CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 12 CHANDRA AKAN JAGAIN CAHAYA


__ADS_3

Setelah pulang sekolah, Cahaya dan Ibu Khadijah akhirnya ke dokter dengan menggunakan angkutan umum


setelah di periksa oleh dokter akhirnya Cahaya dan Ibu Khadijah sekarang berada di ruangan Dr. Sisil ahli penyakit dalam tempat mereka selalu memeriksakan kondisi Ibu Khadijah


Di ruangan Dokter Sisil 


"Jadi begini bu, setelah melalui beberapa rangakaian pemeriksaan bisa saya simpulkan bahwa keadaan ibu sedang tidak baik-baik saja. akan lebih bagus jika ibu di rawat di rumah sakit  untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik" Ujar Dokter Sisil


"Dokter untuk saat ini berikan saja obat apa yang bisa saya minum untuk memperlambat pertumbuhan penyakit dalam tubuh saya karena dari segi ekonomi kami belum memiliki uang untuk di rawat di Rumah Sakit" Ujar Ibu Khadijah dengan wajah sedih


Jangan lupakan Cahaya seketika wajahnya begitu sendu mendengar penuturan Dokter, ia sangat sedih dari mana akan mendapatkan uang untuk perawatan ibunya yang tentulah tidak akan sedikit. membawanya periksa ke Dr. Sisil saja ia harus menabung untuk beberapa hari.


"Baiklah bu, sekarang saya akan resepkan beberapa obat untuk di tebus, tapi ini tentu tidak akan banyak membantu mengingat kondisi ibu sudah seharusnya membutuhkan perawatan yang lebih baik"


Dr. Sisil langsung menuliskan resep untuk mereka tebus dan memberikannya kepada Cahaya


"Tebuslah obat ini semoga ibumu bisa segera sembuh, dan untuk kali ini biaya konsultasi akan saya bebaskan kalian tidak perlu membayarnya pakailah untuk menebus obat yang saya resepkan "Dr. Sisil tersenyum kepada Cahaya dan Ibu Khadijah


"terima kasih Dokter semoga Dokter sehat selalu, hidupnya menjadi berkah " Ujar Cahaya


"Terima kasih " kembalki Dr. Sisil tersenyum kepada Cahaya


Setelah itu mereka berduapun meninggalkan ruangan dokter dan ke apotik untuk menebus obat. Beruntungnya Dr Sisil menggratskan biaya konsultasi sehingga uang Cahaya cukup untuk menebus semua obat Ibunya.


Setelah selesai mereka pun beranjak pulang ke rumah dengan menggunakan angkutan umum.


Sesampainya di rumah, ternyata Chandra sedang menunggu mereka di teras


"Lho Abang kok ada di rumah, dari tadi nak ?" tanya Mamah

__ADS_1


"Ngga juga mah barusan kok, Chandra hanya di suruh Bunda membawa lauk untuk mama dan Cahaya buat makan malam kalian" jawab Chandra sopan


"Duduk dulu nak, Mamah mau bicara sama nak Chandra sebentar" Ujar Ibu Khadija


cahaya yang merasa bahwa ibunya ingin berbicara penting dengan Chandra memilih untuk masuk ke dalam rumah berganti baju dan mengambil minum untuk Chandra. Bisa saja ia menguping akan tetapi dia tidak berani melakukan itu karena firasatnya sudah tau bahwa lagi-lagi sang mama akan menitipkannya pada Chandra.


Kembali hatinya mencelos dan memilih untuk masuk kedalam rumah tanpa mengatakan apapun. Chandra bisa melihat itu semua akan tetapi ia lebih memilih duduk dan membiarkan apa yang akan di katakan oleh Ibu Khadijah.


"Mau bicara apa mah ?" tanya Chandra


"Nak, mama titip Cahaya yah ,, selain mamah ia hanya punya kalian, kamu dan orang tuamu. tolong jagain Cahaya dan pastikan jika suatu saat ia akan dekat dengan seorang lelaki tolong mamah pastikan bahwa laki-laki tersebut adalah orang baik dan mencintai Cahaya dengan sepenuh hatinya pastikan bahwa dia tidak akan pernah mempermainakan Cahaya" ujar mama sedih


"jika suatu saat mama pergi tolong sayangi ia selayaknya seorang kakak terhadap adiknya " Lanjut Ibu Khadijah lagi


"Jika ia berbuat salah, tergurlah ia nak " Lanjuttnya lagi


"Alhamdulillah nak,,mama senang dengarnya. Kamu dan orang tuamu sungguh keluarga yang begitu bersahaja semoga kalian di beri umur yang panjang dan kesehatan serta rezeki yang melimpah " Ibu Khadijah tersenyum kepada Chandra


"Amin,,,,"


Ibu Khadija merasa lega sekarang, setidaknya jika perjuangannya telah selesai dan saatnya tlah tiba ada yang akan melindungi putri cantiknya


Tak lama kemudian Cahaya pun keluar dengan air putih di nampan


"Maaf bang adanya cuma air putih, gulanya abis "Cahaya berucap sambil tertunduk malu karena hanya bisa menyiapkan air putih padahal tamunya udah nungguin dari tadi  bawa lauk lagi, sungguh tuan rumah yang tak tau diri pikirnya


"Ngga papa Ya' rumah abang kan dekat ngga sejauh itu juga kali jalan kesini doang mah" Chandra terkekeh dan sedikit gemes dengan tingkah Cahaya saat ini.


"Ya udah nak, diminum airnya mama mau istirahat dulu" pamit mama

__ADS_1


"Iyya mah, istirahat aja dulu "


"Bentar ya bang, Cahaya anterin mama ke kamar dulu " izin Cahaya pada Chandra


"Iya.." Jawab Chandra


Saat Cahaya mengantar ibunya ke kamar, Chandra pun menengadahkan pandannganya ke dinding rumah tersebut. terdapat foto masa kecil mereka yang rupanya masih tergantung rapi di disana.


ia lalu berdiri dan melihat foto itu kemudian tersenyum ingatannya kembali berputar ke masa kecil mereka yang ceria tanpa beban. Chandra yang selalu melindungi Cahaya dalam keadaan apapun


Tak terasa kini mereka sudah berusia hampir 19 tahun. ia bertekad akan selalu ada untuk cahaya serta melindunginya


Tak lama kemudian Cahaya keuar kamar dan melihat Chandra memandagi fhoto kecil mereka


"Bang..?"


"Eh Iya Ya' mama sudah istirahat ?" tanya Chandra kaget


"Udah bang, di minum dulu airnya "


Setelah meminuma air yang di suguhkan oleh Cahaya, Chandra pun pamit pulang


"Assalamu alaikum Ya'"


"Wa alaikum salam Bang"


hati-hati


***Kalau ada yang nanya kok Chanda manggilanya Mamah dan kok Cahaya ngga pake Lue-Gue jawabannya adalah keluarga mereka sudah sangat dekat sedari kedua orang tua itu masih remaja dan untuk Cahaya merasa lebih nyaman jika hanya mengucapakan kata  Aku & Kamu. sisanya terserah Author xi\,\,xi\,xi\,\,\,***

__ADS_1


__ADS_2