CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 17 MALAM PENGAJIAN


__ADS_3

Persiapan acara pengajian atas meninggalnya Ibu Khadijah sedang di lakukan oleh beberapa tetangga dan kedua sahabat Chandra yaitu Elang & Dion begitu juga tampak mertua Cahaya turut serta disana membantu persiapan acara tersebut.


Cahaya masih di dalam kamar mamanya, ia tertidur setelah lelah menangis. Chandra masuk kekamar itu dan melihat istrinya tidur meringkuk sambil memeluk pakaian Ibu Khadijah mertuanya. Matanya tampak sembab karena terlalu banyak menangis.


Sebentar lagi Magribh, Cahaya harus di bangunkan " Bathin Chandra


"Ya'..Cahaya bangun " Chandra mengoyang-goyangkan tubuh istrinya pelan


Merasa ada yang menyentuhnya , akhirnya mata sembab itu terbuka dan pandangannya langsung ke wajah Chandra suaminya.


Sesaat Cahaya bingung, kok Chandra ada di kamar mama ? tapi kemudian ia tersadar bahwa baru kemarin mereka melangsungkan perikahan di hadapan Mamanya.


"Ya' bangun yah udah mau magribh, kamu cuci muka dulu atau mandi gih abis itu Shalat dan bersiap-siap untuk acara pengajian mamah" Chandra mengajak istrinya untuk segera bersiap


"Iya bang,,maafin Aya tidurnya lama sampai ngga bantu-bantu orang di rumah" Cahaya menjawab dengan suara khas bangun tidurnya


Ia kemudian duduk di tepi ranjang dan Chandra yang duduk di kursi dekat meja rias milik mama.

__ADS_1


"Iyya ngga apa-apa mereka pasti ngerti kamu masih sangat berduka atas kepergian mama, tapi Abang harap kamu ngga terlalu larut dalam kesedihan ini, karena itu sama saja kalau kamu ngga rela atas kehendak Allah. Bukankah dia sebaik-baik penentu segala hal yang terjadi dalam hidup" Chandra menasehati istrinya


Chandra yang di kenal badung oleh orang tuanya dan beberapa temannya juga memilki sisi-sisi yang baik dan patut di banggakan, cara berpikirnya yang dewasa serta didikan kedua orang tuanya sehingga dia sedikit memahami mana yang pantas untuk di lakukan dan mana yang tidak dan jangan sampai ia mempermalukan orang tuanya dengan melakukan hal-hal yang negatif apalagi menyakiti dan merusak perempuan.


Yaaa..,meskipun kadang ia sama bersama kedua sahabatnya nonton Film Biru...xixixixi


"Iya bang,,,Cahaya akan mencoba ikhlasin kepergian mama. terima kasih untuk Abang,Ayah & Bunda yang selalu ada di  sisi Aya' di saat seperti ini. Aku ngga tau lagi harus bagaimana sekarang, semuanya terasa hampa sejak mamah pergi,,,hik" Cahaya kembali menangis


Chandra lalu mendekat di samping Cahaya kemudian meraih kepalanya untuk bersandar di bahunya.


"Kamu ngga pernah sendiri Ya' ada Abang disini yang akan selalu ada buat kamu. jika kamu butuh bahu atau dada untuk bersandar datang saja kepadaku. sekarang aku suamimu dan itu tidak terbantahkan oleh siapapun" Chandra kembali berbicara menenangkan istrinya.


"Sssttt...udah jangan sedih lagi, tar kamu kayak nenek lampir kalau nangis terus " Chandra berusaha mencairkan suasana dengan megejek Cahaya


"Ih Enak aja,,mana ada nenek lampir secantik ini Bang ?? " Cahaya ngga terima di bilangin nenek lampir, bibirnya manyun 5cm


Chandra pun terkekeh, ia gemes melihat sisi lain Cahaya yang walau sekuat apapun ia tetap gadis yang manja

__ADS_1


"Abisnya rambut kamu acak-acakan, mata kamu sembab udah kayak terlur ayam kampung, idung kamu merah dan bengkak udah kayak jambu air" ejek Chandra


"Iiihh,,,Abang ih,,, iyya deh iyya,,,Aya mandi sekarang , awas !!" Cahaya berdiri sambil menghentakkan kakinya satu kali kemudian meninggalkan Chandra yang masih terkekeh


Setelah Shalat Isya Acara Taksiyah atas meninggalnya Ibu Khadijah di lakukan. Lantunan Al Qur'an dari  beberapa ibu-ibu Majelis Taklim  yang masing-masing mendapatkan 1 juz dan di peruntukkan untuk Almarhumah Ibu Khadijah menggema di rumah itu.


Tampak ibu Sari pemilik Warteg tempat Cahaya bekerja dan juga IBu Aminah di bantu oleh tetangga sibuk menyajikan minuman dan beberapa macam kue untuk para tamu.


Setelah selesai pengajian,  di hadapan semua yang hadir di acara tersebut, Cahaya menyampaikan permintaan maaf kepada semua yang hadiri di acara itu.


"Assalamu alaikum Bapak & Ibu sekalian, saya Cahaya sebagai Anak dari Alm. Bapak Sulaiman & Ibu Khadijah mewakili kedua orang tua saya  memohon maaf jika selama hidup keduanya ada perbuatan atau pun perkataan yang menyakiti Bapak & Ibu semua agar kiranya di bukakan pintu maaf. Kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Dan jikalau Bapak atau Mama saya ada sangkutan berupa uang pinjaman atau barang apa saja yang belum di kembalikan hingga hari ini, mohon di sampaikan saja ke saya, mungkin memang saat ini tidak bisa langsung saya kembalikan tapi saya berjanji akan mengusahakannya secepat mungkin.


Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak-ibu para tetangga yang sejak kemarin membantu pernikahan saya dan Bang Chandra serta mengurus pekuburan mama saya serta malam ini masih tetap hadir untuk mendoakan kedua orang tua saya. Ayah Dullah dan Bunda Minah terima kasih sudah mau menerima Cahaya dan masuk ke keluarga kalian sebagai menantu, Tanpa kalian semua saya tidak tau hidup saya seperti apa saat ini,,hik,," Cahaya berbicara panjang lebar sambil menangis membuat semua yang hadir disana ikut bersedih


"Nak Cahaya, Ibu sebagai RT disini bersaksi bahwa kedua orang tua kamu adalah orang baik. Mama mu tidak pernah sekalipun menyusahkan kami, ia adalah orang yang pantang meminta bantuan apalagi merepotkan orang lain apalagi meminjam uang dan barang,  dan ibu yakin semua di sini setuju dengan apa yang ibu katakan barusan" ujar ibu RT


semua yang ada di ruangan tersebut menangguk membenarkan apa yang disampaikan oleh Ibu RT

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih banyak Bapak-ibu sekalian, saya lega sekarang semoga Mama saya di terima di sisi Allah SWT dan di pertemukan dengan Bapak saya di surganya Allah..Amin" Ucap Cahaya


"Amin,,,Amin,,,"


__ADS_2