
Pagi itu setelah shalat Subuh, H. Abdullah dan Ibu Aminah istrinya sedang berbincang membahas soal kedatangan Ibu Khadijah tempo hari kerumah mereka.
" Bund, kok aku merasa kalau apa yang di sampaikan oleh Khadijah benar adanya, keadaannya semakin hari semakin tidak stabil sakitnya sepertinya semakin parah, Ayah kasihan sama dia"
"Sejak kedatangannya kemarin aku selalu berpikir langkah apa yang harus kita ambil jikalau benar terjadi sesuatu kepadanya, Kasian Cahaya anaknya " Lanjut H.Abdullah
"Yahh,,,gimana ya Yah, Bunda juga kasihan sama keluarga mereka, apalagi Cahaya Bunda tidak bisa membayangkan jikalau dia harus jadi Yatim Piatu di usia semuda itu, anaknya begitu baik dan sangat berbakti kepada orang tua hatinya pasti sakit menerima kenyataan itu"
"tapi kita harus tetap berdoa kepada yang di atas Bund, semoha Khadijah di beri kesembuhan dan kekuatan "
"Aminnn,,,," Jawab Hj.Aminah
"Oyah Bund,,kira-kira kalau kita jodohkan Chandra dan Cahaya Bunda setuju ngga ?" tanya Ayah
"Bunda sih setuju-setuju saja Yah, tapi kita harus tanya dulu ke anak-anak, karena bagaimanapun mereka yang akan menjalani ini. kita sama-sama tau Yah kehidupan rumah tangga itu ngga mudah. apalagi usia mereka selabil itu. Apalagi Chandra kehidupannya sungguh bebas sedikit nakal cenderung ngga mau di atur kan dia?"
"Iya yah,,,anak itu sedikit susah" sambung Ayah sedikit
Yah Chandra adalah pribadi yang sedikit nakal dan bebas, tapi meski begitu ia tetap sopan dan hormat kepada kedua orang tuanya meskipun tak jarang kedua orang tuanya kewalahan menghadapi dia yang kadang susah di atur.
"Ngga papa Bund, nanti Ayah coba bicara sama Chandra dan semoga saja dia setuju " lanjut Ayah
"Iya,,semoga anaknya kali ini nurut sama kita, Ibu Khadijah mempercayakan Cahaya kepada kita sudah sepatutnya Chandra dan Cahaya hidup berdampingan" lanjut Bunda
__ADS_1
Tanpa mereka sadari Chanda mendengarkan obrolan mereka dibalik dinding, dirinya pun galau entah senang atau sedih atas keputusan yang ayahnya buat. Berjodoh dengan Cahaya adalah hal yang tidak pernah ada di pikirannya sama sekali karena selama ini ia hanya menganggap Cahaya sebagai teman bahkan adik apalagi sejak waktu itu tanpa sengaja ia juga mendengar permintaan Ibu Khadijah yang menitipkan Cahaya kepada keluarganya.
Setelah mendengar obrolan kedua orang tuanya Chandra yang tadinya mau kedapur mengambil minum akhirnya mengurungkan niatnya dan memilih untuk kembali ke kamar membangunkan kedua temannya yang masih tidur lelap. Bukannya apa-apa ia sendiri tidak memiliki jawaban atas pertanyaan Ayahnya nanti mengenai perjodohan itu. intinya hingga saat ini ia hanya ingin melindungi Cahaya tidak lebih sementara itu dari sisi perasaan pun ia sendiri merasa hanya sebatas teman dan saudara terhadap Cahaya.
Sementara itu di rumah Ibu Khadijah,
"Ya'...mama punya sesuatu buat kamu nak"
"Apa mah ?" tanya Cahaya
"Ini kalung satu-satunya peninggalan Bapak kamu dipake ya nak jangan di lepas, kecuali kalau kamu butuh uang boleh kamu gadaikan tapi mama harap kamu bisa menebusnya kembali. satu-satunya emas peninggalan Bapakmu buat mamah " Ujar IBu Khadijah sedih, matanya nampak berkaca-kaca
"Iya Mah, Cahaya akan selalu pakai kalung ini kemanapun Cahaya pergi asal mama janji sama Aya mama harus sehat dan kuat demi Aya harus semangat menjaladi hidup, sebetar lagi Cahaya lulus nanti udah punya ijazah buat cari kerja yang lebih baik buat hidup kita dan pengobatan mamah " uajr Cahaya sambil memeluk ibunya
"Iya sayang,,,kamu harus tetap jadi anak yang kuat jangan lemah, doa mama menyertai anak cantik mama ini " sambil tersenyum ia mengelus surai panjang anak semata wayangnya.
"Woi kebo' bangun woi.. loe kata rumah gue penginapan apa makan tidur seenaknya bangun loe bedua udah jam 6 tau. Sholat kagak molor iya loe pade " teriak Chandra membangunkan kedua temannya yang masih asik mengarungi dunia mimpi.
Dion dan Elang kaget minta ampun terbangun lalu mengumpat Chandra abis-abisan
Chanda hanya terkekeh melihat kepanikan temannya,,
"Udah sono buran mandi, bau kebo loe bedua " teriak Chandra lagi
__ADS_1
"Brengsek Loe Chand, cakep gini loe bilang kebo..loe yang sapi !!! " uajr Dion ngga mau kalah
"Ada apa sih Bund ?? kamar Chandra udah kayak kebon binatang gitu ada Kebo sama sapinya " si ayah mendengar suara ribut-ribut di kamar anaknya
"Biasalah Yah kalau Dion sama Elang nginap sini ngga seru kalau ngga ribut "balas Ibu Aminah
"Hadeuh,,dasar anak muda, mulut lemmes bener..ck..ck..ckk "
H.Abdullah sampai geleng-geleng kepala mendengar anak dan kedua temannya di dalam kamar
"Ya udah Bund, Ayah buka toko dulu " pamit H.Abdullah kepada istrinya
Tak Lama kemudian ketiga remaja sarapan lalu pamit kesekolah dengan mengendarai motor mereka masing-masing.
di tengah jalan, Chandra meliha Cahaya mengayuh sepeda
"Lo Ya' kamu naik sepeda ? baru yah ?"
Cahaya sempat kaget melihat Chandra memelankan motornya di samping Cahaya
"Iya nih bang hasil nabung kerja di warteg lumayan bisa menghemat ongkos transportasi "
'Ya udah deh, Abang duluan yah..kamu hati-hati " ujar Chandra memperingatkan
__ADS_1
"Iyah Bang,,makasih " Cahaya tersenyum
Chandra pun berlalu meninggalkan Cahaya