CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 43 SEBUAH APARTEMENT DAN MOBIL BARU


__ADS_3

Hari berganti minggu dan bulan, hampir setahun Chandra menjabat sebagai Asisten Pribadi sang Direktris bucin.


Siska dan Chandra semakin sibuk berdua, bahkan waktu untuk keluarganya pun nyaris sudah tidak ada.


Obrolan-obrolan hangat dan canda tawa di keluarga itu serasa kurang karena sang kepala keluarga terlampau sibuk dengan dunia barunya.


Bahkan komunikasi suami istri itupun tak sebanyak dulu. Karena ketika suaminya pulang ia sudah lelah.


Bahkan hubungan campur suami istri pun sudah jarang di lakukan.


Sementara itu phencapaian Siska dan Chandra di perusahaan pun semakin luar biasa, beberapa kali mereka memenangkan tender yang besar, akibatnya laba perusahaan milik Tuan Arman semakin meningkat. Tentu saja Siska sangat bersemangat menjalani semua pekerjaan ini. Lelah baginya tak berarti asalkan ada Chandra di sampingnya maka semua akan terasa ringan.


Ia lupa bahwa Chandra memiliki keluarga yang setiap saat merindukannya berkumpul bersama seperti dulu. Bahkan ketika acara sekolah Ayudia pun Chandra ingkar tak datang. Padahal malam harinya ia berjanji pada putrinya untuk datang di saat pertandingan akan di mulai.


Namun ia tidak dapat hadir karena tiba-tiba ada pertemuan penting yang harus ia hadiri bersama Siska.


Ia bukan hanya tidak hadir, namun juga tak memberi kabar.


Sungguh sakit hati ketiga orang itu. Cahaya, Raka dan Ayudia.


Ayudia hanya bisa memeluk ibunya sambil menangis sesenggukan karena tak tahan melihat keseruan teman-temannya bertanding bersama Ayah mereka. Beruntung ia tak di bully oleh temannya karena takut dengan tatapan tajam sang kakak.


Malam hari ketika Chandra pulang, rumahnya terkunci.


Ia pun lalu mengambil kunci cadangan kemudian membuka pintu dan medapati ruang tamu gelap gulita, begitu juga dengan kamar nya dan anak-anak.


Ia lalu masuk kamar hendak membersihkan diri, tanpa sengaja menemukan sepucuk surat


"Aku dan anak-anak di rumah Ayah sama Bunda, sebaiknya jangan memperlihatkan diri abang di depan Ayudia. Ia sangat kecewa karena kamu tidak hadir di acara sekolahnya tadi siang bahkan tanpa memberi kabar, meskipun ia tau bahwa kamu pasti sibuk banget dengan Siska"


setelah membaca surat itu, ia baru sadar bahwa telah membuat kecewa putrinya.


Ia ingin.menyusul tapi pesan Cahaya membuatnya mundur.


Mungkin sebaiknya ia membuat putrinya tenang dahulu, nanti ia akan meminta maaf dan membelikannya boneka barbie termahal di toko mainan.


Yah...sesederhana itu Chandra ingin mengobati luka hati sang putri, namun bagaimana dengan Ayudia ? Apakah ia bisa memaafkan Ayahnya ?


Malam itu di rumah orang tua Chandra.


"Aku ngga tau apa yang terjadi dengan Chandra Bund, ia begitu tega melukai hati anak-anaknya" ujar Cahaya sedih

__ADS_1


" Biar nanti Ayah sama Bunda yang bicara sama Chandra " ujar Ayah menenangkan hati menantunya


Ia sadar bahwa ada yang tak beres dengan hubungan kerja antara Chandra dan Siska.


Pagi hari begitu masuk ruangan, Chanda menemukan sebuah kotak di atas mejanya. Kotak hitam berbungkus pita kuning.


