
Sementara itu di taman hotel ketika Siska berlari pergi dengan segala rasa sakit di hatinya, kedua sahabat Chandra yaitu Dion dan Elang akhirnya keluar dari persembunyian mereka dan menuju ke arah Chandra. Mereka menanyakan keadaan sahabatnya setelah kejadian tadi.
"Rasa sakit pipi gue pasti ngga akan ada apa-apanya di bandingkan sakit yang di rasakan oleh Siska sekarang, gue udah menaruh luka yang dalam baginya. Tapi ini harus gue lakukan demi kemaslahatan hidup gue sendiri" ujar Chandra kepada kedua sahabatnya.
" Gue salut sama loe bro, gentle banget.. Loe udah ngakuin pernikahan loe ke Siska meskipun pada akhirnya dia harus terluka " kata elang
Dion hanya mengangguk membenarkan perkataan Elang barusan.
"Emang sudah seharusnya seperti itu, gue ngga mungkin mengkhianati Cahaya, itu sama aja gue nyakitin mama mertua dan kedua orang tua gue juga. Bagaimanapun Cahaya adalah istri gue dan akan selamanya seperti itu. Gue ngga berani memulai sesuatu yang gue tau kedepannya akan membawa gue ke masalah besar. Lagi pula perasaan gue ke Siska ngga lebih dari pada teman. Kalau gue nerima pemberian dia bukan berarti gue suka sama dia , gue hanya ngga ingin dia kecewa. Gue juga bukannya ngga tau bahwa selama ini Siska jatuh cinta sama gue tapi yang namanya Cinta ngga bisa di paksakan bro karena pada akhirnya semua akan tersakiti " Ujar Chandra panjang lebar.
kedua sahabatnya pun memahami hal itu bahwa perasaan memang tidak bisa di paksakan. Apalagi sekarang Chandra harus menepati janjinya kepada sang mertua untuk menjaga dan menyayangi putri terkasih satu-satunya.
"Tapi Chand perasaan loe sendiri ke Cahaya bagaimana ? Masih atas dasar tanggung jawab atau loe udah mulai jatuh cinta sama dia ?" Tanya Elang serius
"Entahlah, selama seminggu jadi istri gue, Cahaya benar-benar memperlakukan gue dengan sangat baik. Melayani gue dengan selayaknya seorang istri dan itu lambat laun membuat gue jadi kagum sama dia. Kecantikan Cahaya bukan hanya dari wajah tapi juga perangainya yang begitu baik. Gue anggap diri gue sangat beruntung sekarang karena bisa memilikinya " jawab Chandra
"Berarti loe sama Cahaya udah..." Dion mengatupkan kedua telapak tangannya dengan telapak tangan sebelah kiri menghadap ke atas dan telapak tangan kanan yang berada di atasnya di gerakin naik turun hingga menimbulkan bunyi Plak..plak...plak... ( silahkan bayangin sendiri posisi tu ya guyz 😃😃😃,)
Elang juga diam menunggu jawaban Chandra akan tetapi Chandra malah berteriak kecil " Kepo!!" lalu ia beranjak meninggalkan kedua teman laknatnya itu sambil memegang pipinya yang masih sedikit sakit.
Ia berencana mengajak Cahaya untuk pulang, mengingat malam sudah semakin larut.
Ia masuk ke dalam aula tempat acara berlangsung, tampak masih cukup ramai sepertinya mereka semua enggan meninggalkan acara ini. Mungkin karena setelah malam ini ada yang akan benar-benar berpisah. Seperti saat ini Rani kelihatan sedih banget karena bakal ke luar negri untuk kuliah dan bakal pisah sama Cahaya Sabahat baiknya.
" Dduhhh... Gue bakal kangen banget sama loe deh Ya'..." ujar Rani sambil terisak
"Aku juga Ran, cuma kamu teman baik gue. Semoga setelah kuliah kamu selesai kita bakal ketemu lagi" Cahaya pun menangis jadi nya
" trus kalau loe ngga ada, gue nyontek sama siapa dong ?? " ucap Rani dengan bibir manyun.
" Hahahaa....kamu ih. Makanya mulai sekarang kebiasan nyonteknya di hilangin dong, kamu harus belajar yang rajin. Biar nilai kamu bagus dan jadi kebanggaan orang tua dan kakak kamu" Cahaya berusaha menasehati Rani. Karena memang tidak di pungkiri awal persahabatan mereka di mulai karena Rani yang suka nyontek hihihihi....tapi disis lain Rani juga sahabat yang menyenangkan.
