
Mendengar Chandra yang mengatakan bahwa ia telah menikah, membuat Siska bertambah hancur saja hatinya. Ia lalu berdiri dan mengepalkan kedua tangannya, kakinya gemeteran hampir saja ia terjatuh akan tetapi ia tetap berusaha mengontrol emosinya, ia harus tau kenapa dan dengan siapa Chandra menikah.
"Menikah ??? Loe nikah sama siapa Chand ?dan kenapa ? Apa alasannya hah ?!?!?!?! " tanya Siska beruntun, air matanya semakin menganak sungai sekarang.
Ups.. Tadi kan menganak sungai udah, harusnya hujan deras kali ya ?? Xixixix...
Chandra berdiri kemudian menarik tangan Siska lembut untuk kembali duduk.
"Tenang dulu Sisk, gue akan kasi tau tapi loe tenang ya..please " Mohon Chandra
Ia kasihan melihat keadaan Siska saat ini, yang tampak begitu hancur
Siska menuruti Chanda kemudian kembali duduk, tapi tubuhnya tidak bisa berbohong., tubuh mungil itu gemeteran sekarang, hampir tak terkontrol
Akhirnya,,,,
"Gue menikah dengan Cahaya, pernikahan kami di lakukan saat hari kelulusan. Saat itu Ibu Cahaya sakit keras, dan gue udah berjanji akan menjaga Cahaya hingga akhirnya gue sendiri yang memutuskan untuk menikahi nya " Chandra menjawab panjang tanpa jeda, ia juga harus mengumpulkan keberanian untuk ngungkapin semuanya. Meskipun sesungguhnya ia ngga perlu takut untuk menjawab jujur, bukankah itu jauh lebih baik dari pada harus memberi harapan palsu pada gadis itu, lagi pula mereka bukanlah pasangan kekasih bukan ?
Siska nampak semakin syok, ia lalu berdiri dan
PLAK !!!!
"Loe tega Chand...loe tegga' sama gue !! Kenapa loe milih Cahaya hah !! Apa loe ngga bisa liat pengorbanan gue selama ini sama loe ? Apa loe ngga bisa liat perhatian gue sama loe Chand ?? Semua kasih sayang gue sama loe, ngga loe anggap sama sekali !! 3 tahun Chand,,,3 tahun !!!!( sambil menaikkan tiga jari tangannya ke hadapan wajah Chandra hingga hampir menyentuhnya ), gue nunggu selama itu dan ini yang gue dapetin ???!!! Loe seperti ngasi gue harapan Chand, tapi sekarang dengan teganya loe hancurin impian gue !! Loe hancurin hidup gue Chand, Loe hancurin semuanya !!!!" Siska berteriak mulai tak terkontrol
Sementara Chandra masih memegang pipi nya yang kebas akibat tamparan Siska.
__ADS_1
Dan tanpa mereka sadari, ada dua anak manusia yang ngintipin mereka dari tadi. Saat mereka melihat Chandra di tampar oleh Siska, tanpa sadar mereka pun memegang pipinya seolah-olah mereka yang menerima tamparan itu.
"wiewwwww....perih Bro !!" kata dion sambil mengelus pipi nya.
Elang hanya diam sambil terus memperhatikan perseteruan mereka.
"Hik...hik..loe tega sama gue Chandra" Siska terus menangis dan menutup wajah nya dengan kedua tangannya.
Chandra mencoba berdiri dan menenangkannya, akan tetapi Siska menepisnya
"Jangan sentuh gue !!! Gue kecewa sama Loe " teriak Siska
Ia kemudian pergi dan berlari meninggalkan Chandra dengan wajah yang sembab serta make up dan rambut yang sudah tak beraturan ia terus berlari ke arah parkiran melepas sepatu hak tinggi sambil sebelah tangannya menghapus kasar air mata yang tak berhenti, malah semakin deras setiap kali mengingat bahwa pujaan hatinya telah menikah !!!
"Jalan pak, langsung pulang aja !!! " perintahnya
Supir yang masih bingung dengan keadaan majikannya pun akhirnya hanya bisa nurut lalu menyalakan mesin mobil dan meniggalkan hotel tersebut.
Didalam mobil, Siska terus menangis... Wajahnya berbalik dan terus melihat keluar melalui kaca jendela mobil. Ia melihat lampu-lampu di kota Jakarta Saat ini begitu terang menerangi jalan, akan tetapi tidak dengan hatinya yang seakan gelap seketika.
