
Hari itu perusahaan di sibukkan dengan penyambutan anak Tuan Arman yang kabarnya akan menempati posisi sang Ayah yang sudah mulai ingin menikmati masa pensiunnya. Chandra pun turut andil dalam acara penyambutan itu, meskipun ia sama sekali tidak tahu menahu wujud anak dari sang Direktur yang memang tidak pernah sekalipun ia lihat meskipun hanya Fhoto, karena Tuan Arman memang sengaja tidak menyimpan Fhoto keluarga dalam ruangannya atas pemintaan Siska dengan alasan jangan sampai Chandra tahu bahwa ia sengaja di rekrut oleh perusahaan dan memiliki jabatan penting atas permintaan Siska sendiri.
Aula yang merupakan tempat penyambutan sudah didekor sedemikian rupa untuk menyambut Direktur baru mereka, sebagian besar dari mereka bertanya-tanya, apakah anak Bos mereka laki-laki atau perempuan, sama halnya Chandra ia berpikir bahwa anak dari Tuan Arman adalah seorang laki-laki.
tab,,tab,,tab,,,
Derap langkah kaki memasuki Aula tersebut, tampak tuan Arman yang pertama masuk kemudian di susul oleh Rocky orang kepercayaannya dan kemudian muncullah seorang Gadis cantik bertubuh mungil, dengan menggunakan celana kain berwarna hitam kemudian di padankan dengan kemeja putih dan blazer warna tosca, rambut hitam yang telah di potong sebahu di biarkan terurai begitu saja. Senyum indah itu terukir di wajahnya yang cantik, membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkesima. tapi tidak dengan Chandra....
Deg,,!! jantung Chandra seolah berhenti berdetak sejenak setelah mengetahui bahwa calon Direktur mereka yang merupakan anak Tuan Arman adalah seorang wanita terlebih lagi dia adalah Siska, wanita yang pernah ia lukai hatinya beberapa tahun lalu.
" Selamat pagi semuanya, terima kasih atas kehadiran kalian dan terima kasih juga atas penyambutan yang cukup meriah ini. Perkenalkan dia adalah putri saya satu-satunya namaya Siska Angela, dia yang akan menggantikan saya sebagai Direktur kalian, Meski begitu saya tetap akan berada di belakang layar untuk membantunya" Tuan Arman memperkenalkan Siska sebagai putri tunggal dan yang akan menggantikannya.
"Ayo sayang perkenalkan diri kamu" seru tuan Arman kepada putrinya
"Hai semua selamat pagi, senang bertemu kalian di tempat ini dan saya sangat berterima kasih atas sambutannya, sangat meriah sekali. seperti yang baru saja di sampaikan oleh papi saya bahwa untuk kedepannya saya akan menggantikan posisi beliau sebagai Direktur di perusahaan kita ini. Mohon kerja sama rekan-rekan semua untuk memajukan perusahaan ini bersama-sama..sekali lagi terima kasih" ucap Shinta tak lupa senyumnya yang begitu manis membuat para lelaki di ruangan itu merasa terhipnotis.
"Untuk selajutanya di harapkan kepada semua Manager memperkenalkan diri dan Divisi masing-masing agar putri saya tau kepada siapa ia akan memulai untuk belajar" uar Tuan Arman
Satu persatu para Kepala Divisi memperkenalkan diri mulai dari HRD, Keuangan, Logistik dan terakhir Divisi Penjualan yang selama ini di pegang oleh Chandra.
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Chandra Dewa, saya bekerja disini kurang lebih 2 Tahun dan di percayakan untuk memimpin Divisi Pemasaran" ucap Chandra berusaha tenang mengusai keadaaan meskipun sebenarnya hatinya sudah bertalu kencang sedari tadi.
" Apa kabar pak Chandra?" tanya Siska dengan senyum mautnya
"Ba.,,baik bu" ucap Chandra mulai gugup
"Pesona kamu memang tak tertandingi Chand, dari dulu hingga hari ini kamu tetap membuat hati saya bergetar hebat" bathin Siska
Setelah acara perkenalan selesai lalu semuanya bubar menuju keruangan masing-masing.
Sementara itu di ruangan Direktur
"Makasih Pih, papi memang terbaik untuk Siska, aku sayang Papi" ucap Siska sambil memeluk Tuan Arman
"Apapun akan Papi lakukan asal kamu bahagia nak" sambil mengelus surai indah anaknya
"Sekarang bilang sama Papi, apa yang akan kamu lakukan di awal ?" tanya Tuan Arman
__ADS_1
"Aku akan menarik Chandra sebagai asisten pribadiku Pih, itu adalah langkah awal yang akan aku lakukan. tapi Papi ngga perlu khawatir perusahaan ini akan tetap berjalan sebagaimana mestianya. Siska akan tetep profesional dan akan memajukan perusahaan yang sudah Papi bangun dari Nol ini" ucap Shinta lagi
"Papi percayakan semua padamu sayang, jika perlu bantuan Papi tidak usah sungkan dan kamu juga bisa meminta bantuan Rocky jika perlu. karena kerjanya tidak akan sebanyak dulu sejak kamu yang akan menghandle semuanya" kata Tuan Arman
"Baik Pih, terima kasih" ucap Shinta
Sesampainya di rumah rasa lelah Chandra tiba-tiba hilang ketika melihat ketiga orang yang di cintainya kini menyambutnya di pintu. Sang istri yang langsung mencium punggung tangannya lalu mengambil tas laptop milik suaminya, kedua anaknya Raka dan Ayudia yang berlomba bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan hari ini seperti tidak mau di kalahkan satu sama lain, sehingga Chandra gemas dan mencium pipi kedua anaknya secara bergantian kemudian menggelitiknya hingga kedua bocah tampan dan cantik itupun tertawa kerasa karena kegelian.
