CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH

CINTA INI SELALU ADA DAN TERUS TUMBUH
BAB 13 HARI KELULUSAN


__ADS_3

Hari berlalu , bulan berganti setelah selesai ujian nasional tibalah saatnya mereka merayakan hari  kelulusan dan tentu saya Cahaya keluar sebagai juara umum di susul oleh Chandra dan peringkat ke tiga di pegang oleh teman mereka Angga.


Yeayyyyyy,,,,luluss,,lulusss,,,girang Rani, meskipun ngga mendapat nilai bagus setidaknya ia tidak harus tinggal menjadi kambing tua di sekolahnya. sekarang dia hanya perlu mempersiapkan diri untuk bisa kuliah di luar negri sesuai dengan keinginan papa nya.


Lalu Siska ? yah,,sebenarnya oleh orang  tuanya ia pun meminta ia untuk kuliah di luar negri, akan tetapi Siska menolaknya dengan alasan sekolah di luar ataupun di dalam negri sama aja yang penting adalah prestasi dan rezekinya kedepan. Dan tentu saja itu hanya alasan dia saja, sebenarnya ia ngga mau jauh-jauh dari pujaan hatinya Chandra Dewa yang memilih untuk melanjutkan kuliah di Jakarta saja, mengingat dia adalah anak satu-satunya dan orang tuanya juga ngga mampu membiayai kuliahnya yang pasti sangat mahal disana.


Beruntung saja ia mendapatkan Beasiswa kuliah di jurusan management di sala h satu kampus ternama di Jakarta, Dion dan Elang tentu saja ikut kemanapun Chandra berada, sunggung persahabatan yang begitu indah.


Dan Cahaya ? sebenarnya ia mendapat beasiswa untuk kuliah di salah satu kampus ternama di Jakarta juga bersama dengan Chandra, akan tetapi saat ini ia lebih ingin mencari uang yang banyak untuk biaya pengobatan mamanya.


Setelah euforia hari kelulusan mereka akhirnya Cahaya memilih untuk pulang duluan dan memamerkan keberhasilannya kepada sang mama, ia lalu beranjak ke parkiran untuk  mengambil sepedanya lalu ia pun mengayuh sepedanya kembali ke rumah. tapi entah kenapa sepajang jalan perasaannya tidak enak, ingatannya selalu ke sang mama dan tanpa di minta air matanya turun dengan sendirinya setiap kali mengingat mama nya.


Tapi ia berusaha menepis perasaan itu, ia bermonolog bahwa mungkin ia hanya terharu akan keberhasilannya kali ini dan membuat bangga kedua orang tuanya. Rasanya sudah tidak sabar ingin sampai ke rumah dan bertemu mamanya.


Sesampainya di rumah, entah kenapa perasaannya semakin berkecamuk tidak jelas


"Assalamu alaikum,,,," Cahaya memberi salam namun tidak ada jawaban dari mama,


Lalu ia membuka pintu rumah dan betapa kagetnya Cahaya ketika menemukan mama terbaring pingsan di lantai dingin rumahnya


"Ya Allah,,maaaa,,,mamaaaa,,,bangun maaahh,,hikk" Cahaya lalu berusaha membangunkan mamanya meskipun sang mama tidak bergerak sedikitpun


"Mah, Aya mohon mah...bangun mahhh please,,hik hik hik" Air matanya kelaur tak tertahankan


Hingga dengan sekuat tenaga ia lalu mengangkat mamanya ke kamar dan membaringkannya


setelah itu ia berlari keluar meminta bantuan kepada tetangga dan Pak RT lalu ia kembali mengayuh sepedanya ke rumah Chandra untuk meminta pertolongan agar mama nya mau di bawa ke Puskesmas dengan menggunakan mobil mereka.

