
Hampir tiga bulan Chandra menjabat sebagai asisten pribadi Siska, semakin hari mereka pun semakin dekat dan tanpa Chandra sadari hari demi hari bersama Siska serta sikap gadis itu kepadanya yang nyaris tampak seperti bukan seorang direktur terhadap bawahan membuat Chandra bagai terbawa perasaan.
Mereka sering kali menemui kolega di luar kota bersama...yah hanya berdua dan Chandra sebagai supirnya. Bahkan jika perjalanan itu harus di tempuh dengan naik pesawat agar lebih cepat tiba akan tetapi jika masih ada jalur darat maka Shinta lebih memilih naik mobil berdua saja dengan sang Asisten tercinta, dengan berangkat lebih cepat dari jadwal yang di tentukan. Gila memang, seorang direktur utama lebih memilih bersusah-susah untuk mendapatkan cintanya kembali.
Nampaknya pepatah bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian yang sedang di jalankan Siska saat ini.
Dan entah kenapa Chandra pun tidak mempermasalahkan semua itu. Sebenarnya hatinya juga kadang bimbang melihat itu sebagai tugas negara ataukah suatu cara yang tercipta agar ia dan Shiska harus selalu bersama.
Namun ia merasa nyaman juga dengan semua ini.
Siska yang baik, cantik, cerdas, serta lincah dan jangan lupa perhatian Siska kepadanya yang membuatnya semakin nyaman saja
Bahkan mereka baru-baru saja mendapatkan mega proyek di daerah Bandung yang menyebabkan mereka berdua sering ke Bandung naik Mobil mahal milik Shiska, kembali lagi hatinya di buat nyaman oleh Siska.
Lalu bagaimana dengan anak istrinya di rumah?
Setiap hari ia akan pulang malam setelah anaknya tidur, berbeda dengan Cahaya yang akan selalu setia menunggunya pulang. Ia memilih ruang tamu untuk menunggu sang suami pulang kerja, tak ayal ia akan tertidur disana.
Cahaya sang istri melayani suaminya dengan sepenuh hati..menyiapkan air hangat untuk mandi dan terkadang harus memasak ulang agar suaminya memakan makanan yang masih baru.
Hampir setiap hari Chandra melewatkan sarapan bersama keluarga kecilnya karena panggilan tiba-tiba oleh si Bos Cantik.
Kedua anaknya sedih melihat perubahan sang Ayah. Terutama Ayudia ia sangat rindu akan sosok Ayah yang begitu hangat seperti dulu. Bercanda dan bermain serta belajar bersama. Akan tetapi nyaris tiga bulan terakhir semua itu tidak pernah lagi mereka lakukan. Dalam seminggu ia hanya akan bercengkrama dengan ayahnya hanya dua sampai tiga kali dan itu tak lama saat sarapan bersama saja.
__ADS_1
Yah,,,Siska yang mengetahui kebiasaan keluarga kecil itu pun seolah mengambil alih hidup bahagia sang pujaan hati bersama keluarganya.
Ia dengan sengaja memberikan pekerjaan berat terhadap Chandra akan tetapi tentu saja ia akan selalu disana menemani lelaki itu.
Pesona Siska memang tidaklah tanggung- tanggung. Perlahan Chanda seperti terhipnotis dengan segala perlakuan Siska. Separuh hidupnya seolah sudah di kuasai oleh gadis itu.
Tidakkah ia merasa rindu dengan celotehan sang Anak dan perhatian, kelembutan suara serta kecantikan sang istri ?? Jawabannya semua itu nyaris hilang dalam ingatannya.
Yahh...Siska sudah ada disana, bertengger di posisi paling atas !!!!
"Ayah, hari Sabtu nanti di sekolah Ayudia ada acara lhoo... Semua orang tua di harapkan kedatangannya. Nanti disana ada banyak perlombaan dan kami harus main sama para Ayah kami. Uuhhh... Pasti seru!!! Dan Ayudia yakin kalau kita bakalan menang soalnya kan Ayahku paling hebattt seduniaaa" sambil tangan mungilnya membuat lingkaran besar, jangan lupakan wajah bahagianya ketika menceritakan itu.
Cahaya dan Raka pun sama. Mereka yakin sang kepala keluarga akan mengabulkan permintaan putrinya seperti yang sudah-sudah.
Bahkan mungkin ketika acara sekolah kamu di adakan Ayah bakalan ada di Bandung untuk beberapa hari " ucap Chandra
Seketika Ayudia melepaskan sendok nasi gorengnya hingga menimbulkan bunyi nyaring di piring makannya. Matanya berkaca-kaca sambil menatap Ayahnya.
" Kenapa hati Ayudia sakit yah mendengar jawaban Ayah ? Mamah...hari ini dan nanti sehari sebelum acara sekolah tiba, tolong izinkan Ayu yah Mah...bilang aja Ayudia Inara Putri Dewa sakit" ucap Ayudia lalu masuk ke kamar jangan lupakan air matanya yang jatuh menetes ke pipi cubby nya.
"Padahal sedari tadi kami menunggu Ayah untuk membicarakan ini, sebelum ayah mendapatkan telpon mendadak dari bos Ayah, tapi sayang banget ya Yah.. Ayah ngga ada waktu lagi buat anak!!"
Jawaban Raka yang pedis sungguh membuat Cahaya pun ikut meneteskan air mata
__ADS_1
Pria kecil itu lalu meninggalkan meja makan begitu saja menyusul sang adik.yang menangis sesenggukan di kamar. Wajahnya di sembunyikan di bantal serta bahu yang bergetar hebat.
Raka lalu menarik bahu sang adik hingga Ayudia terbangun dan berbalik menatap kakaknya.
"Kenapa Ayah tega ya mas?? Hik..hik.." ucapnya sesenggukan.
Raka lalu menghapus air mata adiknya dengan kedua jempol tangannya. Lalu mengecup kening sang adik lalu kemudian menariknya dalam pelukan.
"Tahan air mata kamu, Mama ngga boleh lihat kita menangis, ia sudah terlalu lelah mengurus kita berdua juga Ayah, kita harus kuat seperti Mama yang tidak pernah lelah.
Kamu tunggu Mas Raka gedean dikit yah. Ntar mas Raka temenin ke acara sekolah" ucap Raka lirih
Ayudia pun dengan polosnya mengangguk
"Ia mas, ya tapi tumbuhnya jangan lama-lama yah. Nanti Ayudia juga keburu gede" ucap Ayudia polos
" Ia sayang" jawab Raka
Pelukan kakak beradik itu semakin erat.
Sementara itu di balik pintu kamar seorang wanita sedang mengahpus air matanya kasar. Ia pun tidak sebodoh itu yang tidak peka akan sikap suaminya akhir-akhir ini. Apalagi ia tahu jika Siska menyukai Chandra sedari dulu.
"Apa kamu sedang mencoba bermain Bang"?? Bathin Cahaya
__ADS_1
Firasat seorang istri memang tidak pernah salah yah readers !?!?!?