Chandra mendekat
"Yuk kita pulang Ya' udah malem" ajak Chandra kepada Cahaya
__ADS_1
"Ummm... Ran, gue pulang yah.. Jaga diri loe baik-baik disana, kamu masih bisa hubungin aku kok kapan pun kamu mau "
Cahaya pamit pulang pada Rani sambil menyeka air matanya
"Hik..i...ia deh,,,berarti masih bisa nyontek yah..hik" Ck Aishh Rani sempat-sempatnya minta contekan padahal lagi sedih-sedihnya, dasar perusak suasana !!!!
Akhirnya mereka berdua berpelukan sebagai tanda perpisahan.
Chandra dan Cahaya pun keluar dari Aula setelah berpamitan kepada teman-teman, guru serta kepala sekolah.
Elang dan Dion masih enggan pulang, niatnya masih ingin tinggal untuk menyumbangkan beberapa lagu meskipun ngomong aja mereka fals, gimana kalau nyanyi coba ???
Rani juga udah memilih pulang, karena teman baiknya Cahaya juga udah pulang.
Sesampainya di parkiran saat Chandra akan membuka pintu mobil untuk Cahaya, tanpa sengaja Cahaya melihat pipi mulus suaminya tampak merah.
"Pipi Abang kenapa ?kok merah?" Tanya Cahaya
Chandra menyentuh pipinya reflek
" Ini ngga papa nanti abang jelasin, sekarang kita pulang dulu ya " Jawab Chandra
Sekitar satu jam mereka sudah tiba di rumah.
Cahaya sudah mandi kemudian kembali ke kamarnya untuk shalat Isya dan berniat untuk beristirahat.
Tiba-tiba,,,,
"Ya' pintu kamar kamu jangan di kunci yah, abang mau tidur di sana"
Deg,,,,!!!
Cahaya diam membeku di tempatnya.
"Apa maksudnya ?" ia bingung tapi memutuskan untuk segera melaksanakan kewajibannya.
__ADS_1
Sedangkan Chandra sendiri, setelah mengatakan hal itu langsung masuk kamar mandi dan juga membersihkan tubuhnya.
Tak lama setelah selesai membersihkan diri dan Shalat Isya, Chandra lalu ke kamar Cahaya yang sebelumnya di huni oleh Ibu Khadijah.
"Tok..tok...Ya' Kamu belum tidur kan ?"
Kreeekk... ( Bunyi suara pintu kamar Cahaya terbuka )
Tampak Cahaya menggunakan daster batik selutut dan rambut yang di ikat ekor kuda tampak segar dan menarik di.mata Chandra. Belum lagi leher jenjangnya yang putih semakin membuatnya semakin tidak tenang.
Deg,,,!!!
"Perasaan apa ini ?" Bathin Chandra
"Ummm... Abang mau ngomong sesuatu sama kamu di dalem" Ujar Chandra
"Kalau mau ngomomg sesuatu kenapa harus di dalam kamar Bang, kenapa ngga di ruang tamu aja ?" Tanya Cahaya kemudian
" Ya ngga bisa dong Ya' abang kan bukan tamu jadi ngga boleh ngomong di ruang tamu dan karena Abang ini suami kamu jadi selayaknya suami istri itu ngobrol nya di dalam kamar" yyeeaaaccchhh...jiwa petakilan Chandra mulai muncul dehh..
Modus ni yeeee ( Modal.Dusta !!! ) 😃😃😃😁😁
Cahaya kalah telak, lagian dia ngga akan berani melawan suaminya.
Akhirnya dengan perasaan gugup Cahaya lalu bergeser dan memberikan Jalan kepada Chandra untuk masuk kamar.
Chandra masuk kemudian duduk disisi tempat tidur lalu menepuk sisi kanannya , maksudnya agar Cahaya duduk di sampingnya.
Dengan perasaan yang gugup, Cahaya lalu
berjalan perlahan sambil menunduk dan meremas tangannya lalu duduk ditempat yang di tunjuk oleh suaminya.
"A ... ada apa Bang?" tanya nya masih tetap menunduk
"Emmm. .kita udah menikah selama seminggu dan mulai malam ini abang akan tidur disini sama kamu. Terserah kamu mau tidur di kamar ini, kamar mu atau di ruang tamu dengan menggunakan kelambu dan kasur tipis juga ngga masalah. Pokoknya kita harus tidur sama-sama"
__ADS_1
ccieeee... Yakin bang mau malam pertama pakai kasur tipis??? Wakakakakaa
Cahaya semakin di buat gugup