
Bbuukkk, , !!!
"Adduh !!!!" siapa yang nimpukin kepala Ayu sih...sakit tau !!!
"Huaaaaa....Mas Rakaaaa,,,,"Ayudia menangis memanggil kakaknya
"Ayu..kenapa nangis ??" tanya Raka panik
"Ada yang nimpukin kepala Ayu Mas, sakit banget ini loooo"ucapnya Manyun
Raka yang gemmes juga kasihan melihat adiknya menangis namun kelihatan lucu karena bibir nya ikutan manyun bercenti-centi kedepan.
" Udah-udah ngga usah nangis, kasian Mama lagi sakit " ucap Raka menenangkan
"Ii...iya mas..hik "
Cahaya yang mendengar putrinya jadi panik lalu keluar.
"Ayu, ada apa nak ???" tanya Cahaya khawatir
",Ada yang nimpukin kepala Ayu mah " jawab Ayudia
" di timpuk sama apa ?" Cahaya bertanya tapi ia memutar kepalanya mencari benda yang mengenai kepala anaknya.
"Lho Mah.. Itu apa ??" tanya Raka sambil menunjuk sebuah amplop berwarna coklat berukuran sedang.
Cahaya lalu mengambil amplop itu lalu membolak-balikkan mencari nama pengirimnya dia ngga nemu, amplop polos tanpa tulisan namun sepertinya di dalam nya ada isinya.
"Mas main dulu sama adek nya yah, mama mau masuk kedalam dulu liat isi amplopnya apa" perintah Cahaya yang langsung di patuhi oleh putra-putrinya.
Cahaya lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya, ia ngga mau kalau tiba-tiba kedua anaknya masuk dan melihat isi amplop tersebut, nalurinya mengatakan kalau isi amplop ini ngga beres.
Dan benar saja, ketika ia membuka amplop dan menarik isinya tampak beberapa lembar foto kedekatan Siska dan suaminya.
Foto pertama tampak ketika mereka sedang berciuman di dalam apartement, lalu foto ketika ia memeluk Chandra di sebuah restorant padahal saat itu Siska hanya membantu Chandra karena ia sedang pengaruh obat dan foto yang ketiga adalah foto ketika Siska memeluk Chandra dengan kepala di atas dada telanjang Chandra dan tubuh mereka berdua hanya di tutupi selimut hotel.
__ADS_1
Air mata Cahaya seketika luruh, dadanya sesak..Chandra telah benar-benar mengkhianati pernikahan mereka. Beberap lembaran itu adalah buktinya, bagaimana suaminya sedang berciuman begitu intim dan tak lupa tangan Chandra yang memegang paha Siska, foto berpelukan dan di atas tempat tidur itu.
Kini ia semakin yakin, rumah tangganya sudah tak bisa di selamatkan lagi, Ia benci penghianatan ini !!
" Kamu keterlaluan Bang...hik " ucapnya lirih
Begitu pula orang tua Chandra, mereka begitu syok setelah menerima amplop yang sama dengan menantunya.
Ibu Aminah sampai pingsan ketika melihat perbuatan anaknya.
H. Abdullah langsung membawa istrinya ke rumah sakit ketika pingsan, hati orang tua mana yang tak hancur melihat kelakuan putra kesayangan mereka berbuat mesum dengan perempuan lain. Padahal Tuhan telah memberikan ia jodoh yang baik-baik. Meski Cahaya bukan anak orang kaya tapi perangainya yang begitu baik membuat mereka sangat menyayangi menantunya.
Setelah sadar Ibu Aminah kembali terisak.
"Apa salah kita Yah, sehingga Chandra tega menyakiti hati kita dengan cara seperti ini?? Pokoknya Bunda ngga mau punya menantu lain selain Cahaya!!!" ucapnya
"Bunda tenang dulu, Ayah akan menanyakan ini dengan Chandra" ucap Ayah
Sementara itu di rumah Cahaya terus menangis, hatinya betul-betul hancur atas perbuatan suaminya.
Raka dan Ayudia menyadari keadaan itu, tampak wajah ibunya begitu sendu seharian ini, meski ia mencoba untuk tersenyum namun semua tak mampu menutupi lara hatinya.
Sebuah tamparan yang cukup keras H. Abdullah berikan pada anak semata wayangnya.
Bibir lelaki itu seketika mengeluarkan darah.
"Biadab kamu Chandra !!! "
Wanita apa yang sudah kamu pilih itu hah ?!?!? Cukup kami tau bahwa kamu sudah merusaknya namun dia tidak perlu mengirimkan foto-foto menjijikkan kalian !!"
" Sumpah demi apapun Ayah dan Bunda tidak akan pernah sudi kalau kamu menikah dengannya, ngga akan pernah !! meski ia adalah dari anak orang terpandang !!! Kalau kamu mau bertanggung jawab atas dirinya, silahkan kami tidak akan mau memiliki menantu wanita ular !!! dan satu hal lagi sejak saat itu kamu sudah bukan anak Ayah dan Bunda lagi !!"
" Untuk Cahaya , Ayah akan membantunya mengurus surat perceraian kalian setelah anaknya lahir, bahkan jika ada pria yang ingin menikahinya, Ayah siap menjadi wali nikahnya karena ia adalah anak Ayah dan Bunda bukan kamu !!! "
Amarah H. Abdullah begitu menggelegar di ruang tengah. Bahkan mungkin suaranya sudah sampai ke tetangga.
__ADS_1
Chandra pun merasa kaget dengan foto yang di maksud Ayahnya.
Tiba-tiba Bunda muncul dan melemparkan amplop berisi foto itu ke wajah Chandra yang sedang menunduk.
Chandra terlonjak kaget di buatnya.
" Kamu liat foto itu, sungguh sangat menjijikkan.
Kalau saja membunuh anak sendiri tidak berdosa, ingin rasanya Bunda bunuh kamu sekarang juga.
Kamu anak kebanggaan Bunda tapi kamu juga telah melempar kotoran di wajah kedua orang tua ini "
" Bunda kecewa sama kamu, mulai sekarang jangan pernah menampakkan diri kamu di rumah ini karena Bunda ngga sudi !!! " ucap Bunda dengan derai air mata
Seketika Chandra memeluk kaki Bunda.
"Bunda maafin Chandra, semua terjadi begitu saja Bunda..Chandra di jebak !!" ucap Chandra membela diri
"Dijebak tapi meraba paha ? Di jebak tapi berpelukan ?? Sekolah kami memang tak setinggi kamu tapi kami juga tidak sebodoh yang kamu pikirkan " kata Ayah
" Pergilah, selesaikan masalahmu sendiri, lupakan kedua orang ini" ucap Bunda
Air mata Chandra menganak sungai ia tak menyangka semua menjadi seperti ini. Ia harus segera menemui Siska. Sungguh wanita itu telah menghancurkan kebahagiaannya.
" Ayah, Bunda...akan Chandra selesaikan ini semua,,maafin Chandra " ucapnya lirih lalu kemudian akan mencium tangan kedua orang tuanya tetapi di tepis oleh mereka
Sungguh hatinya bagai di tusuk belati karena penolakan orang tuanya,,,,sangat sakit !!!
Perlahan ia berdiri, berjalan dengan lunglai...ketika akan melewati pintu air matanya menganak sungai disana.
Ia berbalik melihat kedua orang tuanya yang sudah membelakanginya.
Ia mengambil satu dua foto di atas meja.
Fotonya bertiga dengan kedua orang tuanya ketika di wisuda dan foto bersama anak dan istrinya.
__ADS_1
Lelaki itu terus menangis...
"Ya Allah bantu hamba " bathinnya lirih