
"Saya terima nikah dan kawinnya Shinta Rahayu binti Hasan dengan seperangkat alat shalat di bayar tuunai!"
Sah,,,,sah,,,sah,,,!!!
Beberapa tahun lalu,,,,
Setelah Shinta pergi dari rumah, ibu dan Ayahnya begitu sedih. Mereka sangat menyesal atas perlakuannya terhadap anak semata wayang mereka.
Akhirnya dengan terpaksa mereka menemui Roni di kampus dan bercerita akan kepergian Shinta.
Roni yang mendengar itu pun kalang kabut, dirinya sangat khawatir menhetahui kenyataan ini. Berbagai pertnyaan muncul di benaknya.
Bagaimana keadaan Shinta ? dimana dia sekarang ? Kemana dia akan pergi ?? Apakah ia kuat berjalan sendiri tanpa ada yang mendampingi padahal ia sedang hamil ?
Hatinya bergetar hebat mengingat itu semua, Rasa bersalah semakin menggerogoti jiwanya sekarang.
Bertepatan saat kejadian itu, kedua orang tuanya tiba dari luar negri. Akhirnya dengan segala keberanian yang ia miliki ia pun bercerita kepada kedua orang tuanya atas perlakuannya terhadap seorang wanita yang saat ini tengah mengandung anaknya.
Betapa marahnya kedua orang tua Roni saat mengetahui perbuatan bejat anaknya.
Dengan mengerahkan beberapa orang bayaran. Akhirnya mereka menemukan Shinta sedang berada di sebuah kost-kost an di daerah Bekasi. Tubuhnya kurus tak terurus, wajahnya pucat karena ia masih mengalami ngidam yang luar biasa, di tambah ia hanya hidup sebatang kara, jauh dari orang tua dan Ayah sang bayi yang tidak ingin bertanggung jawab.
tok...tok
ketukan pintu mengagetkan Shinta yang sedang terbaring lemah karena baru saja mengeluarkan semua makanan dalam perutnya.
__ADS_1
Dengan perlahan ia beranjak dari tempat tidur nya lalu membuka pintu, betapa kagetnya Shinta melihat wajah kedua oran tuanya yang sangat ia rindukan. Ia lalu berhambur memeluk ibunya sambil menangis sembari memohon maaf atas segala perbuatannya di masa lalu. Ia tidak perduli jika setelah ini kedua orang tuanya akan memaki nya, asalkan bukan anaknya yang di minta untuk di gugurkan maka ia akan menghadapi itu semua.
"Bu,,,Shinta rindu Ibu..hik..maafin Shinta bu" ucapnya sambil terisak
Ibu Shinta juga menyambut pelukan anaknya yang telah lama rindukan. ia memberikan pelukan paling hangat yang ia miliki, seolah menggambarkan "kamu tidak sendiri nak, ada Ayah dan Ibu disini "
lepas dari ibu, Shinta lalu memeluk Ayah nya
"Yah,,,,maafin Shinta,,,hik,,hik,,," ucap Shinta sambil berusaha berlutut di kaki kedua orang tuanya namun di cegah oleh Ayahnya.
"Sudah nak,,,Ayah dan Ibu sudah memaafkan kamu, sekarang kita pulang yah, kita rawat anak kamu sama-sama" ucap Ayah sambil mengelus kepala anaknya.
Adegan haru itu tak lepas dari pandangan mata Roni, hatinya seketika perih melihat kondisi Shinta yang melewati semua sendirian. Ia adalah lelaki pengecut karena sudah membiarkan wanita yang telah melewati malam panas bersamanya, Namun ketika ia berbadan dua ia pun lalu membuangnya begitu saja. Meski demikian wanita itu dan keluarganya tidak begitu menuntut nya untuk bertanggung jawab. Malah kedua orang tuanya sendiri yang begitu kecewa atas sikap tak terpuji anak lelaki satu-satunya itu.
Setelah berpamitan kepada ibu kost dan mengemas beberapa helai baju yang ia bawa ketika meninggalkan rumah, mereka lalu meninggalkan tempat itu dan
Akhirnya atas anjuran dokter Shinta di harapkan untuk di opname beberapa hari untuk memulihkan kesehatan serta mentalnya yang sempat down akhir-akhir ini.
