CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 41 CURAHAN HATI SEORANG ISTRI


__ADS_3

"Bang,,,aku ngga pernah minta banyak sama kamu. Tapi tolong jangan lukai perasaan anak-anak, kamu sekarang bagai bayangan semu untuk mereka. Tolong bicara sama Bos kamu itu. Kalau kamu juga punya kami, Jangan sampai kamu bdan Siska lupa itu Bang!!! " sekali lagi Chandra mendengarkan ucapan pedis dari sang istri.


Selepas mengatakan itu, Cahaya lalu pergi begitu saja ke kamar anak-anaknya


"Sayang, kok Ayudia udah cantik sih ? Katanya mau di izinin sama mama ngga mau ke sekolah hari ini" Cahaya akan memenuhi permintaan anaknya karena ia tau kalau anaknya ini sedang sedih.


"Ah,,,nggak kok Mah, sakitnya udah Ayudia usir untuk hari ini. Tapi untuk acara sekolah nanti Ayudia tetep izin ya Mah, bilang aja lagi bisulan hi...hi..hi... " ucapnya cekikikan seolah hatinya sedang baik-baik saja.


Hati Cahaya semakin tersayat, ia tahu bahwa putrinya sedang berjuang melawan rasa sakit dan kecewa di hatinya, hanya karena ngga mau membuat dirinya bersedih.


" Ia sayang, tapi jangan lupa kalau shalat tetap berdoa yah, supaya Ayah ada waktu ntar pas acara sekolah" ucap Cahaya menenangkan


"Ngga papa kok Mah, ada Mas Raka yang Ayudia tungguin gede biar nanti Mas Raka yang ke sekolah, Ayah ngga usah di ganggu karena lagi sibuk" ucapnya kemudian


"Yuk Mah kita kesekolah, Mas Raka Ayookkk..." sambil menarik tangan sang kakak


Begitu keluar dari kamar. Mereka melihat Chanda berdiri disana ., hatinya tercubit mendengar setiap ucapan yang keluar dari ketiga orang itu.


"Ayah akan usahakan yah, semoga Ayah bisa ke acara sekolah kamu nanti dan kita bisa jadi juara , kita ambil semua hadiah disana" hibur Chandra sambil berjongkok menyejajarkan tinggi tubuhnya dengan sang putri, tak lupa ia mengelus surai indahnya.

__ADS_1


"Sebaiknya tidak usah menjanjikan apapun Yah, itu jauh lebih baik dari pada memberi harapan palsu, nanti Ayudia bicara sama ibu guru aja kalau kami bisa bermain bersama Mama. Rasanya pasti tidak akan jjauh berbeda " ucap Ayudia kemudian.


Entah anak ini mengambil sifat siapa sehingga sedari usia dini ia sudah pandai berbicara sambil memojokkan Ayahnya sendiri.


Kembali Chandra kaget mendengar jawaban sang putri.


"Ayo Mas Raka, ntar kita telat " ucap Ayudia sambil berlalu, tak lupa tangan sang mama dalam genggamannya


"Ayudia benar Yah, datang saja jika memang ada waktu, tapi mohon untuk tidak berjanji. Akhir-akhir ini Ayah sudah berubah dan Raka bisa merasakan itu Yah...rasanya sakit" ucap Raka dengan mata berkaca-kaca lalu kemudian menunggalkan Ayahnya yang terdiam bagai patung. Entah berapa lama ia akan disana sampai tiba-tiba sang calon pelakor menelpon nya untuk segera menjempunya, agar mereka bisa ke kantor berbarengan.


setelah mengantar anaknya ke sekolah, Cahaya pun ke kafe dan bertemu dengan sahabatnya Rani, karena kebetulan kegiatan mereka berdua adalah menunggu sang anak pulang sekolah. Meskipun sekolah Isabbele dan Ayudia serta Raka berbeda


" Aku merasa Bang Chandra akhir-akhir ini ada yang berbeda Ran. Sejak di angkat menjadi asisten Siska, dia bagai bayangan dalam keluarga kami. Sehari-hari waktunya hampir habis bersama Siska. Sepertinya Siska sedang merencanakan sesuatu yang besar terhadap keluarga kami" otak pintar Cahaya seketika bekerja dengan apik.


"Lalu aku harus bagaimana ya Ran ?" kali ini Cahaya lemot 😁😁😁


" Ummm...kamu bicarakan dulu sama Chandra apa yang kamu rasain, dia harus jujur sama kamu. Kalau sampai ia masih mengelak artinya peperangan kalian sedang di mulai!" ucap Rani yang kali ini pintar


Cahaya semakin bimbang dan takut di buatnya, sanggupkah ia menghadapi badai yang akan menghantam rumah tangganya esok hari ??

__ADS_1


Setelah selesai acara curhat-curhatan, kedua ibu muda itupun lalu memutuskan untuk pulang dan menjemput anak masing-masing.


Dan tanpa sengaja, Cahaya dan Rani melihat Chandra dan Siska sedang berjalan beriringan dengan tangan lentik calon pelakor itu mengapit mesra lengan Chandra.


Chandra pun kaget dengan sikap Siska seperti itu. Tapi Siska tidak, ia sengaja melakukan itu karena sedari tadi ia melihat mantan teman sekolahnya itu di.kejauhan. Kemudian ia seketika memaksa Chandra untuk berjalan sedikit berbelok agar kemesraan mereka terlihat oleh Cahaya dan Rani lebih dekat.


Air mata di wajah cantik itupun luruh seketika. Ia lalu menarik tangan Rani agar pergi dari sana sebelum Chandra melihatnya.


"hik..hik..hik...Cahaya menangis sesenggukan di dalam mobil Rani, apa yang lihat bagai petir di siang hari, sungguh hatinya tersayat dengan itu semua.


Apa salahnya hingga Chandra tega terhadapnya? Ia memang bukanlah wanita sukses seperti Siska. Tapi ia sudah rela mengorbankan cita-cita nya demi keluarga. Namun apa yang ia dapatkan ? Hari ini tabir itu mulai terbuka, rumah tangga nya sedang di uji. Dan ia tidak sanggup


"hik..hik..hik.. Aku harus apa Ran ??? beri tahu aku..hik,,,hik,,,hik,,," ucap Cahaya tak sanggup menahan lara hatinya.


"Kamu yang tenang yah, pastikan dulu semuanya dengan baik. Mungkin tadi cuma kebetulan Siska hampir keseleo karena menggunakan hak tinggi , dia kan pendek tuh aslinya" ucap Rani sungguh asal.


Tak tahukah ia bahwa otak Cahaya di atas rata-rata. Ia tidak sebodoh itu


Sungguh hatinya sakit,

__ADS_1


Dengan perasaan hancur ia di antar Rani untuk menjemput anaknya. Tak lupa ia menghapus air matanya dan menggunakan make up Rani untuk menyamarkan sisa tangisan barusan. Anak-anaknya tak boleh melihatnya bersedih, keduanya tetap harus berpikir bahwa ia adalah ibu yang hebat dan tak mudah lelah !!!


"Duhhhh...Mamaku sayangg, cantik banget sih hari ini!!" 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2