" Mas Raka,,Ayu udah yang sayang, Ayah lelah loh mau mandi dulu" ujar Cahaya
"Ok Mama" jawab Raka patuh
Namun lain dengan sang adik yang mode jailnya tiba-tiba muncul.
"Ohh...jadi Ayah belum mandi pantas saja dari tadi ada bau Acem " Ujar Ayudia sambil menutup hidungnya
"Ehh,,,,berani yaaa ledekin Ayah,,hemmhhh??" kekeh Chandra sambil kembali menggelitik putrinya
"Aaaaa...iyya..iyaaa,,,Ayuh ampun Yah,,,ampunnnn,,hahahahahaha " tawa gadis kecil itu menggelegar di dalam ruang tamu tersebut dan setelah berhasil melepaskan diri dari sang Ayah ia pun lari bersembunyi didalam kamarnya yang telah di cat menjadi warna pink dengan stiker bunga-bunga warna-warni kesukaannya.
Hati Chandra seketika menghangat melihat senyum indah istrinya, dan ia yakin bahwa senyum mekar Shinta tadi pagi tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan senyum yang istrinya persembahkan setiap hari.
Didalam kamar,,,
"Sayang hari ini di perusahaan Abang kedatangan Direktur baru " ucap Chandra sambil meggosok rambutnya dengan handuk.
"Oh yang abang bilang tadi kemarin itu yah?" jawab Cahaya sambil menyiapkan baju koko dan sarung shalat untuk suaminya.
"Dan kamu tau siapa orangnya ?" tanya Chandra
Cahaya pun menggeleng karena sama sekali tidak ada bayangan akan Direktur baru suaminya, yang ia tahu calon Direktur itu adalah anak dari Tuan Arman bos nya
"Dia Siska,,,,Siska Angela teman sekolah kita dulu, ternyata dia adalah putri tunggal Tuan Arman"ucap Chandra kemudian
Deg,,!!!
Cahaya kaget ia lalu terdiam karena entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak, ia merasa akan ada sesuatu yang besar akan terjadi atas kedatangan Shinta ini.
__ADS_1
"Ada apa hem?" Chandra memeluk istrinya dari belakang karena melihat Cahaya yang tiba-tiba menghentikan kegiatannya untuk mengambil baju sang suami di dalam lemari.
"Ah,,,ngga papa kok Bang " ucapnya tersenyum lalu berbalik memeluk suaminya
Tangannya di lingkarkan di perut berotot suaminya dan kepalanya di sandarkan di dada bidang itu
"Abang harus janji sama Aya' apapun yang terjadi Abang akan selalu ada buat kami " ucapnya sambil mendongak
Chandra lalu memegang kedua pipi putih mulus istrinya lalu mengecup bibir merah alami itu
"Kamu dan anak-anak adalah segalanya untuk Abang, tanpa kalian hidup Abang ngga ada artinya, jadi kamu ngga usah khawatirin apa-apa sayang. Abang sangat mencintai kamu dan anak-anak " ucap Chnadra tulus
Cahaya pun lalu tersenyum dan sedikit berjinjit untuk mensejajarkan bibirnya dengan sang suami lalu di kecupnya bibir itu. akan tetapi ketika akan melepaskan Chandra malah menahan tengkuk sang istri dan terjadilah perang lidah.
Tiba..tiba...tok..tok..tokk
"Ayah,,,Mamah waktunya Sahat Magribh" teriak si sulung Raka
Seketika mereka mengentikan kegiatan itu.
"Iyya sayang,,,Ayah lagi siap-siap, kalian tunggu di ruang Shalat yah " teriak Cahaya dari dalam kamar
"Oke mamah,," ucap Raka kemudian berlalu
"Anak kamu tuh sayang ganggu aja, ngga bisa liat orang seneng barang sebentar" ucap Chandra gemes akan kelakuan anaknya yang datang tak tepat waktu menurutnya
"Abang ih,,di ingetin Shalat malah ngedumel, Abang harus nya bangga memiliki kedua anak yang rajin ibadah" ucap Cahaya membela anaknya.
" Terima kasih sayang, semua karena kamu ,,I love you more and more" ucap Chandra sambil menambrakkan kedua hidung mancung mereka
"Ayaaaaahhhh,,,,Mamaaaahh mana sih, Isya dah mau lewat niihhhh,, kita belum Shalat Magrib loooo" teriak sang putri lengkap dengan mukena motif bunga-bunga kesuakaannya.
Lah bagaimana ceritanya waktu Mangrib aja masih ada , masa Isya sudah mau lewat aja sih.
Kedua pasangan muda itu pun terkekeh dengan ucapan putri mereka
"Anak kamu tuh bang, Isengnya sama !!" delik Cahaya pada suaminya
__ADS_1