Cahaya ia semakin sadar bahwa Cahaya adalah hidupnya. Terkadang ia menyesal mengapa terlambat menyadarinya.
Tapi baginya meskipun terlambat, toh Cahaya sudah menjadi istrinya meskipun teman mereka yang tau hanya Elang dan Dion. Itu adalah permintaan Cahaya bahkan Cahaya menolak jika terkadang Chandra mau sekedar menggenggam tangannya saat di kampus. Dan jika ada yang bertanya mengapa mereka berdua kerap datang dan pulang bersama alasan mereka adalah kebetulan mereka bertetangga dan orang tua mereka bersahabat. Namun tanpa mereka sadari bahwa pernyataan itu telah menjadi boomerang baginya.
Chandra yang pintar, tampan dan supel serta mampu bergaul dengan siapa saja membuatnya di gandrungi oleh cewek-cewek di kampus. Namun ia selalu menolak jika ada cewek kampus yang tanpa rasa malu mengungkapkan perasaannya kepada Chandra, alasannya dia pengen konsen belajar, malas pacaran. Begitu pula Cahaya gadis cantik, pinter, baik lembut dan postur tubuh yang ideal juga di gandrungi oleh cowok-cowok di kampus, jika ada yang nembak ia pun memberi alasan sama persis dengan Chandra.
Jika Cahaya tampak cuek apabila ada cewek yang mendekati suaminya, tapi tidak dengan Chandra. Ia mulai posessif terhadap istrinya.
Ada senior mereka yang bernama Roni, dia adalah sepupu dari Siska Angela, ia sangat menyukai Cahaya. Pembawaannya yang baik dan karakternya yang lembut sungguh membuat cowok itu tergila-gila, sampai ia tidak perduli tatapan tajam Chandra apabila mencoba mendekati Cahaya.
"Hai Ya' kabar kamu gimana hari ini ?" tanya Roni menyapa Cahaya yang sedang di perpustakaan.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik, kak Roni sendiri apa kabar ? Lama ngga nongol ?" tanya Cahaya balik
"Cieeee...merasa di cari nih gue, napa ? Kangen ya ?" sambil menaik turunkan alisnya.
Cahaya langsung nunduk, mukanya bersemu merah padahal bukan itu maksudnya, ia hanya sekedar basa-basi saja. Malah di artikan lain oleh seniornya ini.
Roni semakin gemes di buatnya. Ia yakin Cahaya merindukannya.
"Ummm.. Pulang kampus bareng yuk, gue pengen ngajakin loe makan abis itu nonton" tanya Roni
"Maaf kak,,aku,,"
"Yaelaaahhhh kenapa sih Ya' setiap kali di ajak selaaluu aja ngga bisa. Ayo dong Ya' loe tuh udah bukan anak kecil lagi. Hidup itu butuh hiburan, maen ya maeenn,,,,belajar ya belajar jangan monoton gitu lah hidup loe" potong Roni sebelum Cahaya sempat menolak
"Maafin Aya kak,,aku bener-bener ngga bisa, lain kali aja yah" Cahaya kembali memberi harapan yang sama.
Kata "lain kali" itu sudah sering ia katakan namun ia tidak mungkin memenuhi itu, ia cukup sadar akan posisi nya saat ini. Ia adalah seorang istri dan ada suami yang harus ia jaga perasaannya. Sama hal nya ketika Chandra menolak setiap cewek yang berusaha mendekatinya. Namun tentu saja dengan karakter yang lembut dan tidak enakannya tidak mampu menjawab se sakratis Chandra terhadap lawan jenis.
Tiba-tiba Chandra yang dari tadi berada di balik rak buku yang tinggi bersama dengan Elang dan Dion mendengar pembicaraan antara Cahaya dan Roni akhirnya keluar dari persembunyianya.
