CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 49 CURHAT KEPADA MAMA & RANI


__ADS_3

Cahaya mengucek baju kerja itu dengan amarah yang membuncah, caranya mengucek bagai anak gadis yang sedang marah-marah ketika di suruh sesuatu oleh ibunya.


Kalau biasanya anak gadis yang di suruh melakukan pekerjaan rumah tangga, bibirnya akan maju sejauh sepuluh centi ( persis kayak author pas jaman SMP gituhhh...🤣🤣🤣 )


Tapi kalau ini Cahaya mengucek baju dengan derai air mata, hatinya begitu sakit jika mengingat suaminya tak pulang semalaman belum lagi bau wangi parfum mahal yang menyengat hidung.


"Apa yang sudah kamu lakukan semalam Bang?...hik !!" bathin nya namun air mata sudah menganak sungai.


Ia sengaja memberi detergen yang banyak agar bau wangi itu hilang dan mencoba menetralisir semuanya dengan berpikir bahwa semalam suaminya pulang kok...!!! tapi tak semudah itu...ia cemburu, hatinya sakit !!


Chandra yang sedari tadi menunggu Cahaya selesai mencuci baju berharap segera masuk kamar seperti biasa Cahaya akan memijit tubuhnya yang lelah karena aktifitas kantor yang semakin menumpuk namun sudah hampir 30 menit istrinya masih belum menampakkan diri. Perlahan ia masuk ke dapur dan melihat wanita itu sedang mengucek baju tapi di sertai dengan isakan.. Yah Chandra semakin merasa bersalah di buatnya.


" Ya' ke..kenapa kamu mencuci baju selama itu, padahal kan hanya sepasang..mendingan masukin aja ke mesin cuci sekalian kamu cuci dengan baju yang lain.


"Abang istirahat aja, Aya' lagi sibuk,Jangan di ganggu !!" ucap Cahaya


Chandra yang merasa bahwa istrinya sedang galau, akhirnya memilih untuk masuk ke kamar dan mengistirahatkan diri dan pikirannya yang sedang kalut.


Ia membaringkan tubuh di atas kasur empuk miliknya dan Cahaya,,,


" Aku harus bagaimana sekarang ? Semua sudah terjadi. Kalau sampai ini ketahuan yang terluka buka hanya Cahaya, anak-anak dan Ayah Bunda pun pasti akan kecewa dengan ku !!! Ya Allah tolong bantu hamba"


Selesai menjemur baju kerja Chandra, Cahaya lalu melanjutkan memasak untuk suaminya karena sepertinya Chandra tidak akan ke kantor hari ini.


Ia kemudian menyiapkan makan siang di atas meja, lalu mandi...tak lama ia sudah rapi seperti akan keluar rumah.


Melihat Chandra masih lelap dalam mimpi indahnya ia lalu mendekati suaminya dan duduk di sisi tempat tidur mengusap pipi sang suami dengan pelan, ia takut suaminya akan terbangun.


" Kamu lelah banget ya Bang ??" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.


"Makan siang sudah siap, aku keluar dulu " ucapnya lagi lalu meraih tangan suaminya dan menciumnya.


Selepas itu ia lalu keluar dengan menggunakan motor matic kesayangan. Tujuan utamanya adalah kuburan orang tuanya.

__ADS_1


Cahaya Memasuki area pekuburan yang sepi lalu menghampiri kedua makam orang tuanya yang berdampingan.


" Assalamu alaikum pak, Mah...Aya kangen deh sama kalian " ucapnya lirih sambil menabur bunga dan menyiram makam kedua orang tuanya.


"Aya minta maaf baru bisa datang nengokin, soalnya Aya' sibuk sama tugas negara..hehehe. Urus suami dan anak, tapi Aya bahagiaaaaa banget tau Mah. Aya benar-benar merasa jadi wanita hebat sama seperti Mama dulu" ucapnya lagi.


"Tapi Mah,,,Bang Chandra kayak nya ada wanita lain dalam hidupnya. Aya sedih tau Mah...kok bisa sih yah ? kurangnya Aya apa coba? Apa Aya' ngeselin kali ya Mah?atau.Abang udah mulai bosen sama aku ???...haaahahhh entahlah, Aya juga bingung tapi semoga saja ini ngga betul"


" Aya sekarang mau ketemu Rani, mau curhat hehehe...Aya pamit ya Pak,,,Mah...Assalamu alaikum"


Pamitnya lalu mencium kedua nisan kedua orang tuanya dan beranjak pergi.