Perlahan ia membuka kotak itu dan menemukan sebuah kunci. ia cukup tau bahwa itu adalah kunci mobil dan satunya sebuah amplop. Begitu ia buka tampak berjejer beberapa angka disana.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk di Handphone, tanpak nama Siska tertera disana


"Pagi...kamu udah buka kado dari aku kan ? Itu kunci mobil dan apartement buat kamu. Di ambil yah..sebagai ucapan terima kasih aku karena udah membantu membuat perusahaan kita semakin meningkat "


Belum lah hilang rasa herannya, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Siska yang selalu cantik entah kenapa hari ini semakin cantik di mata Chandra


"Gimana ? Kamu suka kan hadiah dari aku. Mobil kamu udah butut dan


rumah kamu jauh, kalau kamu lelah sehabis menemani saya kamu bisa langsung ke apartement aja untuk istirahat.Baju-baju kamu juga ada disana kok, eemm....sebagian ada baju aku juga sih, mana tau kita sama-sama lelah " ucap Shinta tersenyum


Chandra hanya bisa diam, ia bingung namun pada akhirnya ia pun berterima kasih.


"Sedikit lagi Chand...sedikit lagi, kamu akan menjadi milik aku seutuhnya" bathin Siska


Hari itu mereka tidak mengunjungi klien manapun. Mereka hanya pergi ke apartement tentu saja dengan menggunakan mobil mewah terbaru milik Chandra.


"Makasih ya.. Seharushya kamu ngga perlu lakuin ini, gaji aku setiap bulan aja sudah kebanyakan" ujar Chandra


Siska lalu berjalan mendekati Chandra, baru saja ia akan memeluk manja lengan lelaki itu tiba-tiba ponsel Chandra berbunyi.


Tampak panggilan dari salah satu sahabatnya Elang


" Sebentar yah." ucapnya pada Siska


Siska yang terlanjur marah karena merasa di ganggu hanya bisa mengangguk pasrah


"Halo bro..."


"Hi,,,Chand loe dimana sekarang, kita jarang ngumpul nih" ujar Elang di seberang


"Ia gue sibuk banget akhir-akhir ini" jawab Chandra


"Widihhhhh.....sukses yah yang udah jadi aspri si mantan calon pacar hahahahaha" balas Elang meledek

__ADS_1


"Ntar pulang kantor kita ketemuan yah, di tempat biasa gue bakal panggil Dion"


"Ok,,ok" jawan Chandra kemudian


Kedua sahabat itupun mengakhiri pembicaraan mereka.


Tiba-tiba sebuah tangan lentik memeluk Chandra dari belakang


Yah..Siska tampaknya sudah tidak mampu menahan perasaannya lebih lama.


Sambil tetap memeluk dan menyandarkan kepalanya dipunggung Chandra


"Aku masih sayang sama kamu Chand, ngga pernah berubah sedari dulu" ucap Shinta lirih namun masih terdengar jelas oleh Chandra.


Sebelum mengucapkan apapun. Benda pipih itu kembali berbunyi.


Tampak nomor Ayah nya sedang memanggil


Seketika ia melepaskan pelukan Siska dengan kasar. Entah kenapa perasaan bersalah itu tiba-tiba muncul.


"Ya..Yah,,,ada apa ?" ucap Chandra panik


"Kamu dimana sekarang ? Bunda masuk rumah sakit" jawab Ayah


"Apa ? Bunda sakit ? Baik Yah Chandra pulang sekarang "


"Sisk. Aku pulang dulu ya, Bundaku masuk rumah sakit. Bye " chandra langsung pergi meninggalkan Siska begitu saja.


Wanita itu hanya mampu menarik nafas panjang lalu menghempaskan tubuhnya di sofa mahal nan empuk itu.


Flasback off


Elang yang juga membeli satu unit apartement di tempat yang sama dengan hadiah Chandra dari Siska tanpa sengaja melihat kedua nya Ketika akan masuk lift dan bersmaan dengan Elang yang baru saja keluar dari lift yang satunya. Akan tetapi tak terlihat oleh Siska &, Chandra


Entah kenapa perasaan Elang menjadi tidak tenang. Beberapa saat kemudian Ia lalu menelpon Chandra dan berbasa basi akan mengajaknya untuk nongkrong. Merasa tidak ada lagi yang perlu di bicarakan ia lalu menelpon H. Abdullah dan menceritakan apa yang ia lihat.


Ayah Abdullah begitu murka, ia lalu menelpon Chandra menyuruhnya pulang dengan alasan ibunya masuk Rumah Sakit. Padahal yang terjadi adalah ibu Aminah hanya pergi periksa ke dokter tetangga.


Ia tidak boleh membiarkan anaknya terlalu sering berduaan dengan wanita itu.


Flash back on

__ADS_1


Bab berikutnya yahhh 🙂🙂🙂🙂


__ADS_2