CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB : 48 SAKIT HATI CAHAYA


__ADS_3

Setelah Chandra meninggalkan kamar terkutuk itu dengan terburu-buru, Siska lalu perlahan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelahnya ia kembali merebahkan tubuhnya karena masih merasakan lelah dan sakit yang luar biasa akibat perbuatan Chandra semalam.


jika ada yang melihat Siska saat ini pasti akan berpikir Putri Tidur Yang Gila !! pasalnya ia tertidur namun senyumnya tak berhenti mengembang di bibir mungilnya.


Ia memang menang telak sekarang. Sebentar lagi ia akan bersenang - senang di atas penderitaan orang lain dan ia tak perduli jika nantinya ia akan di cemooh oleh banyak orang. Ia hanya ingin bahagia bersama cintanya. Tanpa menyadari bahwa cinta tidak bisa di paksakan. Sekuat apapun ia mencoba menggaet Chandra di sisinya tapi jika hati itu bukan miliknya maka rasa sakit akan tetap terasa.


Sementara itu, Cahaya sungguh khawatir karena sejak semalam rupanya suaminya tak pulang. Ia yang terbangun saat adzan berkumandang tak melihat suaminya di sisinya. Ia lalu keluar melihat di garasi, mobil Chandra pun tak ada.


Ia menghubungi handphone Chandra namun tak di angkatnya karena saat itu ia masih terlelap di samping Siska.


Ia membuang ke khawatirannya dan menenangkan dirinya dengan berdzikir setelah Shalat subuh, meskipun kegelisahan itu masih tersisa. Ia mencoba untuk berpikir positif bahwa mungkin mereka sedang keluar kota namun suaminya tidak sempat menghubungi karena terlalu sibuk. Selesai shalat subuh ia lalu membangunkan anak-anaknya yang masih tampak tertidur pulas karena semalam mereka berdua menunggu Ayahnya pulang. Namun hingga kantuk menyerang Chandra belum juga datang. Akhirnya Cahaya mengajak anaknya tidur karena sudah larut malam.


Cahaya langsung pulang setelah mengantar anak-anak nya kesekolah karena orang tua Chandra yang akan menjemputnya dan membawanya ke rumah mereka. Sesampainya di rumah Ia melihat mobil baru pemberian perusahaan telah terparkir di halaman.


Setelah memarkir motor matic yang di belikan suaminya untuk mengantar jemput anak-anak, ia lalu terburu-buru masuk ke dalam rumah untuk menemui suaminya meminta penjelasan kemana saja dia semalam tak pulang, namun sesampainya di kamar Cahaya mendengar suara gemercik air yang berasal dari kamar mandi. Hatinya mendadak tidak enak.


Lalu kemudian matanya melihat baju kemeja dan celana bahan yang di gunakan Chandra kemarin hari untuk bekerja teronggok pasrah di lantai kamar.


Cahaya memungutnya dan berniat untuk menyimpan di keranjang baju kotor, akan tetapi aroma wangi parfum wanita begitu kuat menguak di kemeja abu-abu milik suaminya. Ia lalu memastikan dengan mengendus kemeja itu dan ternyata betul !! Chandra yang sama sekali tidak suka menggunakan parfum namun sekarang tiba- tiba baju itu begitu wangi dengan parfum yang tampaknya begitu mahal.


Tes,,,,!! Air mata seketika jatuh dari kedua mata indahnya. ia meremas baju itu menahan rasa sakit yang ada di hatinya saat ini.

__ADS_1


Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka. Chandra keluar dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian pinggang hingga lutut serta handuk kecil untuk menggosok rambutnya yang masih basah.


Cahaya menatap suaminya begitu kagum namun sakit !!!


"Lho Ya' kamu udah pulang ? Anak-anak mana? " tanya Chandra menutupi kegelisahan hatinya.


Entah kenapa pandangan mata Cahaya begitu menusuk kali ini. Tampak bola mata indah itu kembali berkaca-kaca.


Cahaya menunduk sesaat lagu mendongak dan mengambil nafas panjang untuk menahan emosinya agar tak meledak !!!


Ia harus menghadapi masalah ini dengan tenang meski hatinya sudah sakit.


