
Setelah di semayamkan semalam, akhirnya keesokan paginya jenasah Ibu Khadijah di makamkan tepat di samping makam Sulaiman suaminya.
Di Kuburan,,,,
Tampak gundukan tanah merah yang masih basah, serta kembang indah yang di taburi di atas makam seorang wanita calon penghuni surga.
"Mah,,,Cahaya akan merindukan mama,,hik " Ucap Cahaya sesenggukan
Jangan lupakan matanya yang sembab, wajah putihnya tampak merah karena sedari tadi menangis atas kepergian ibunya tercinta.
Chandra yang sedari tadi terus mendampingi Cahaya istrinya duduk jongkok di samping makam mamah.
"Ya'..kita pulang yuk, kita sudah terlalu lama disini..kamu harus iklhas., mama udah tenang disana "Chandra membujuk istrinya agar pulangdan tidak terlalu larut begitu dalam dengan kesedihannya.
Akhirnya setelah di bujuk oleh suaminya, kemudian ia berbalik ke makam ayahnya berdoa untuk kedua orang yang di cintainya.
"Bapak,,,Aya' pulang dulu, nanti Cahaya datang lagi..semoga kalian di pertemukan di surganya Allah..Amin " Ujar Cahaya dengan air mata yang mengalir bak anak sungai.
Kemudian satu-persatu meninggalkan tanah pemakaman tersebut dan kembali ke rumah masing-masing.
Pasangan muda yang baru saja melangsugkan pernikahan sehari sebelumnya pun kembali ke rumah Cahaya. Orang tua Chandra pulang dulu ke rumahnya untuk berganti pakaian kemudian akan kembali ke rumah Cahaya karena akan melakukan persiapan untuk malam Taksiyah atas kepergian sahabat sekaligus besannya selepas isya nanti.
Dirumah itu hanya ada Cahaya, Chandra dan kedua Sahabatnya begitu juga Rani . para tetangga rencananya akan datang sore nanti
"Ya' gue turut berduka cita yah...maaf gue baru tau kalau tante Khadijah meninggal " ucap Rani
Yah,,,Rani baru datang pagi tadi ke rumah Cahaya.
__ADS_1
"Tenang aja Ya'..loe ngga sendiri, ada gue disini yang akan selalu nemenin loe. Bahkan kalau loe mau loe bisa tinggal di rumah gue. Mami pasti setuju !! " Rani belum tau akan pernikahan Chandra dan Cahaya makanya ia menawarkan sahabatnya itu untuk tinggal bersama dia di rumahnya.
Rani hanya punya kakak perempuan satu dan sekarang lagi kerja di Surabaya. karena itu ia suka kesepian di rumahnya. Apalagi kalau mamanya sibuk dengan teman sosialitanya.
"Et dah nih bocah, loe pikir Cahaya mau ninggalin rumahnya ini ??ngga akan !!" Dion menyambar peryataan Rani
"Lah kan gue nanya Aya' kenapa loe yang sewot sih !!" jawab Rani ketus
"Udah,,udah kalian berdua ini kenapa sih ?! berantem mulu " Timpal Elang
Baginya tak sepantasnya mereka berdebat di saat teman mereka sedang dalam keadaan berduka
"Makasih ya Rani, kamu bener-bener sahabat baik aku, tapi rumah ini adalah peninggalan kedua orang tuaku. banyak kenangan di dalamnya terutama bersama mamah" Ujar Cahaya lembut
"Nah bener kan gue?" Dion kembali berbicara
"Assalamu alaikum"
"Wa alaikum salam " jawab ke limanya hampir bersamaan
Tampak seorang gadis cantik berkerudung biru langit memberi salam dan kemudian menghampiri Cahaya lalu memeluknya.
"Ya,,gue baru tau kalau nyokap loe meninggal, gue turut berduka cita ya. semoga amal ibadah Alm Ibu Loe di terima di sisi Allah SWT ."Ujar Siska
"Terima kasih Sis..." ujarnya singkat
Cahaya masih mencoba tersenyum meskipun hatinya masih terasa sakit atas kepergian mama nya.
__ADS_1
Sore harinya Rani dan Siska pamit pulang, oleh orang tua mereka tidak di izinkan pulang malam kali ini. Karena Besok pagi, Siska akan liburan bersama kedua orang tuanya ke Bali. dan Rani hari ini kedatangan Oma nya dari Semarang.
"Gue pamit dulu ya Ya' "Pamit Rani
"Gue juga yah,,,loe hubungiun gue aja kalau butuh sesuatu "Siska juga turut pamit pada Cahaya
Tapi entah kenapa Rani tidak melihat ketulusan setiap kebaikan yang di lakukan oleh Siska, seperti ada sesuatu yang membuatnya ragu terhadap kebaikan Siska terhadap sahabatnya.
"Lah, kan emang begitu.... ada Udang di balik Bakwan"
Akhirnya kedua gadis itu pergi meninggalkan rumah Cahaya dengan di antar supir masing-masing
Dirumah itu, tinggallah mereka berempat. Elang & Dion memutuskan untuk pulang malam saja setelah acara pengajian selesai. mereka ngga mau ninggalin Chandra. kali aja sahabatnya itu butuh sesuatu.
Sambil menunggu sore hari, mereka memutuskan untuk beristirahat. Elang dan Dion berbaring di ruang tamu dengan di lapisi kasur tipis, kemudian Chandra di kamar Cahaya. sedangkan Cahaya sendiri kini berada di kamar mamanya.
"Mamah...hik !!" Cahaya menangis memeluk bantal yang selalu di gunakan mamanya
Aroma tubuh Mama masih ia rasakan dan itu membuatnya semakin rindu
"Aya' kangen mama,,,kangeeenn banget mah" isak nya
Semua kenangan bersama Ibu Khadijah berputar di memorinya. susah senang mereka lewati bersama di rumah sederhana ini, tapi semua begitu singkat ia rasakan.
Awal Ibu Khadijah mulai sakit-sakitan sejalk suaminya meninggal dunia. Dua insan yang saling mencintai itu harus terpisah oleh maut.
#wieewwwww,,,membuat novel emang ngga semudah yang kubayangkan sebelumnya, kadang ide itu muncul saat kita udah mulai menulis,,,Author tetap butuh support kalian..saran kritik masih di butuhkan disini "
__ADS_1