Di taman Rumah Sakit, tampak seorang lelaki lanjut usia dan anak muda yang sedang berbicara serius.
"Terima kasih karena sudah membantu kami menemukan Shinta, kalau tidak ada kamu dan orang tuamu mungkin hingga sekarang kami belum menemukan putri kami, sekali lagi terima kasih" ujar Ayah Hasan berbesar hati dan mengesampingkan keinginanya untuk memukul pria muda yang telah menghancurkan masa depan anaknya.
,"Aku selaku Ayah dari Shinta, tidak akan menuntutmu untuk menikahi putri kami, sebab yang kamu katakan kepada Istri saya tempo hari bisa jadi betul, anak yang di kandung Shinta mungkin memang bukan anakmu" lanjutnya
"Tapi seburuk-buruk kelakuan anak kami, Shinta tetap putri kami yang kami besarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Semoga dengan kejadian ini akan menjadi pelajaran berharga baginya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, kami akan membantu Shinta merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Sampaikan rasa terima kasihku pada orang tuamu karena sudah membantu menemukan Shinta. Aku masuk dulu, sekali lagi terima kasih" ucap Ayah Hasan kemudian berdiri tak lupa ia menepuk bahu Roni sebelum melangkah pergi.
__ADS_1
Tiba-tiba
"Itu anakku, aku akan bertanggung jawab dengan menikahi Shinta dan membesarkan anak kami bersama" suara Roni tiba-tiba menghentikan langkah Ayah Hasan
Lalu ia berbalik dan menghampiri Roni, "kamu baru bisa membuktikan setelah anak itu lahir, lakukan tes DNA. Jika memang terbukti maka kamu boleh menikahi Shinta tapi jika kamu enggan pun, aku tidak akan memaksa" ucap Ayah lalu beranjak meninggalkan Roni dengan segala rasa yang berkecamuk di hatinya,
Ada rasa sesal ketika ia pernah mengatakan bahwa bisa saja anak Shinta adalah anak dari laki-laki terdahulu.
Hari berganti hari, minggu dan bulan berganti akhirnya Shinta melahirkan seorang anak lelaki tampan yang di beri nama Muh. Gibran.
Setelah Gibran berusia 3 bulan, maka di lakukan tes DNA bersama dengan Roni dan hasilnya cocok, 99,9 ,% mereka berdua adalah Ayah dan Anak. Betapa senang hati Roni dan kedua orang tuanya mengetahui kenyataan ini.
Shinta dan kedua orsng tuanya pun tak menyangka jika Roni serta orang tuanya begitu bahagia.
"Maafin gue, udah pernah nyakitin loe, gue akan bertanggung jawab atas kalian. Gue akan nikahin loe dan kita besarkan Gibran bersama-sama" ucap Roni tulus ketika mengetahui bahwa Gibran adalah darah dagingnya.
"Kamu ngga perlu memaksakan diri untuk menikahi aku, kalian mengakui Gibran sebagai anak dan cucu kalian saja aku sudah bahagia, lagi pula apa kamu mau menikah dengan wanita seperti saya?" ucap Shinta
"Loe adalah ibu dari Anak gue dan gue hanya akan menikah sama loe. Urusan siapa loe di masa lalu gue ngga perduli, karena gue pun bukan cowok baik-baik. Hanya kebetulan gue terlahir dari keluarga kaya, jadi kebusukan gue tak tampak" jawab Roni.
"Shinta Rahayu Menikahlah denganku dan mari kita besarkan anak kita sama-sama " ucap Roni sambil berjongkok di hadapan Shinta yang sedang duduk di kuris tamu rumahnya.
Shinta yang melihat ketulusan Roni pun seketika mengangguk menerima lamaran itu.
Setelah di lakukan acara lamaran resmi oleh keluarga besar Roni, akhirnya mereka menikah secara sederhana.
__ADS_1
Dan saat ini usia Gibran sudah menginjak 5 tahun. tua setahun dari Raka