
"Apa? jangan ngaco kamu Shin. Ngga mungkin itu anak gue, lagian waktu itu loe udah minum obat pencegah kehamilan. Mana mungkin loe bisa hamil anak gue sih ?? Jangan mengada-ada kamu yah"
Roni kaget ketika di panggil oleh Shinta dan memilih berbicara di dalam mobil Roni agar tidak ada yang bisa menguping pembicaraan mereka.
Dan sesuai dugaan Shinta, Roni tidak mengakui anak nya sendiri
padahal sudah lama Shinta ngga berhubungan sama cowok lain dan terakhir ia melakukannya bersama Roni sebulan lalu.
"Aki juga bingung Ron, tapi sumpah aku ngga pernah ngelakuin sama cowok lain Ron, cuma sama kamu terakhir itu " Shinta sesenggukan
"Ron, please kamu harus bertanggung jawab, ini anak kamu Roni..hik..hik..hik...please" Shinta menangis .memohon kepada Roni sambil mengatupkan kedua tangannya.
Tiba-tiba...
Tok
Tok
Tok
Pintu kaca mobil Roni ada yang mengetuk, dan ketika Roni membalikkan kepalanya ia mendapati seorang wanita paruh baya dengan menggunakan baju gamis.
Wanita tersebut adalah ibu Maya, ia mengikuti Shinta sampai kampus karena ingin melihat seperti apa Ayah dari anak yang di kandung oleh putrinya.
Ia lalu menggerakkan kepalanya menyuruh Roni keluar.
Shinta yang melihat ibunya pun kaget.
"Itu Ibu aku, please Roni turun dulu sepertinya ibu mau bicara sama kamu" pinta Shinta sendu.
__ADS_1
Akhirnya Roni pun keluar dari mobil. Namun ia menyuruh Ibu Maya naik ke mobilnya sebelum ada yang melihat dan akan menaruh curiga padanya.
"Naiklah Bu, kita bicara di tempat lain" Ucap Roni
Disinilah mereka di sebuah warung makan, Roni memilih tempat yang agak privasi karena tidak ingin satupun yang mendengarkan pembicaraan mereka. Takut kejadian rencana untuk menjebak Cahaya dan Chandra waktu itu gagal karena ada yang mendengarnya kemudian akhirnya mereka berada di situasi yang sulit seperti sekarang.
"Nak Roni tentu tahu apa yang sudah terjadi pada Shinta sekarang, ia mengandung tanpa suami. Dan kami selaku kedua orang tua Shinta tentu sangat malu atas apa yang terjadi pada putri kami. Jadi ibu harap nak Roni mau bertanggung jawab atas kehamilan Shinta" ucap Ibu Maya panjang
"Bagaimana mungkin saya yang harus bertanggung jawab, jikalau saya sendiri tidak yakin bahwa anak yang di kandung oleh Shinta adalah anak saya bu ?" Roni masih tetap mengelak
"Shinta bercerita pada Ibu, bahwa ia hanya melakukannya pada nak Roni, jadi tentu saja Ayah dari bayinya adalah kamu"
" Perlu ibu tahu, anak ibu ini hidup dalam pergaulan bebas, jadi bisa saja ada laki-laki lain selain aku" ucapan Roni bagaikan petir di siang bolong bagi Ibu Maya.
Ia menahan amarahnya karena tidak ingin menciptakan keributan disini. Dan Shinta hanya menunduk lesu, air matanya luruh karena memang apa yang di katakan Roni itu benar. Sebelum Roni ia pernah berhubungan badan bersama dengan kekasihnya yang dulu.Akan tetapi ia yakin 100 persen, anak yang di kandungnya adalah anak Roni.
"Ibu tidak akan memaksa kamu bertanggung jawab jika tidak mau. Dan ibu juga tidak akan mengijinkan Shinta untuk menggugurkan kandunganya karena walau bagaimanapun bayi itu tidak berdosa dan dia adalah darah daging saya juga, tapi jika suatu saat kami dapat membuktikan bahwa ia adalah anakmu jangan pernah berharap untuk menemuinya, karena sejak hari ini ibu anggap Ayahnya sudah meninggal !!!" Ibu Maya berucap dengan suara bergetar menahan emosi.
Deg !!!
Entah kenapa perasaan Roni tidak karuan mendengar pernyataan ibu Maya barusan.
" Kami pulang dulu nak Roni, hiduplah denga baik.. Cukup anakku yang kamu hancurkan masa depannya" ucap Ibu Maya menasehati.
Ia memilih untuk tidak mendesak Roni, karena baginya adalah sesuatu yang di paksakan pun hasilnya akan tidak baik nantinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menemani anak semata wayangnya untuk melewati masa sulit ini.
"Ayo Shinta kita pulang, tidak perlu kamu mengemis pada lelaki tidak berhati sepertinya !!" ajak Ibu Maya
Mereka pun meninggalkan Roni yang sedang galau.
__ADS_1
sesampainya di rumah, kembali Shinta di interogasi oleh ibunya.
"Kamu tau kenapa ibu tidak ngotot meminta pertanggung jawaban Roni tadi ?" tanya Ibu Maya
Shinta menggelang tapi ia menunduk karena tak berani menatap wajah garang ibunya saat ini.
"Pertama, karena ibu pun ragu apakah benar ia bayi pria itu atau bukan ?
"kedua, karena ibu seperti kehilangan harga diri ketika mengetahui bahwa dia bukanlah pria pertama untukmu!!
" Dan yang ketiga, ibu dan ayah sudah gagal menjadikanmu wanita baik-baik..ibu malu Shinta...malu !!!
Air mata wanita tegar itu akhirnya luruh juga,,,
"Apa kurangnya kami sebagai orang tua kamu nak,, apa ??" isakan tangis perih ibu kini terdengar di rumah sederhana itu.
"Sekarang kamu ceritakan pada ibu, apa yang kamu lakukan selama ini dan kenapa kamu bisa hamil anak Roni ?" pinta Ibu
Dengan rasa ragu dan takut yang menggerogotinya Shinta lalu menceritakan semua pada ibunya apa yang ia lakukan selama di Kalimantan dan mengapa ia bisa terjebak di situasi seperti ini.
Setelah mendengar pengakuan putrinya, Ibu Maya pun kini tak sanggup menahan luka dalam hatinya.
Tanpa berucap apapun, ia berlalu meninggalkan Shinta menuju kamar dan menguncinya dari dalam.
Ibu Maya menangis sejadi-jadinya ia benar-benar di buat terluka oleh anaknya.
Shinta pun hanya bisa diam dan pasrah menerima karma dari perbuatannya sendiri.
Perlahan ia masuk ke kamarnya, lalu menguncinya juga. Rasanya ia ingin bunuh diri saja tapi takut mati.
__ADS_1
Kedua orang tuanya sudah sangat kecewa atas kelakuannya. Sungguh ia sangat merasa bersalah