CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 53 :


__ADS_3

Sementara itu dalam taxi online air mata Cahaya tak henti mengalir bak anak sungai. Pikirannya kacau kirannya, hatinya hancur tak berbentuk. Sungguh ia rasanya ingin mati saja.


Tapi ada anak-anak yang masih membutuhkannya. jika ia mati bagaimana dengan mereka? Belum lagi Ayah mereka yang akan memiliki anak dari wanita lain, apakah mereka bisa jika memiliki adik tiri dan apakah mereka bisa mencintai Siska seperti ia mencintai dirinya ? Begitu pula sebaliknya. Meski tak semua tapi katanya ibu tiri itu kejam. Lagi pula ia yakin Siska hanya mencintai suaminya.


Belum lagi anak dalam kandungannya, belum lagi ia akan menjadi arwah penasaran karena mati sebelum waktunya.


"Astagafirullah al adzim,,,,ampuni hamba Ya Allah " bathinnya


"Lalu aku harus bagaimana ? betapa sakit hati ini Ya Allah " ia terus bermonolog dalam hatinya sambil terisak.


Sesampainya di rumah, ia tak menemukan anaknya, sepertinya mereka ikut ke rumah mertuanya setelah di jemput di sekolah tadi. Setelah memastikan itu hatinya tenang sekarang.


Ia masuk ke kamar, mengambil sebuah tas dan menaruh baju- bajunya di sana. Yah... Setelah berpikir baik- baik, ia memutuskan untuk a anak-anak untuk mengambil baju terdengar langkah kaki yang sedant terburu-buru.


" Aya'....sayang...kamu dimana ?" teriak Chandra panik karena tak menemukan istrinya di dalam kamar mereka, hanya ada sebuab tas besar di ruang tamu yang ia temukan tadi.


Begitu masuk di kamar anaknya ia menemukan Cahaya di sana sedang memasukkan baju-baju Raka dan Ayudia ke dalam tas.


"Ya'...kamu ngapain bawa-bawa baju segala hah ??" tanya Chandra panik


Cahaya seketika menghentikan kemas-kemas bajunya lalu memilih duduk di tepi ranjang dan di ikuti oleh chandra yang juga duduk di sampingnya.


Aya kembali sesenggukan dan menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ya' maafin Abang,,,semua yang terjadi di luar kendali abang" Chanda duduk di lantai dan menarik kedua tangan Cahaya yang menutupi kedua wajah cantiknya.


"Kenapa Abang tega sama Aya'? Salah Aya apa Bang ? Kalau aku punya kekurangan selama jadi istri tolong kasi tau Bang, tapi jangan gini caranya ,,,hik,,hik,,hik,,," ucapnya Cahaya lirih


"Ngga ada sayang,,,ngga ada, kamu adalah wanita paling sempurna, Abang yang salah" jawab Chandra ia pun ikut menangis jadinya.


"Tadinya aku berpikir pernikahan kita akan bahagia selamanya hingga nafas terakhir kita berdua bisa melihat anak-anak tumbuh bersama. Meski Aya tau kita menikah tanpa cinta , hanya mengikuti permintaan terakhir mama namun begitu Aya berusaha menerima pernikahan ini dan mengorbankan cita-cita Aya.. Tapi apa yang aku dapatkan Bang, kamu tega nyakitin aku begini parah sampai-sampai kamu hamilin Siska!! Kamu pikir pernikahan apa yang kita punya Bang, hati Aya sakit Bang..sakit !!!"


Cahaya berbicara dengan segala rasa sakit yang ia miliki sekarang.


" Aku ngga bisa melanjutkan pernikahan ini lebih lama, maaf aku tidak sesabar kebanyakan wanita di luar sana yang rela di madu. Aku tidak sudi berbagi hati dengan wanita lain Bang....aku mundur" ucap Cahaya kemudian yang berhasil membuat Chandra syok.


"Aku akan pergi dari rumah ini bersama anak-anak. Kami tidak berhak berada disini lebih lama karena ini rumah perusahaan Abang, rumah pemberian Siska" ucapnya sambil beranjak mengemas baju anak-anak


Setelah selesai ia berbalik kepada Chandra.


"Sekarang aku sedang hamil anak Abang, perceraian akan di lakukan setelah anak kita lahir. Abang tunggu saja suratnya.. Semoga kamu bahagia dengan Siska Bang, maafin jika Aya tidak bisa jadi istri yang sempurna untuk Abang. Semoga setelah ini kamu bahagia bersama Siska, doakan aku dan anak-anak agar bisa menerima cobaan ini dengan lapang dada" ucap Cahaya lirih.


Ia kemudian meraih tangan Chandra dan menciumnya, tangan Chandra basah terkena air mata nya.


Chandra menarik Cahaya kedalam pelukannya.


"Abang ngga bisa Ya'...abang ngga bisa sayang" ucap Chandra

__ADS_1


"Kamu bisa nyakitin aku, seharusnya dengan aku pergi segalanya akan lebih mudah buat kamu"


"Assalamu alaikum"


Cahaya berbalik dan meninggalkan Chandra begitu saja.


Lelaki itu begitu frustasi sekarang. Ia hanya bisa berlutut sambil menangis menyesali apa yang telah terjadi.


Keluarganya telah hancur karena ulahnya yang terlambat menyadari niat busuk Siska.


Entah kenapa ia merasa bahwa sejak awal ia mendapat panggilan khusus di perusahaan itu lalu menempati posisi yang bagus , mendapatkan rumah tinggal serta diangkat menjadi asisten pribadi setelah Siska pulang dari luar negri, segala godaan sikap Siska, menghadiahkan apartement, mobil mewah juga selalu membuatnya sibuk hingga ia lupa pada keluarganya, semua tetiba bermunculan di dalam kepalanya.


Kembali ia mengingat bagaimana dulu hati Siska begitu hancur begitu tau ia dan Cahaya sudah menikah.


" Ya Allah...bantu hamba " ucapnya sambil terus sesenggukan.


Cahaya yang tiba di rumah orang tuanya tempat ia di lahirkan dan tumbuh besar disana hingga Chandra mendapatkan rumah dinas baru ia meninggalkan rumah ini. Meski setiap minggu mereka selalu kerumah ini untuk di bersihkan.


Tampak bunga-bunga kesayangan Ayudia tumbuh subur disana.


Ia lalu membuka pintu rumah dan masuk meletakkan tas pakaian mereka di kamar.


Ia berencana menjemput Raka dan Ayudia setelah rumah bersih.

__ADS_1


__ADS_2