CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 29 MENYESAL TIADA GUNA


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar hotel sebuah aktivitas panas terjadi di atas springbed king size dimana dua anak manusia sedang memadu kasih, berbagai macam gaya mereka berdua lakukan seperti orang yang sedang kesetanan, efek dari obat perangsang dosis tinggi yang telah Dion dan Elang campurkan pada minuman mereka.


Mulai dari ciuman penuh gairah yang terjadi di lift hingga masuk kamar yang sudah di pesan oleh Roni untuk menjebak Cahaya. Sesampainya di kamar tersebut satu persatu pakaian mereka lepaskan.


Roni menghempaskan tubuh polos Shinta lalu menindihnya dan mereka melanjutkan ciuman yang tadi sempat terhenti sejenak.


******* demi ******* tercipta di kamar itu....


Ah...ah...ah...Shinta yang kini memimpin permainan, memaju mundurkan pinggulnya di atas tubuh Roni merasakan akan sampai ke titik *******. Roni yang masih belum sampai pada ******* nya akhirnya menyerang Shinta dari belakang...


Ah...ah..ah... Roni, faster please !!!


Entah sudah berapa kali keduanya mencapai *******. Hingga akhirnya lelah dan tertidur.


Ke esokan harinya, Shinta merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. Begitu pula bagian intinya yang terasa perih.


"Sssttt...auh !!! Kok sakit bangrt si punyaku ???" lirihnya


Seketika dia tersadar ketika melihat tubuh polosnya hanya tertutup sebuah selimut tebal. Dan di sampingnya ada Roni yang masih tertidur pulas dengan selimut hanya menutupi bagian perut ke bawah tubuhnya.


"Roni,,bangun Ron.." Shinta yang kalut mengguncang tubuh Roni agar terbangu .


"iihhhh...Roni, bangun ih !!!" desak Shinta


Akhirnya Roni pun terbangun dan melihat Shinta di sampingnya hanya menggunakan selimut hotel. Roni kemudian tersadar bahwa mereke berdua berada di dalam selimut yang sama.


"Shinta, kok loe yang disini bukannya Cahaya ?" Tanya Roni

__ADS_1


"Sepertinya ada yang ngerjain kita, obat perangsang itu diminum oleh kita berdua" Jawab Shinta lirih


"Gimana ini Ron ? Aku takut hamil !!!" ucap Shinta lagi


Matanya sudah berair dari tadi.


Terdengar HP milik Shinta berbunyi. Itu pasti orang tuanya yang nelpon menanyakan kabarnya. Karena mereka berdua sedang ke kalimantan minggu lalu, ada acara hajatan keluarga.


"Halo.. I..iyya bu ? Ibu sama Ayah apa kabar ?" tanya Shinta kepada kedua orang tuanya ia tetap berusaha tenang. Seolah tak terjadi apa-apa.


"Ibu samacayah baik Shinta, kamu baik-baik aja khan disana nak ? Keluarga disini pada nanyain kamu lho" Jawab ibu Shinta


"Iya bu, Shinta baik kok..salam sama semuanya"


"Ya udah ibu tutup telponnya yah, dua hari lagi ayah sama ibu pulang, kamu baik-baik yah disana.


Shinta mematikan panggilan telp ibunya. Lalu melihat Roni yang masih berada di dalam selimut yang sama dengannya.


Jika Shinta mulai khawatir akan dirinya. Beda pula dengan Roni. Bayangan percintaan semalam masih terekam jelas di memorinya.


Bagaimana tubuh Shinta yang polos begitu indah menari-nari di pikirannya kali ini dan sukses membuat adik kecilnya kembali bereaksi.


Shinta yang merasa di perhatikan oleh Roni dengan tatapan mesum akhirnya mendelik.


"Ck.. Udah !! Aku capek. Semalaman nyicipi n aku ngga puas apa?!?!"


Shinta hendak ke kamar mandi, namun merasakan sakit pada inti tubuhnya akhirnya meminta tolong pada Roni untuk di gendong.

__ADS_1


Roni dengan tubuh polosnya lalu menggendong Shinta ala bridal style, bahkan keduanya masih dalam keadaan polos juga.


Sesampainya di kamar mandi, Roni kembali melanjutkan aksinya dan percintaan itu kembali terjadi.


Sepulang dari hotel, mereka singgah di apotik membeli obat pencegah kehamilan.


"Nih obatnya, jangan lupa di minum ya. Jangan sampai benih gue tinggal disana bisa berabe kita. Gue masih di nafkahin ortu nih" ucap Roni


"Apalagi aku, bisa di gantung di pohon beringin kalau ketahuan hamil di luar nikah !!" jawab Shinta dengan wajah kesalnya


"tapi kok punya kamu kayaknya gede ya ?? Di olesin apa ?" tanya Shinta


"Ha..hah..ha...ngga dikasi apa-apa emang gue turunan bule dari nyokap. Mungkin buyut gue disana emang pedangnya gede" jawab Roni asal


"loe sendiri, udah sering gituan emang ??" tanya Roni balik.


"ck...!! Aku matre, kayak gitu biasa " jawab Shinta enteng


"tapi kok semalam jadi kita yang berakhir menggenaskan yah?" tanya Shinta heran


"sepertinya ada yang tau rencana kita sebelumnya, dan ini pasti kerjaan mereka"jawab Chandra


"terus rencana kamu selanjutnya apa ?"tanya Shinta balik


"semoga aja benih kamu ngga tinggal disini, aku bener-bener takut" lirih Shinta


"ngga ada yang perlu loe sesalin, kalau pun loe sampai hamil, gue bakal tanggung jawab. Loe tenang aja" ucap Chandra sambil mengelus surai panjang Shinta

__ADS_1


__ADS_2