CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 8 SISKA MENDEKATI CAHAYA


__ADS_3

Pagi hari di sekolah, tiba-tiba Siska muncul di pintu depan kelas Cahaya.


Cahaya sedang duduk di kursinya sendiri kebetulan Rani teman sebangku Cahaya sedang ke toilet.


"Hi Ya'...Loe lagi ngapain ?" ujar Siska ramah


"Hi Siska,,ngga lagi ngapa-ngapain lagi nunggu bel masuk aja " Cahaya heran ngga biasa-biasanya menyapa dia apalagi sampai samperin di kelas


"Oyah ini gue bawain kue buatan mamaku enak lo mamaku jago masak, Loe pasti suka deh " Siska menyerahkan tempat makan yang isi nya kue buatan mamahnyaa


"Makasih yah Sis ngga usah repot-repot gitu, aku udah sarapan tadi di rumah"


"Ngga papa buat Loe makan siang aja, soalnya gue jarang banget liat lo ke kantin "


Cahaya tersenyum dirinya membenarkan itu semua, bukannya tidak kepengen ke kantin dia hanya berhemat karena gaji yang di terimanya dari kerja di Warteg Ibu sari setiap hari di simpannya untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan mamahnya.


itu saja sebenarnya masih kurang banyak, meskipun ia sering membawa sebagian sisa jualan yang tidak habis untuk di makan di rumah bersama mamanya, jika masih ada sisa maka akan di simpan dan di panasi untuk sarapan keesokan harinya. seperti itulah kehidupan Cahaya dan ibunya.

__ADS_1


H. Abdullah dan istrinya juga sering membantu mereka untuk pengobatan Ibu Khadijah, tapi tentu saja mereka tidak bisa terus-terusan berharap kepada keluarga itu, mereka harus tetap berusaha sendiri agar dapat menyambung hidup dan biaya pengobatan Ibu Khadijah yang tidak sedikit.


"Makasih yah Sis, kamu baik banget kuenya bakal aku makan pas istirahat nanti " ucapnya sambil tersenyum


"Oke deh kalau gitu, gue ke kelas dulu ya..bye" pamit Siska


Kebetulan Siska dan Rani bertemu di depan pintu masuk kelas, Rani pun heran kok tumben-tumbenan Siska ke kelasnya nyari siapa coba?


"Siska ngapain Ya' ?"


"Nih,,," Cahaya menunjukkan kotak makan yang berisi kue pemberilan Siska kepada Rani


"Udaaahhh...orang berniat baik kok kamu malah mikir yang nggak-nggak sih, kita itu harus bersyukur lumayan aku dapat makan siang gratis dan kamu harus coba soalnya ini kebanyakan aku ngga bisa makan sendiri lagipula kayaknya enak deh" ujar Cahaya


"Ck,,loe tuh selaaalu aja berpikir semua orang itu baik, ngga semua bunga itu yang loe liat itu indah ketika di pegang, contohin aja tuh bunga mawar cantiknya Masya  Allah, tapi coba ketika loe pegang ada D U R I nya, kayaknya Loe mesti ati-ati sama yang namanya MODUS alias MODAL DUSTA !! " Rani mengingatkan sahabatnya tersebut


"Hush,,,udah ah ngomong sama kamu mah nambahin dosa tau ngga , niat baik orang jadi jelek dimata kamu" Cahaya tetap dengan senyum khasnya

__ADS_1


"Yeee,,nih orang di bilangin malah ngga percaya,,,serrah dech ah, mana coba kue nya gue mau cobain laper nih abis nyetor "


Cahaya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rani yang suak gemesin


"uummm...lumayan nih,,wenakkk juga bikinan si tante "


"Hah ? sejak kapan mama Siska jadi tante kamu ? " tabya Cahaya


"Hehehe,,,sejak gue cobain kuenya, not bad lah " sambil ngunyah kue Rani menjawab pertanyaan Cahaya


SISKA


Ngga sia-sia nih pagi-pagi gue paksa mama buat bikin kue untuk Cahaya, semoga aja dia suka karena mulai sekarang gue akan mendekati Cahaya biar Chandra semakin kagum sama gue.


Yah,,,gue akan menjadikan Cahaya sahabat gue karena kayaknya anaknya baik kok, ngga neko-neko


"Chandra Dewa, rasanya gue pengen ngelakuin semua hal buat bisa ngedapetin loe, gwe sayaang banget sama Loe Chand" Bathin Siska

__ADS_1


GOOD LUCK YA SISKA, SELAMAT BERJUANG


__ADS_2