
Setelah pergi meninggalkan Siska dengan rasa kekesalannya yang teramat sangat dalam, karena ada saja yang merusak moment indahnya di apartement, bayangan Chandra akan berbalik memeluk dirinya seketika mencuat kemana saja ketika sang pujaan hati menerima telpon jika ibunya sedang masuk Rumah sakit.
Sesampainya di rumah, Chandra heran karena melihat Bunda nya sedang sibuk melayani pembeli yang sedang ramai.
Chandra memang tidak kerumah sakit, karena Ayahnya tidak mengatakan di Rumah Sakit mana ibunya akan di rawat. Ia mencoba menelpon kembali sang Ayah untuk bertanya namun tak kunjung di angkat.
ia lalu menelpon Cahaya pun tidak di angkat, padahal semalam mereka nginap disana.
Chandra lalu masuk ke toko
"Lho Bunda kok ada disini, kata Ayah Bunda masuk Rumah sakit"tanya Chandra
"Bunda ngga papa, Ayah nungguin kamu di dalem, masuk gih !!!" jawab Bunda yang sepertinya juga kesal atas sikap Chandra yang melupakan acara lomba sekolah cucu kesayangannya.
Chandra lalu masuk kedalam lalu menemui H. Abdullah di halaman belakang tempat dimana banyak burung piaraan sang Ayah bergelantungan di dalam sangkar.
H. Abdullah sangat menyukai burung, dan hobby nya itu sepertinya di turunkan kepada cucu laki-laki nya Raka
__ADS_1
Menyadari kehadiran anaknya.
H. Abdullah lalu menghentikan bermain dengan burung piaraannya. Ia lalu menyuruh Chandra duduk. sepertinya pembicaraan kali ini akan menjadi sangat serius.
Chandra yang duduk di sebuah kursi kayu dan Ayahnya sendiri duduk di kursi malas kebesarannya.
"Apa kabar kamu nak?" tanya H. Abdullah lembut untuk memulai pembicaraan
"Cha,,,,Chandra baik Yah" jawab Chandra namun entah kenapa ia sangat gugup kali ini.
"Maafin Chandra yang sangat jarang nengokin Ayah sama Bunda, Chandra sekarang,,,,"
"Kalau kamu ingin bekerja, ingin berkarier, Silahkan...kamu bisa ambil kesempatan itu, karena memang tidak semua orang akan mendapatkannya. Tapi jangan hanya karena kamu sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang akhirnya kamu sampai melupakan keluarga terutama anak dan istrimu" lanjut Ayah
"Hati Ayah turut sakit melihat kesedihan putrimu karena kamu mengingkari janji untuk ikut serta di lomba sekolahnya, bahkan semalam Ayah sempat melihat ia menangis sendiri di sini karena hatinya begitu terluka. Cahaya mungkin bisa diam dan bersabar menghadapi sikap kamu akhir-akhir ini tentu dengan harapan kamu bisa kembali seperti Chandra yang hangat seperti dulu, tapi hatinya tentu terluka karena melihat bidadari kecilnya sakit hati karenamu, Ayah harap kamu menyadari dan memperbaiki semua sebelun terlambat, kembalilah seperti Ayah yang mereka rindukan. Obati luka hati mereka yang sudah kamu torehkan terutama untuk anak-anakmu!!" puncak Ayah berbicara penuh penekanan lalu meninggalkan Chandra seorang diri
Ia ingin agar Chandra menyadari semua sebelum terlambat.
__ADS_1
Kembali ke masa sekarang,,,,💖💖💖💖
Sejak beberapa bulan yang lalu selepas kekecewaan putrinya dan nasehat sang Ayah terhadapnya, rupanya Chandra tidak lah banyak berubah. Ia masih sangat sibuk bahkan cenderung mengabaikan keluarganya. Ia dan Siska kerap beristirahat di apartement berdua ketika mereka kelelahan. Meskipun tidak pernah menginap atau terjadi kontak fisik di antara mereka namun tetap saja godaan Siska sungguh luar biasa. wanita itu kerap mengganti baju kerjanya dengan baju kaos tanpa lengan serta hot pant yang jauh di atas lutut sehingga mempertontonkan paha putihnya yang mulus nan menggoda.
Chandra kerap kali menelan salivanya jika menyaksikan Siska dengan pakaian seksi tersebut. Siska yang melihat perubahan wajah Chandra pun merasa senang. Ia merasa bahwa Chandra perlahan sudah masuk ke dalam jebakannya. Ia bahkan sudah merencanakan sesutau yang besar..yah proyek merebut hati pujaan hatinya ini harus gol karena jika tidak maka hidupnya akan menjadi tidak berguna. Dia tidak akan rela jika cintanya akan lepas begitu saja.
Akan tetapi syukurnya laki-laki normal itu masih tetap menjaga Imannya untuk tidak berbuat lebih kepada Siska. Bahkan terkadang ia buru-buru pamit pulang dengan berbagai alasan kemudian menuntaskan hasratnya kepada sang istri, atau jika memang mereka harus melanjutkan pekerjaan yang sangat penting maka ia mati-matian untuk menahan diri untuk tidak menyentuh Siska sampai akhirnya ia hanya akan melakukannya kepada Cahaya.
Cahaya yang meskipun merasakan perubahan suaminya, masih tetap melayani sang suami dengan sepenuh hati seolah rumah tangga mereka memang sedang baik-baik saja.
Begitu juga Elang, ia kerap melihat Chandra keluar dari apartemen bersama Siska dan ia pun menceritakannya kepada Dion dan Rani. Akan tetapi mereka bingung bagaimana menyampaikan ini kepada isrtrinya.
"Gue bener-bener ngga habis pikir sama otak Chandra isi nya apa?? dulu aja Siska di tolak mentah-mentah, la sekarang udah kayak orang kena pelet .. Neeempeeeel terus kek prangko !!!" ucapn Elang
"Menurut kalian mereka berdua sering gituan ngga yah? Secara mereka sering ke apartemen itu, kalau sampai itu terjadi gue kasian banget sama Cahaya, ia mengubur cita-citanya demi menjadi ibu rumah tangga dan mengabdika diri pada keluarganya. Lalu apa yang ia dapatkan ?? Chadra bermain api di belakangnya " ucap Rani sedih
"Sepertinya kita harus menyelidikinya langsung, kebetulan adek karyawan gue kerja disana, gue bisa jadiin dia mata-mata" ucap Dion
__ADS_1
" Yess,,,gue setuju, karena kita juga ngga bisa nuduh tanpa bukti" jawab Rani
Sementara Elang, entah apa yang ada di dalam pikiran dia sekarang.