Sementara itu....


",,,ah,,,ah,,,ah,,,Dion,,ah,,,ah,,," ******* itu terdengar sangat hebat di ruanga kerja Dion sang CEO kafe....


",,,ahhhhhh,,,,," Dion dan wanita itu telah sampai pada puncak klimaksnya. Dion lalu beranjak dari atas tubuh wanitanya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tak lama setelah selesai bergantian wanita itu yang membersihkan dirinya.


Wanita itu adalah Rani, hubungan mereka sekarang sangat dekat saking dekatnya mereka sudah biasa melakukan hubungan suami istri jika ada kesempatan.


Tab...tab...tab... Langkah kaki seorang wanita masuk ke kafe tempat Rani bekerja.


Kata sang pelayan tadi Rani masuk ke ruangan Direktur, dan belum keluar sampai sekarang.


Wanita itu adalah Cahaya, ia menelpon Rani dan menyampaikan bahwa sedang berkunjung di kafe nya.


Lalu Rani segera keluar dari ruangan Dion, beruntung aktifitas panas mereka sudah selesai.


"Ya' sorry aku lagi meeting sama Dion mengenai perkembangan kafe " ucap Rani berdusta


Cahaya tersenyum


" Benerin dulu tuh rambut kamu, bawa kedepan sedikit. Biar tanda merah keunguan hasil dari

__ADS_1


" kesepakatan meeting" kalian tak bocor oleh kompetitor.


Rani di buat malu jadinya, emang dia ngga akan pernah bisa bohong sama sahabatnya yang satu ini.


" Gimana rasanya ?? Enakan jaman daddy nya Isabelle atau calon papa ?" tanya Cahaya kemudian


"hehehe...maklumin aja lah Ya' soalnya udah lama nganggur takut karatan !!!...xixix" ucap Rani asal.


Cahaya sedikit teehibur akan bualan Rani. Meski hatinya masih sakit.


" Ada apa Ya' tumben kamu kemari ? Ngga bawa anak-anak pula" tanya Rani mulai serius


" Anak-anak di rumah kakek neneknya, aku kesini pengen curhat sama kamu" ucap Cahaya kemudian


" Semalam Bang Chandra tak pulang, dan begitu ia pulang bajunya bau wangi parfum mahal" ucapnya lirih


" Aku yakin itu parfum Siska, bau parfum yang selalu sama ketika kita masih sekolah dulu" lanjutnya lagi


"Lalu apa jawabnya pas kamu tanya?" tanya Rani kemudian


"Ia berbohong Ran..hik...Bang Chandra udah mulai pintar bohong sama aku" balas Cahaya menangis.


Rani yang tadinya berada di seberang meja Cahaya kini berpindah ke samping sahabatnya itu, sungguh ia iba melihat keadaan Cahaya karena sedikit banyaknya Rani sudah tau kelakuan Chandra dan Siska, bahkan Rani juga tau kalau mereka berdua sudah ada apartement.


"Ya'... sebelumnya maafin aku yah, sebenarnya dari Dion aku juga tau kalau Siska dan Chandra memiliki apartement tempat mereka berdua istirahat jika sedang lelah, dan apartemennya dekat dengan Elang" ucap Rani.


Sebenarnya ia tak mau mengatakan ini pada Cahaya. Tapi ia juga ngga mau menyembunyikan apapun sekarang.


Deg,,,,! Hati Cahaya semakin sakit mendengarnya


"menurut kamu jika mereka sedang berdua disana, apa yang mereka lakukan ya Ran ?" Cahaya bertanya begitu polosnya tapi air matanya sudah seperti anak sungai disana.


"Bang Chandra tega ya Ran...hik..hik..." Cahaya semakin terisak menyandarkan kepalanya di bahu Rani

__ADS_1


Rani hanya bisa menenangkan sang sahabat dengan memeluknya.


"Kamu yang sabar yah,,," ucap Rani menenangkan


__ADS_2