__ADS_1


"Assalamu alaikum Yah,,Ayaah,,,Bundaa,," teriak Cahaya yang saat itu sedang ke toko klontong milik orang tua Chandra


"Ada apa Ya' kok teriak-teriak begitu nak ? kamu kenapa hah ?" tanya Ibu Aminah ikutan panik mendengar Cahaya tiba-tiba datang lalu berteriak


"Bunda tolongin mama,,mama pingsan di rumah, Aya mohon tolong bantu bawa mama ke Puskesmas, Cahaya takut mama kenapa-napa Bund" Isaknya


Tiba-tiba Chandra dan Ayah muncul bersamaan karena mendengar teriakan Cahaya dan berbicara sambil terisak


"Sini Yah kunci mobilnya biar Chandra yang bawa mobil kita ke Rumah Sakit sekarang bawa mama" Ujar Chandra ikutan panik


"Ya udah yuk, Bund tutup aja tokonya " Peintah Ayah


"Ia Yah,,,"


lalu mereka ber empat naik mobil menuju rumah Cahaya, terilihat para tetangga sudah berkerumun di dalam rumahnya


"Baik bu,,terima kasih "


Cahaya lalu masuk ke kamar di temani oleh H Abudallh berserta anak dan istrinya, tampah wajah ibu Khadijah semakin pucat dan tubuhnya begitu lemah.


"Cahaya Cantika sini nak dekat sama mama,,,mama mau bicara sesuatu sama kamu sayang" ucap mama begitu lemah


lalu Cahaya mendekat di ikuti oleh ketiga orang itu


"Cahaya anak mama, waktu mama ngga banyak sayang mama udah ngga kuat, Bapak udah nungguin mama disana sayang " Ucapnya sambil mengelus pipi putih mulus milik sang putri


"Jaga diri kamu baik-baik yah, ha.-harus ja-di anak yang kuat. jangan pernah lu-pa doakan Bapak sama mama biar tenang disana " ucapnya terbata

__ADS_1


Cahaya jangan di tanya, air matanya sudah sejak tadi mengalir bak air sungai..


"Hik..mah jangan ngomong gitu...kalau ngga ada mama Cahaya sama siapa mah ? Cahaya takut sendirian mah..hik, mama pleasea ja-jangan tinggalin Aya' " Cahaya berbicara sambil sesenggukan dan menggenggam tangan ibunya


Lalu pandangan Ibu Khadijah mengarah kepada H. Abdullah,


"To-long jaga anakku Cahaya, ja-jadikan ia sebagai putrimu...jika suatu saat ia akan menikah tolong jadilah walinya karena ia sudah tidak punya siapa-siapa selain kalian" uajr ibu Khadijah terbata-bata


Tiba-tiba,,,


"Yah,,,izinkan Chandra menikahi Cahaya sekarang" Ujar Chandra


semua yang berada di ruangan ikut kaget.


"Lo Bang kamu serius ?" tanya Bunda


"Serius Bunda, waktu itu mama pernah bilang mau melihat Cahaya menikah dengan menggunakan kebaya pengantin milik mama, maka sekarang lah saatnya Bund" lanjutnya


"Yah..tolong urus pernikahan ini agar segera terlaksana hari ini juga "


"Bang,,,kenapa abang ngomong gitu sih ? mama ngga kenapa-napa kok mama bakal sehat, Abang jangan asal kalau ngomong!!!" Cahaya sedikti berteriak memarahi Chandra


"Ya' ,, Chandra benar nak, ma-ma ingin melihat kamu menikah sebelum mama pergi..mama mo-hon nak Cahaya mau yah sayang ?" Ibu Khadijah kembali berbicara meskipun kondisinya semakin lemah saja


"Mah,,,tolong mah jangan ngomong kayak gitu mahh " Cahaya berbicara sesenggukan


Berharap apa yang di takutkan akan terjadi hari ini. ia betul-betul tidak siap. Rasanya ia akan gila ketika memikirkan itu semua.

__ADS_1


__ADS_2