"Bro, kalau ceweknya nolak jangan di paksa dong. Dia bukan cewek gampangan yang bisa loe ajak seenak hati loe !! Kalau dia udah bilang ngga ya berarti ngga!" Chandra berucap dengan aura-aura permusuhan yang tampak di wajah tampannya.
Belum lagi Elang dan Dion yang manggut-manggut sambil memegang dagu bak pengawal Chandra.
"Eh, urusan sama loe apa hah? Cahaya bukan cewek loe, dan dia bebas mau jalan sama siapa aja. Bukannya loe cuma tetangga dia aja. Apa urusannya sama loe?" Roni pun sudah mulai tersulut emosi kali ini.
"Bang, kak udah ya..jangan ribut, ini perpustakaan ntar kita kena tegur" Cahaya mulai melerai dua insan yang sudah mulai bersitegang itu.
__ADS_1
"Diem Ya' dia yang ngga ada urusan disini, tiba-tiba nongol bak pahlawan kesiangan, dan apa ini ? Bawa dua pengawal pula, kalian bertiga pikir gue takut hah ? " Roni sudah berdiri di hadapan Chandra dengan jarak yang cukup dekat.
"Kalau loe yang udah bikin Cahaya selama ini nolak setiap kali gue ajak jalan, loe salah orang karena gue ngga akan pernah nyerah untuk dapetin dia. Jadi sebaiknya loe ubah kebiasaan buruk loe itu yang selalu ingin menghalangi kebebasan Cahaya, dia juga berhak untuk bahagia bro dan berhak untuk mengenal cinta. Loe itu cuma supir pribadi dia jadi ngga usah belagu !!!" Roni berbicara meremehkan Chandra
Membuat emosi Chandra semakin tersulut, tiba-tiba Cahaya berdiri dan menggeser Roni kemudian berdiri di antara mereka.
"Maaf kak, Bang Chandra bukan supir pribadi Cahaya, lagi pula Cahaya memang ngga ada waktu untuk main kok. Kak Roni tolong berhenti buat deketin Cahaya kak dan mulai sekarang tolong jangan paksa Cahaya lagi" Ujar Cahaya berusaha membela suaminya.
Senyum kemenangan pun terbit di bibir Chandra dan kedua sahabatnya..
"Sekarang loe dengar sendiri kan? Jadi mulai sekarang berhenti deketin Cahaya apalagi maksa dia buat jalan sama loe,,,karena loe DI TOLAK !!" dan jempol tangan yang tadinya berada di atas kemudian di arahkan ke bawah sebagai tanda bahwa kali ini Roni telah kalah, tentu saja Cahaya akan memilih suaminya bukan ??.
Chandra lalu menarik lengan Cahaya dan mengajaknya pergi dari perpustakaan sebelum di tegur oleh petugas perpustakaan karena hampir saja tersulut emosi bersama Roni.
Mereka ber empat sudah meniggalkan perpustakaan menuju mobil masing-masing dan beranjak pulang.
Di dalam mobil cahaya memeluk bukunya dan terus menunduk
"Ada apa ?" tanya Chandra
"Aya minta maaf bang, ngga seharusnya abang bersitegang dengan kak Roni tadi, semua karena Cahaya yang ngga mampu jaga diri dari laki-laki" Cahaya terus berbicara sambil nunduk.
" Kamu ngga salah, dia nya aja yang ngeyel, udah di tolak masih aja maksa, Tapi Abang harap kamu akan menolak setiap cowok yang ngajakin kamu jalan, apalagi Roni sialan itu" Chandra sudah menunjukkan sisi posessif nya
"Ia Bang,,," Jawab Cahaya sambil terus nunduk
"Ngapain terus nunduk sih ? Di bawah situ ada duit emang ?"
__ADS_1
"Eh ngga bang,,," Tiba-tiba Cahaya mengangkat kepalanya dan menoleh ke suaminya ketika berbicara
Chandra pun mengarahkan mobilnya ke sebuah mall dan menuju ke toko buku