
Ke esokan harinya setelah menjemput anak nya dari sekolah Cahaya berniat memeriksakan kandunganya ke Rumah Sakit yang dekat dengan sekolah anaknya. ia memilih untuk tidak menggunakan Dokter yang sama dengan Siska saat itu, karena ia sudah malas bertemu lagi dengannya, hatinya sakit jika melihat Siska berada di depannya.
Dan di saat yang bersamaan Chandra berencana ingin menemui anaknya di rumah sakit namun ia melihat mereka sedang menunggu taxi online. Akhirnya dengan penuh keberanian ia mendekati keluarganya.
"Aya' ... " sapa Chandra
Mereka bertiga kaget karena melihat kemunculan Chandra.
"Kalian mau kemana ?"
Tananya
"Kami mau ke Rumah Sakit memeriksakan adek dalam perut mamah soalnya perut mamah suka sakit" yang menjawab tentu saja si cantik Ayudia.
Lelaki itupun kaget mendengar apa yang di katakan putrinya.
" Kalau gitu Ayah ikut yah,,,Ayah juga mau tau keadaan adek kalian" Chandra memasang muka permohonan demi bisa di ajak ikutan ke Dokter.
Dan disinilah mereka sekarang di ruang praktek Dokter.
Tadi Cahaya enggan memberikan Izin agar lelaki itu ikut, tapi Raka yang meminta tujuannya hanya satu agar Ayahnya menyaksikan perjuangan mamanya akhir-akhir ini yang selalu di rundung duka.
"Coba ibu Cahaya liat, janinnya ada tiga. Itu artinya ibu sedang hamil anak kembar tiga" ucap Dokter sambil tersenyum
"Selamat ya bu, tetap jaga kesehatan, jaga makannya dan hindari stress yang berlebihan" ucap Dokter kembali dengan senyum indahnya.
__ADS_1
Chandra dan Cahaya tak kuasa menahan air mata mereka mendengar penuturan Dokter barusan.
Sungguh keajaiban Allah yang luar biasa, pantas saja perut Cahaya sedikit lebih buncit di bandingkan saat hamil Raya dan Ayudia. Rupanya ia sedang mengandung anak kembar tiga.
Tangisan haru itu mampu membuat mereka melupakan badai rumah tangga yang sedang mereka alami saat ini.
Begitu keluar dari ruangan Dokter rupanya Raka dan Ayu tetap duduk manis di ruang tunggu menunggu kedua orang tuanya di dalam.
Mereka berdua begitu bahagia ketika mengetahui bahwa mereka akan memiliki tiga adik sekaligus.
"na,,na,,na,,,,naaaa,,,," gadis kecil itu melompat-lompat kecil sambil bersenandung sambil mengenggam tangan Ayahnya, ia sangat bahagia hari ini karena akan memiliki tiga ada sekalgus, sungguh hatinya sangat bahagia.
"Seneng banget nih kayaknya anak Ayah" ucap Chandra yang turut merasakan kebahagiaan itu.
"Iyya dong, kan sebentar lagi Ayudia bakal punya adik banyak..uhhh bahagianyahhh..." ia berucap sambil terus berlompat-lompat kecil tak lupa senandung indah yang selalu keluar dari mulut mungilnya.
"Ngga bakal jatuh kalau Ayah terus pegangin, lagian Ayudia sedang memanfaatkan keadaan" ucap gadis kecil itu
"Memanfaatkan keadaan ?" tanya Chandra heran
"Iyya...karena udah lama Ayah ngga kayak gini sama Ayudia, dan setelah ini Ayah bakal pergi lagi ngga tinggal sama kita, makanya mumpung Ayah sama Ayudia sekarang aku genggam aja tangan Ayah seerat mungkin" ucapnya lagi dengan perasaan sedih.
Chandra menghentikan langkah mereka. Lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Ayudia.
" Sayang, apa kalian rindu sama Ayah " tanya Chandra begitu polos.
__ADS_1
Ini adalah pertanyaan terbodoh yang pernah ada sekarang.
" Tentu dong, udah lama Ayah ngga sama kami. Tapi kata mama kemarin kita harus terbiasa karena Ayah sibuk, makanya mulai sekarang aku dan mas Raka harus belajar jagain mama dan dedek bayi kalau udah lahir, kan dedeknya langsung tiga"
Chandra lalu memeluk anaknya erat,,,sangat erat dan kembali menangis.
"Ayah janji mulai saat ini ngga akan ninggalin kalian lagi, kita akan tinggal sama-sama, Ayah yang akan jagain kalian semua" sejak di dalam ruangan Dokter, Chandra sudah bersumpah pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah jauh dari kehidupan keluarganya, meski ia tau Cahaya pasti menolak namun ia tidak perduli. Sejak awal ia tidak pernah berniat ingin menikahi Siska meski itu darah dagingnya
Sekuat apapun pengaruh Ayahnya ia tak perduli , ia akan menjadi lelaki brengsek untuk keluarga itu !!!
"Beneran Ayah janji ?" tanya Ayudia memastikan
"Ia sayang Ayah Janji" sambil menautkan jari kelingkingnya ke Ayudia.
"Yeeiiiyyyy,,,,bahagianya Ayudia saat ini " gadis itu melompat girang.
Chandra kemudian menggendong Ayudia menuju ke tempat Cahaya duduk karena mereka berdua baru saja pulang dari apotik untuk menebus vitamin.
Di Saat menunggu Chandra ke apotik untuk menebus obat, tiba-tiba Siska muncul di sana.
Tak di nyana rupanya Tuhan kembali mempertemukan Cahaya dan Siska di karenakan Dokter yang terdahulu sedang cuti berangkat umroh dan Siska tidak sreg dengan Dokter pengganti makanya ia juga memilih pindah Rumah Sakit dan ternyata sama dengan Dokter Cahaya barusan.
Keduanya sama-sama kaget, tapi Siska tersenyum meremehkan karena mengira Cahaya hanya ke Dokter di temani seorang lelaki kecil yang tak lain adalah Raka.
"Wah..wah...coba lihat siapa ini ? Calon mantan instri calob suamiku Ayah dari anak yang aku kandung...ck..ck.ck..." ucap Siska mengejek.
__ADS_1
Sumpah demi apapun rasanya Cahaya pengen nimpuk kepala Siska pake sendal jepit kesayangannya.