
Ketika mendengar suara Ayudia yang menagis histeris karena tangannya yang berdarah meskipun tidak banyak namun cukup membuat gadis kecil itu menangis karena ia begitu takut dengan darah. Raka yang ada di sampingnya pun hanya menenangkan adiknya. Sementara Cahaya yang tadinya berada di dapur sambil membuat cemilan sore untuk mereka bertiga seketika mematikan kompor dan berlari keluar menghampiri Ayudia.
" Sayangnya mama...ooohhh cup..cup..cupp jangan nangis yah, sini mama bersihin darahnya " ucap Cahaya penuh kelembutan menenangkan anaknya.
Dibersihkan darah di tangan ayudia lalu memberikan Hansplast agar tidak infeksi.
"Mah,,,kok Ayah ngga pulang yah?"Raka tiba-tiba bertanya soal Ayahnya setelah Ayudia tertidur.
"Ayah masih sibuk sayang" hanya itu yang mampu di jawab oleh Cahaya karena memang ia tidak memiliki jawaban lain.
Tiba-tiba terdengar suara mobil yang menandakan kalau orang yang baru saja mereka bicarakan baru saja pulang.
Chandra terburu-buru keluar dari mobil lalu masuk kedalam rumah dan tiba-tiba menanyakan Ayudia.
Cahaya dan Raka kaget melihat Chandra datang-datang langsung menanyakan putrinya tanpa basa-basi terlebih dahulu.
Cahaya dan Raka mengikuti langkah Chandra yang menuju ke kamar anaknya dan mendapati Ayudia sedang tertidur meski sambil sesenggukan.
"Dia kenapa ?" tanya Chandra
"Jari Ayudia ketusuk kaktus dan berdarah, lalu ia menangis histeris memanggil Ayah " jawab Raka
Chandra menjadi semakin merasa bersalah. Rupanya suara Ayudia saat ia dan Shinta sedang berciuman bukanlah isapan jempol semata. itu merupakan peringatan baginya yang sudah khilaf.
__ADS_1
Ia lalu ikut berbaring di samping putrinya kemudian memeluknya.
"Maafin Ayah nak "ucapnya lirih
Cahaya dan Raka di buat bingung oleh sikap Chandra.
percaya atau tidak Cahaya baru saja merasakan sesuatu bergejolak di dalam dirinya. Hatinya semakin tak karuan, tapi berusaha menyembunyikan semuanya sebelum menemukan bukti yang otentik.
Malam harinya Chandra duduk di kursi dekat bunga-bunga milik Ayudia. ia memperhatikan betapa bunga itu semua tumbuh dengan subur, pasti karena istri dan anaknya rajin merawatnya.
Ia lalu menyalakan rokok sebatang untuk mengusir kegalauan hatinya. Namun perasaan bersalah semakin dalam, entah kenapa ia bisa seperti itu siang tadi bersama Siska.
hatinya semakin bertanya-tanya mengapa Siska menggodanya dan kenapa juga ia harus tergoda!!
Rupaya seorang Wanita cantik yang selalu mendampinginya dalam suka dan duka serta telah melahirkan anak-anak yang lucu untuknya sedang berada di balik pintu dan bisa melihat kegalauan suaminya. Tak terasa air matanya menetes ia semakin yakin sesuatu telah terjadi di antara mereka berdua.
Ia berbalik masuk ke dalam kamar dan berusaha untuk tidur, namun nyatanya ia tak bisa. Tak lama ia merasakan langkah kaki Chandra masuk ke dalam kamar. Ia yang dalam posisi memunggungi pintu tak terlihat bahwa ia masih terjaga.
Ia merasakan pergerakan di belakangnya menandakan bahwa Chandra sudah berbaring di belakangnya.
Seketika ia merasakan pelukan suami yang sudah cukup jarang ia rasakan.
"Aku mencintai kalian...sangat!" ucap Chandra berbisik namun pria itu meneteskan air mata. Pelukannya semakin erat kepada istrinya.
__ADS_1
Cahaya menangis dalam diam, tak lama ia pun terlelap, begitu juga dengan Chandra yang menyusul istrinya ke alam mimpi.
Ke esokan harinya di kantor, Chandra merasa canggung namun tidak dengan Siska.
" Chan, ntar malam temenin aku ketemu temen kuliah aku yah di hotel. Ia baru datang ke Indonesia bersama istrinya dan aku merasa ngga nyaman jika harus menemui mereka seorang diri.
"Siska,,sorry aku.."
"Kalau soal kemarin yang kamu pikirkan, aku minta maaf... Cinta ku untuk kamu memang selalu ada akan tetapi aku juga sadar diri bahwa kamu sudah berkeluarga. Aku akan malu jika harus merusak rumah tangga orang, itu akan merusak reputasi perusahaan dan Papi. sekali lagi aku minta maaf, aku janji akan berusaha profesional dalam hal ini" ucap Siska palsu
Sejujurnya Chandra tidak semudah itu untuk percaya, akan tetapi ia juga tak bisa berbuat banyak. Harapannya hanya satu yang seperti kemarin tidak akan pernah terjadi.
"Tolong temenin aku yah malam ini,,please" Siska memohon sambil mengatupkan kedua tangannya dan lagi-lagi Chandra tidak bisa mengelak.
"Baiklah,,,ini yang terakhir dan setelah ini aku harap kita bisa lebih profesional. Aku sangat mencintai anak dan istriku " ucap Chandra tegas
Siska lalu tersenyum penuh arti
"Yahhh.... Baiklah ini akan menjadi sesuatu hal yang menyenangkan " bathin Siska
Rupanya pembicaraan mereka di dengar oleh OB yang baru saja mengantarkan kopi untuk Chandra dan ternyata OB tersebut di bantu masuk bekerja oleh adik karyawan Dion. Jadilah berita tersebut sampai di telinga Dion dan Elang
Kedua sahabat itu merasakan sesuatu yang luar biasa, dan entah karena kebetulan atau tidak mereka berdua sepemikiran untuk mungkin melakukan hal "GILA" lagi setelah Roni dan Shinta.
__ADS_1