
Seminggu kemudian, sesuai janji Tuan Arman papi Siska, semua berkas keberangkatan putrinya keluar negri telah selesai di urus termasuk tempat tinggal dan universitas tempatnya akan kuliah.
"Sayangnya papi, semua berkas kamu sudah selesai di urus, kamu tinggal pilih kapan mau berangkat. Toh kuliah kamu akan di mulai bulan depan juga" kata Tuan Arman
Ucapan papi mengagetkan Siska yang sedang berada di Gazebo taman belakang. Dirinya masih sedih atas kandasnya kisah cintanya.
"ia pi, terima kasih... Siska akan bersiap untuk segera berangkat " ucap Siska sambil tersenyum kepada Papinya
Tentu ia tak ingin menunjukkan kedukaan hatinya kepada kedua orang tuanya, meskipun kedua bola mata indah itu tidak mampu berbohong.
"Sayang, papi percaya kamu adalah anak yang kuat, papi juga percaya bahwa kamu pasti bisa melewati semua ini dengan mudah. Percayalah suatu saat kamu akan mendapatkan kembali apa yang sudah hilang dari genggaman" Tuan Arman memberi semangat kepada putrinya
" Ia pih, terima kasih selalu ada untuk Siska, aku janji suatu saat akan pulang dan membanggakan papi dan mami " Ujar Siska sambil memeluk papinya
"Loooo...kalian berdua di cariin malah mesra-mesraan disini,,ck ck ck..mami jadi seddih " Ny. Raya berkata sambil memanyukan mulutnya
Siska dan papi pun terkekeh dengan tingkah mami..
Siska buru-buru mengahapus air matanya, dirinya bersyukur bahwa kedua orang tuanya selalu akur dan tetap mesra meski usia mereka sudah tak muda lagi, terlebih Siska selalu mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari kedua orang tuanya.
"Ya udah yuk, kita makan siang dulu abis itu kita ngobrol lagi" ajak Ny. Raya
Akhirnya mereka bertiga beranjak ke ruang makan dan menyantap makan siang dengan lahap.
Di tempat lain di sebuah kampus ternama di kota Jakarta, Chandra dan Cahaya sedang melakukan pendaftaran ulang.
kebetulan mereka mendapat Beasiswa di kampus dan jurusan yang sama, jadinya mereka saat ini berdua melakukan pendaftaran itu tentu dengan harapan mereka bisa sekelas nantinya.
Dan keinginan mereka terkabul, Empat orang ini ternyata memang benar sekelas
empat orang itu adalah Chandra, Cahaya, Elang & Dion. Meskipun Dion dan Elang bukanlah anak beasiswa tapi hati mereka senang sekali karena ngga terpisah dengan Chandra.
"Bang, masih mau disini sama Dion & Elang ? Biar nanti Aya pulang naik Bus aja" Ucap Cahaya
"Ngga kok, abang udah mau pulang juga, tadi sama Ayah di suruh pulang cepat ngga tau kenapa" Jawab Chandra
__ADS_1
"Waaahhh... Loe ngga asik sekarang Bro, maen tinggal aje si' " Protes Dion
"Iya bang, Dion betul Abang nongkrong aja dulu, nanti Aya naik bus aja" Cahaya ngga enak karena ketiga sahabat sejati ini tidak bis main karena kehadirannya.
"Atau loe pulang bareng gue aja Ya'.. Tenang ajeee, motor gue keren kok ngga bakal malu-maluin " Ajak Elang dan langsung mendapatkan pukulan map di kepalanya oleh Chandra
"Ati-ati loe ye.. loe mau lotot lo pindah di jidat ?" Chandra mengancam
"Lagian loe juga sih bro di depan mata, bini sobat loe ajak selingkuh" Dion ikut-ikutan ngomelin Elang
"He..he..he.. Pissaa brooo" Cengirnya sambil menaikkan kedua jarinya
"Ya udah gue cabut dulu ya. Sampai ketemu besok" Chandra pamit kepada Elang dan Dion
Setelah itu Dion dan Elang pun memilih untuk pulang saja. Karena merasa ngga ada lagi yang perlu di lakukan di kampus, lagian kebiasaan nongki bertiga udah jadi tradisi mereka sejak 3 tahun lalu. Kurang salah satu dari mereka aja serasa ada yang hilang.