"Ada yang abang bisa jelasin sama Aya sekarang ?" Cahaya bertanya pelan


Dan ia Berdusta !! Bagaimana mungkin ucapan itu mengalir begitu saja dari mulut pria itu. Demi menutupi Skandal yang ia lakukan semalam ia rela berbohong sehebat itu pada wanitanya.


" Lalu bau wangi parfum di baju abang ini, bisa abang jelasin ? Setahu Aya' abang ngga suka tuh pake parfum. Wewangian yang ada di baju abang hanya yang Aya' pakai saat menyetrika baju Abang.." cecar Aya'


Ia memang bukan orang kantoran yang ngga tau apakah orang bisa meeting hingga jam 2 malam ? Tapi saat ini ia menggunakan nalurinya sebagai seorang istri, dan nalurinya mengatakan bahwa yang tadi itu bohong.


"I...itu semalam sekertaris kami nyaris jatuh di samping aku, reflek aku topang tubuhnya agar tidak terjatuh ia nyaris saja mempermalukan kami dan mungkin karena itu bau wangi parfumnya nempel di baju Abang " lagi dan lagi Chandra berbohong.

__ADS_1


Cahaya tersenyum lalu perlahan mendekati suaminya dan tersenyum begitu manis.


" Abang ngga lupa kan kalau Aya' bukan hanya cantik tapi juga pinter ? Sepinter-pinternya Abang, masih jauh lebih pinter Aya' Bang. Prestasi Abang belum pernah bisa ngalahin Cahaya!! Kalau begitu mari kita sama-sama berpikir. Jika klien Abang berasal dari luar negri, tentu ia bukan dari perusahaan ecek-ecek khan ? Dia pasti perusahaan raksasa, masa iyya sih meetingnya di kantor kalian ? dan kalau memang ia akan naik pesawat di pagi hari. Kenapa meetingnya ngga di hotel aja ?? Kan selesai meeting beliau bisa langsung beristirahat dikamar agar keesokan harinya ia tidak telat. Lalu wangi parfum ini, seberapa lama sekertaris itu menempelkan tubuhnya sama Abang sampai-sampai bau wangi ini seperti berpindah tempat ke kemeja Abang, dengan gerakan refleks kamu yang menopang dia. Pasti ia akan segera melepaskan diri dari Abang karena ia akan takut lebih lama berdekatan dengan Asisten Pribadi sang Direktur cantik !!!, saya tau ini parfum mahal Bang...sekertaris kamu akan berpikir sepuluh kali untuk memilikinya" cecar Cahaya menahan emosi


Chandra di buat kaget akan penuturan istrinya. ia tak berkutik tak mampu membalas apapun, pikirannya tiba-tiba buntu tak selancar ketika mengarang cerita.


Rupanya menjadi ibu rumah tangga, tak mampu mengurangi kecerdasan yang di miliki istrinya itu.


"Ya' Abang..." Chandra mencoba berbicara meski ia tak tahu apa yang akan di katakanya.


Bersyukur Cahaya memotong ketika suaminya akan berbicara.


" Pakailah baju abang dulu, lalu beristirahat. Abang pasti lelah semalaman meeting di kantor " Cahaya berbicara sambil mengambil baju suaminya di dalam lemari.


Setelah baju rumahan itu sudah di tangan Chandra.


" Aya' hanya ingin mengingatkan pada Abang satu hal. Aku sudah mengorbankan segalanya demi rumah tangga kita meski tak seharusnya aku melihat itu sebagai pengorbanan karena aku sadar kodratku sebagai seorang istri dan seorang ibu, tapi tolong kamu hargai apa yang sudah aku lepaskan . Asal Abang tau saja, aku akan berusaha menahan rasa sakit dan sesak yang sepertinya sudah mulai kamu ciptakan. Tapi yang aku pikirkan adalah perasaan anak-anak, aku ngga sanggup melihat mereka terluka karena kelakuan kamu" ucap Cahaya kemudian.


Ia lalu mengambil pakaian "terkutuk" itu dengan niat ingin me ncucinya sebersih mungkin tanpa di campur oleh pakaian lain.


Ia meninggalkan Chandra yang masih mematung.

__ADS_1


Ia pun bingung bagaimana menjelaskan kepada Cahaya akan peristiwa semalam. Bukankah itu akan memberi luka bagi istrinya?


Hingga hari ini ia masih takut kehilangan Cahaya. Wanita itu menempati posis teratas di hatinya selain Bunda.


__ADS_2