CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 31 FIRST NIGHTNYA PENGANTIN LAMA


__ADS_3

Tak lama setelah Bunda berpamitan hendak ke Surabaya, akhirnya dua pengantin remaja itu menuju ke rumah orang tua Chandra untuk menginap disana beberapa hari hingga orang tuanya kembali.


Sekarang mereka berdua berada di kamar Chandra.


Cahaya yang memang sudah memiliki beberapa lembar baju di rumah Chandra akhirnya memutuskan mengganti bajunya dengan daster rumahan.


Chandra yang sedari tadi sudah merasakan panas dingin dan gelora yang berbeda ia rasakan setiap berdekatan dengan istrinya mengikuti kemanapun istrinya pergi. Bahkan seandainya tidak di cegah oleh Cahaya ia pun akan ikut serta ke kamar mandi.


"Bang..ih apa-apaan sih ? Aya mau ke kamar mandi tau"


"Iya Ya' Abang tau kok. Jangan lama-lama yah" Chandra berbicara sambil mengedipkan matanya.


Cahaya sampai bergidik di buatnya.


Perasaan Cahaya saat ini campur aduk menjadi satu. Sepertinya malam ini Suami tampannya akan meminta hak nya. Apakah ia siap ? Mengiyakan juga ia ragu dan takut karena ini pertama baginya. Menolak pun takut di laknat oleh Allah SWT.


"Duuuhhhh....gimana nih ?" Cahaya menggaruk-garuk kepalanya karena kebingungan.


Akhirnya ia memutuskan untuk ke kamar mandi membersihkan diri dan menggantinya dengan baju kebangsaan yaitu daster batik super adem.


"Bismillah..." Cahaya membuka pintu kamar mandi setelah perasaannya sedikit tenang. Tapi dengan harapan Chandra sudah tertidur pulas.


Dan benar saja. Begitu ia masuk kamar, terlihat Chandra tertidur pulas dengan posisi salah satu lengannya menutup mata dan sebelah tangannya di letakkan di atas perut dengan nafas yang teratur tampak seperti orang yang tertidur pulas.


Pelan-pelan Cahaya mematikan lampu utama lalu kemudian menyalakan lampu tidur selanjutnya berbaring di samping sang suami dengan cara memunggunginya.


Namun siapa sangka, Cahaya merasakan pergerakan di belakangnya dan tiba-tiba saja Chandra memeluknya dari belakang.


Deg !!!


"Abang ngga benar-benar tidur lo Ya'" bisiknya


Cahaya benar-benar gugup sekali. Pelan-pelan Chanda membalikkan tubuh Cahaya menghadapnya.


"Ya' kamu ngga akan pernah siap kalau ngga di minta. Abang ingin hak Abang malam ini...abang harap kamu ngga akan nolak" Chandra berbicara dengan suara serak menahan gejolak.

__ADS_1


Cahaya melihat tatapan suaminya yang tampak berbeda dari biasanya akhirnya merasa iba.


"Cahaya istri abang, sudah seharusnya aku milik abang seutuhnya, sentuh Aya' Bang..ngga usah ragu" ucap Cahaya sambil mengelus pipi suaminya. Membuat Chandra semakin meremang.


Mendapatkan lampu hijau dari sang istri membuat Chandra bertekad tak akan melepaskan kesempatan emas ini.


P.ergulatan panas suami istri terjadi di atas tempat tidur yang cukup nyaman membuat keduanya begitu menikmati syurga dunia. ******* demi ******* terdengar jelas di kamar itu.


Mulai dari ciuman, melepaskan baju hingga keduanya tampak polos. Hentakan demi hentakan di bagian inti membuat Cahaya melupakan rasa takut yang menggerogoti pikirannya dari tadi, rupanya Chandra mampu membuatnya melayang sekaligus sakit di area inti.


Tubuh putih mulus Cahaya pun telah di penuhi totolan biru keunguan. Bagian dada jangan di lihat lagi. Chanda begitu menikmati area itu. Menyusu bagaikan anak bayi yang sedang kehausan.


Sebelah di hisap sebelah lagi di remas. Sungguh membuat Cahaya melayang, merasakan nikmat yang luar biasa.


"Aahhh,,,,," Suara erangan keduanya terdengar setelah berhasil mencapai puncak. Sungguh pengalaman yang luar biasa.


