CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 51 : DUA GARIS BIRU


__ADS_3

Sebulan lebih setelah kejadian itu, semua berjalan seperti biasa. Cahaya dan anak-anak tetap beraktifitas. komunikasi dengan Chandra berangsur membaik, Cahaya berusaha berdamai dengan keadaan, ia tak ingin anaknya melihat perubahan sikapnya terhadap Ayah mereka. perannya sebagai seorang istri dan ibu ia lakoni dengan sempurna. Toh baginya ia masih belum membuktikan apapun akan perselingkuhan suaminya, kecuali saat di kafe itu, tapi ia percaya bahwa Chandra adalah lelaki setia.


Chandrapun kembali bekerja seperti biasa. Pernah sekali waktu ia mengajukan resign namun ancaman Siska membuatnya tak berkutik, akan tetapi sebisa mungkin menjaga jarak dengan wanita ular itu. Meski beberapa kali Siska mengajaknya ke apartement.namun ia selalu menolak dengan berbagai alasan.


Siska juga tidak begitu memaksa karena baginya hanya persoalan waktu semua akan menjadi miliknya.


Hoek...hoek...hoek... !!!


Sudah tiga hari wanita itu mengalami mual-mual...kemudian ia memutuskan untuk membeli test pack dan ternyata hasilnya dua garis biru.


Ia meneteskan air mata, sangat bersyukur akan karunia yang Allah SWT titipkan kepadanya.


Tak sabar rasanya menunggu suaminya pulang dan menyampaikan kabar bahagia itu.


Yah,,,wanita itu adalah Cahaya. Rupanya saat ini kecebong Chandra berhasil bertumbuh di dalam rahimnya.


Sementara itu di kantor...


Chandra yang baru saja keluar dari toilet, di kejutkan dengan sebuah kotak kecil berwarna biru lengkap dengan pita kuning berada di atas mejanya.


Terdapat tulisan disana " di buka yah,,," dan ia tau bahwa itu adalah tulisan Siska


"Apalagi ini ???" bathinnya


kemudian di bukanya kotak biru itu, tampak 5 buah testpack dengan merek yang berbeda dan semuanya terlihat menampakkan dua garis biru.


Deg,,,!!!!


"Jangan-jangan Siska hamil" bathinnya penuh tanda tanya


Ia lalu menemukan secarik kertas disana dan di bukanya.


"Hi,,,Daddy,,,i am coming"


Tak lama Siska masuk keruangan, rupanya ia sengaja keluar sebentar menunggu Chandra membuka kotaknya. Dan setelah di perkirakan sudah di buka ia lalu masuk kembali ke ruangan dan perkiraannya betul namun Chandra terlihat pucat sekarang.


" Gimana sayang ? Kamu bahagia kan ? Kita bakal punya anak, aku yakin kita akan menjadi orang tua yang hebat. Anak kita pasti ganteng, atau kalau ngga cantik atau bisa jadi dua-duanya" ucapnya sambil tersenyum bahagia


"Aku udah buat janji sama dokter kandungan siang ini. Kamu temenin aku yah, kita periksa sama-sama" kata Siska kemudian.


Yah...semua berjalan seperti rencananya, sekarang waktunya untuk beraksi dan menghancurkan apa yang mesti di hancurkan.


Sementara itu Chandra hanya diam. Ia bingung...tapi juga tidak mungkin menolak darah dagingnya sendiri, meski dia hadir dengan cara yang curang.

__ADS_1


"Hai...kok kamu diam aja sih ? Harusnya kamu bahagia bakal punya bayi dari aku" ucapnya sambil berjalan ke sisi Chandra dan merangkulnya dari samping.


"Kita akan menjadi pasangan yang romantis dan membuat semua wanita di muka bumi ini cemburu" bisiknya lalu mencium pipi Chandra.


mendapatkan perlakuan romantis dari Siska, seketika Chandra berdiri dan melepaskan rangkulan wanita itu.


Tanpa sepatah kata ia meninggalkan Siska lalu menuju kembali ke toilet karyawan. Ia membasuh mukanya dengan kasar.


"Ya Allah...ampuni hamba" tair mata lelaki itu luruh. Bayangan istri dan kedua anaknya yang kecewa karena perbuatannya sudah bermunculan disana.


jika tak terdengar suara rekan kerjanya yang juga akan masuk ke toilet juga maka ia mungkin akan berlama-lama disana.


Ia segera meninggalkan toilet tanpa menegur orang yang akan masuk ke toilet padahal mereka dulu satu divisi di bagian pemasaran.