Sesampainya di rumah orang tua Chandra, mereka berdua di ajak keruang tamu oleh H. Abdullah dan ibu Aminah.
"Bang, ini Ayah hadiahkan kalian berdua mobil untuk di pakai ke kampus dan urusan lain, tolong di jaga dengan baik ya " Ucap Ayah sambil meletakkan kunci mobil di hadapan Anak dan menantunya.
"Terima kasih Yah, seharusnya ngga perlu melakukan ini, Chandra masih ada motor yang bisa di pakai" Ucap Chandra
"Heh,,,kamu pikir Ayah sudi membiarkan menantu Ayah masuk angin karena tiap hari naik motor kamu itu !!! "
"Iyya deeehhh.. Yang udah punya menantu cantik di jagain bak porselen" Ujar Chandra meledek
Cahaya hanya tersenyum, matanya mengemnbbun, ia begitu terharu karena Ayah dan Bunda benar-benar menyayanginya, sampai-sampai membeli mobil agar ia terlindungi oleh panas dan hujan ketika ke kampus. Belum lagi mereka berdua masih mendapat uang jajan karena ngga boleh bekerja oleh Ayah, mereka harus konsentrasi belajar agar bisa jadi sarjana dengan nilai dan bagus dan mendapatkan pekerjaan yang bagus pula dimasa depan.
Sore hari, tampak mobil mewah berwarna biru parkir di dekat rumah kedua orang tua Cahaya.
Yah.. Orang di dalam mobil itu adalah Siska, ia melihat Chandra dan istrinya baru saja turun dari mobil yang tampak baru.
"Hari ini kalian boleh bahagia, tapi suatu saat aku akan kembali mengambil apa yang mejadi milikku, Cahaya kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Sakit dan terluka" Bathin nya
ia lalu menghapus air matanya dan
__ADS_1
kemudian memerintahkan supir untuk meninggalkan tempat itu lalu beranjak pulang, karena dua hari lagi ia akan berangkat keluar negri tempatnya menimba ilmu dan membuang rasa sakitnya.
Malam sebelum berangkat, Siska masuk keruang kerja Papi nya
Tok
Tok
Tok
"Masuk" terdengar suara tuan Arman
Siska lalu membuka pintu ruang kerja papi nya lalu duduk di sofa.
"Ada apa sayang ?" Tanya papi menghentikan kerjaannya dan beranjak duduk di samping putrinya.
Siska pun oomenyerahkan sebuah map
"Di dalam sini adalah data-data lengkap Chandra Pi. Siska minta papi awasi ia terus dan pastikan setelah lulus, ia harus bekerja di perusahaan papi tanpa harus tau bahwa Siska adalah anak papi" Siska berkata dengan penuh keyakinan
"Papi berikan ia posisi yang bagus, dan berikan ia rasa bahagia bekerja di perusahaan papi, setelah itu Siska akan pulang dan merebut kembali apa yang menjadi milik Siska pih" sambungnya
"Papi janji sayang, Papi akan lakukan apapun asal kamu bahagia, tapi kamu harus janji sama papi. Jangan karena dendam pendidikan kamu jadi terbengkalai, karena sepulangnya nanti papi akan serahkan kepemimpinan perusahaan kita sama kamu dan kamu bisa lanjutin rencanamu untuk mendapatkan laki-laki itu " papi berbicara sambil mengelus rambut panjang anaknya
"Pasti pih " Siska lalu memeluk papinya
"Siska akan rindu sama papi dan mami " pelukannya semakin erat dan ia pun menangis di pelukan sang papi
"Papi sama mami pun sama sayang, pasti akan sangat merindukanmu. Pulanglah ketika kamu libur kuliah yah" ujar papi
"Pasti pih,,"
Setelah selesai Siska lalu meninggalkan ruang kerja Tuan Arman dan menuju kamarnya, ia harus tidur lebih awal karena ia naik pesawat pagi.
Ke esokan harinya setelah perpisahan yang mengharu biru dan di iringi oleh derai air mata kedua orang tuanya terutama Nyonya Raya, pesawat yang di tumpagi oleh Siska pun beranjak meninggalkan tanah air, Siska pergi dengan sejuta dendam di hatinya.
__ADS_1
Selamat tinggal Jakarta, i'll be back !!!