Kalau tidak melihat air mata istrinya yang keluar karena merasakan sakit, sungguh Chandra rasanya tak ingin mengakhiri ini semua. Sungguh nikmat sekali rasanya.


"Makasih sayang... " Chandra mengecup kening istrinya. Setelah mengatur nafas sejenak kemudian ia terbangun dan kekamar mandi untuk "cuci piring"


Chandra yang telah kembali dari mandi melihat istrinya yang bersembunyi di balik selimut pun tekekeh.


"Sayang..hei bangun dulu, bersihin diri baru istirahat" Chandra mengguncang pelan tubuh istrinya agar keluar dari balik selimut.


"Ngga ah bang.." ucap Cahaya masih ngumpet di dalam selimut.


"Ngga engap.emang di situ. Betah amat sih, kalau ngga mau buka abang kitikin nih ya..


"Issshh....iya Bang..iyyah.."


Akhirnya setelah di ancam oleh Chandra Cahaya pun keluar dari persembunyiannya.


"Bangun dulu gih, bersihin diri baru tidur yah..kata Ayah gitu setelah campur sama istri harus langsung bersihin badan, biar nanti kalau kita punya anak. Anaknya ngga jorokan.. " ucap Chandra panjang lebar


Akhirnya dengan bujuk rayu Chandra Cahaya berusaha bangun, akan tetapi...

__ADS_1


"Au'...issshhh,,,sakit bang..hik" Cahaya merasakan sakit yang luar biasa pada daerah inti tubuhnya.


"Maafin Abang sayang..yuk Abang bantuin" perlahan Chanda menggendong tubuh istrinya ala bridal style yang masih terlilit selimut.


Saat Cahaya masih di kamar mandi, Chandra melihat bercak darah di sepray putih yang mereka gunakan tadi. Ia lalu mengganti sepray itu dengan yang baru lalu menyimpannya baik-baik dalam sebuah kantong plastik.


",Aku ngga akan mencuci sepray ini. Akan menjadi kenangan tak terlupakan seumur hidupku"bathin Chandra


Lalu kembali ia menyimpannya ke dalam lemari di tempat yang paling aman dan tak terjangkau oleh Bunda. Ia akan membelikan kotak khusus penyimpanan khusus untuk sepray itu


Tak lama kemudian, Cahaya keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang menutupi sebagian dada dan tingginya jauh dari paha.


Seketika pandangan Chandra menjadi lain. Hasratnya kembali membuncah. Akan tetapi ia harus menahan diri sekarang karena melihat Cahaya berjalan tertatih menahan perih.


perlahan Cahaya mengambil baju dalam lemari lalu berniat akan ke kamar mandi untuk mengganti baju. Tapi di cegah oleh Chandra.


"Ganti bajunya disini aja Ya' ngapain malu lagi sih sama Abang....udah kuliat semua juga tadi" ucap Chandra


Ia lalu mengahmpiri istrinya hendak membantu menggantikan baju, akan tetapi di tolak oleh Cahaya.


"ngga usah Bang, Aya bisa sendiri" tolaknya


Setelah selesai mereka berdua lalu berbaring berencana akan beristirahat.


"Ya' makasih yah, Abang sudah jadi laki-laki pertama buat kamu sayang" Chanda berbicara sembari mengelus pipi mulus istrinya penuh sayang.


"Iya Bang,,,maafin Aya baru memberikan hak Abang, padahal kita sudah lama menikah " ucap Cahaya


"Ngga masalah Ya' ini kita sebut saja malam pertamanya pengantin lama...he..he..he.." jawab Chandra


"Makasih, Abang begitu baik dan pengertian sama Cahaya...Ayah sama Bunda juga baik sama Aya, kalian betul-betul berarti dalam hidup aku"ucap Cahaya sendu


"hai sayang...kok jadi sedih sih hah ? Barusan itu Abang bahagia banget lo kenapa kamu jadi melow begini si?"


"Maaf Bang..terbawa suasana" Cahaya berucap itu sembari mendekat memeluk suaminya kepalanya di sandarkan pada dada bidang itu. Chandra mengusap surain indah nan panjang itu kemudian membalas memeluk istrinya dan akhirnya mereka pun terlelap sambil berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2