Temannya di buat heran, karena setahu mereka meskipun Chandra sekarang sudah menjadi asiaten direktur tapi sikapnya terhadap teman tidak berubah, apalagi bersikap sombong seperti tadi.


"Ah sudahlah, mungkin ia lagi banyak kerja atau mungkin kena marah" bathinnya


Begitu ia masuk ke dalam ruangan, tampak Siska sudah bersiap-siap.


"Kamu siap-siap yah, ke dokter sekarang, takut macet" ucap Siska santai


Chandra lagi-lagi terdiam, tapi tetap keluar dan di ikuti oleh Siska.


Dan dengan tak tahu malunya, Siska menyandarkan kepalanya ke bahu Chandra.


" Sayang, kamu jangan cuekin aku dong. Aku tuh lagi hamil anak kamu lho, ibu hamil itu butuh di perhatikan. Jadi mulai sekarang kamu harus lebih perhatian sama aku yah " ucapnya manja


Namun,,,


Siapa sangka rupanya saat berhenti di lampu merah. Cahaya juga sedang disana, di atas sebuah taksi online yang juga berhenti tepat di samping mobil mereka.


Sambil menunggu lampu merah kembali berwarna hijau.


Tak sengaja ia melihat kemesraan Chandra dan Siska.


Dadanya tiba-tiba sesak. Air matanya keluar. Bagaimana tidak di dalam mobil mewah itu suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain dan itu adalah Siska.


Ia lalu mengambil gambar mereka sebelum ketahuan.


Saat lampu telah berubah hijau. Cahaya memerintahkan agar supir mengikuti mobil mewah itu meski mungkin rute ordernya berbeda namun ia tak perduli, biarkan itu di bicarakan nanti saja.


Dan siapa sangka ternyata tujuan mereka sama yaitu rumah sakit.

__ADS_1


Setelah Cahaya keluar dari taxi online ia lalu mencari perlindungan di mobil lain agar keduanya tak sadar jika ada yang mengikuti.


Cahaya terus berjalan mengikuti suaminya melalui koridor rumah sakit.


Tampak Siska terus bergelayut manja pada lengan suami orang.


Betapa hati wanita itu sangat hancur ketika Siska berbicara pada receptionist akan bertemu dengan Dokter Kandungan dan mereka sudah membuat janji.


Cahaya yang tadinya juga akan memeriksakan kandungan ke rumah sakit tersebut lalu berencana memberikan suamianya kejutan dengan hasil tespack dan USGnya nanti, namun siapa sangka jika ternyata ia yang terkejut sekarang.


Ternyata Chandra bukan hanya selingkuh tapi juga akan memiliki anak dengan Siska.


"Apa jangan-jangan mereka sudah menikah? Apa saat Bang Chandra ngga pulang malam itu saat itulah mereka sedang bersama, itu kan sebulan yang lalu " berbagai pertanyaan yang ada di pikiran Cahaya.


Siska duduk menunggu Dokter datang yang sedang melakukan operasi kepada salah satu pasiennya.


Chandra yang baru saja kembali dari toilet tak sengaja mendengar pembicaraan dua orang suster.


"Suster Ida, siapa lagi yang belum daftar ulang ?" tanya salah satu suster terhadap rekannya


" Ny. Cahaya Cantika suaminya bernama Chandra Dewa alamat....."


Deg,,,,!!!! Bagai gemuruh datang menghampirinya ketika Suster tersebut menyebut nama Istri juga suami dan alamat rumah yang semua adalah miliknya.


Tanpa memperdulikan Siska yang sekarang pasti sangat gelisah menuggunya. ia melihat ke sekeliling siapa tau Cahaya ada disana.


Tapi ia tak melihat wujud Cahaya sama sekali.


Lalu kemudian ia mencoba menghuhungi istrinya dan terdengarlah deringan telpon tak jauh dari tempatnya berdiri.


Cahaya yang berjalan lesu, baru saja pulang dari taman untuk menangis di buat kaget saat benda pipih dalam tasnya berdering


Ketika ia akan membuka tas nya untuk mengambil handphone...


" Ya',,,,"" panggil seseorang


Ia mendongak dan betapa kagetnya ia ..ternyata dia adalah Chandra.


Perlahan Chandra menurunkan HP yang tadi menempel di telinganya untuk menelpon istrinya.


Cahaya yang melihat suami pun tak kuasa menahan air mata.


Begitu pula Chandra air matanyapun turut keluar.

__ADS_1


__ADS_2