Apakah ada hati yang lebih hancur darinya saat ini ?? Sepertinya tidak ada, ia adalah manusia paling sakit sekarang.
Bayangan hari-hari yang ia lalui bersama Chandra terekam jelas di memorynya.
Sejak awal ia yang menyukai Chandra lalu berusaha mendekatinya dengan memberikan banyak perhatian pada lelaki itu, menunjukkan kasih sayangnya, dengan satu harapan suatu saat Chandra akan jatuh cinta padanya. Sikap Chandra yang tidak pernah menolaknya membuat ia merasa kalau cintanya berbalas, akan tetapi setelah bertahun-tahun ia menunggu Chanda berterus terang akan perasaannya, namun tak kunjung hadir, hingga pada akhirnya kembali, ia lagi yang harus memulai ungkapan hatinya, lalu apa yang ia dapatkan sekarang ??? Sakit dan hancur,,,ia terluka saat ini...sangat !!! Sungguh rasanya ia ingin mengakhiri hidupnya sekarang juga, tapi tidak mungkin !!! Ia masih memiliki kedua orang tua yang begitu sayang padanya.
__ADS_1
Air mata yang dari tadi keluar tak mau berhenti berusaha ia hapus, kemudian ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri lalu setelah sedikit tenang ia lalu mengambil cermin di kantong belakang kursi pak Maman sang supir pribadi, merapikan rambutnya yang berantakan dan memperbaiki riasan di wajahnya. Ia tentu tak ingin papi dan mami nya melihat kehancurannya sekarang. Meskipun ia yakin ini sangat sulit untuk di sembunyikan
Sesampainya di rumah, tampak kedua orang tua dan sepupunya Roni dari.pihak papinya sedang berada di ruang keluarga sedang menonton film. Begitu mendengar derap langkah seseorang spontan ketiganya melihat ke arah Siska.
Maminya heran, kok Siska pulangnya cepat ? Bukannya izin pulang telat karena ini adalah malam perpisahannya bersama teman-temannya. Dan coba lihat, mengapa wajahnya tampak sembab. Matanya merah seperti orang habis menangis.
"Siska. Kamu dah pulang sayang ??"Mami mencoba mendekat tapi Siska buru-buru ingin naik ke kamarnya.
"Ia Mi...Siska ke atas dulu " ia lalu berlari kecil menaiki tangga demi tangga untuk menghindari orang tua nya.
"Pi. Ada apa ya ?? Kok Siska kayak abis nangis gitu ? " ucap mami penuh tanda tanya
"Udah Mih , nanyanya besok aja, biarkan dia tenang dulu baru mami samperin " ucap papi mencegah istrinya.
Roni yang dari tadi duduk memilih untuk diam saja, ia ngga berani ikut campur meskipun ia berkewajiban untuk menjaga Siska.
"Ada apa sebenarnya dengan gadis kecil itu ?" Bathinnya
Sesampainya di kamar, ia lalu mengunci pintunya, melemparkan tas dan sepatunya begitu saja, lalu ia ke meja hiasnya dan menyapu semua yang ada di atas meja itu dengan tangannya. Hingga semua jatuh berantakan di lantai. Sedari tadi ia menahan diri untuk tidak berlaku berlebihan seperti saat ini, tapi ia tak bisa !!! Hatinya sangat perih.
Ia menyandarkan dirinya pada dinding kamar lalu badannya luruh ke bawah kedua tangannya meremas rambutnya dan wajah nya yang letakkan di atas lutut ( kalian bayangin aja posisii itu ya guyzz )
Siska terus menangis,,,ia benci pada Chandra !!! Dan rasa dendamnya terhadap Cahaya mencuat begitu saja. Padahal dalam hal ini Cahaya tidak tau apa-apa. Ia hanya ingin membahagiakan mama nya di saat terakhir hidupnya, dan Chandra datang menawarkan kebahagiaan itu. Lagi pula Cahaya mana pernah bisa membaca jika selama ini Siska menyukai Chandra. Karena ia pun tidak pernah begitu peduli dengan kedekatan mereka. Saat itu hidupnya hanya untuk belajar, bekerja dan kesembuhan mama nya,,,hanya itu !!!
#guyzzzzz....boom like and koment yaaa.. Saran dan kritik di tampung, sorry jika typo bertebaran dimana-mana#
__ADS_1