
Berhari-hari tak bertemu Chandra menjadikan Siska uring-uringan, ia bak orang gila.
Terpaksa Tuan Arman yang turun tangan mengatasi perusahaan, di karenakan Siska kinerjanya tiba-tiba drop, bagaimana tidak sang penyemangat hilang entah kemana. Ngga pernah muncul meski di hubungi bahkan di kirimkan beberapa pesan ancaman pun tetap saja lelaki itu ngga muncul-muncul dan sepertinya pria itu tak takut sama sekali.
Akhirnya ia memutuskan untuk menceritakan keadaannya sekarang kepada kedua orang tuanya.
Meski kaget medengarnya, namun Ayah nya berjanji untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Minimal Chandra harus muncul dulu karena setelah di selidiki ternyata rumah itu telah kosong .
Chandra sudah meninggalkan rumah itu sejak beberapa hari yang lalu.
Mami Siska sebenarnya kecewa dan tidak suka dengan apa yang di lakukan anaknya sekarang. Namun ia tak berdaya untuk mencegah karena dari awal apa yang ia lakukan sudah mendapat dukungan penuh dari suaminya.
Hari ini Siska menemui seseorang di kafe.
"Kamu kirimkan foto ini kerumah orang tuanya dan rumah Cahaya, sudah saat nya mereka tau bahwa aku tak pernah main-main" ucap Siska pada orang itu
"Baik mbak, hari ini juga fotonya aku kirimkan pada mereka" ucap orang misterius itu.
"Bagus, ini bayaran kamu kerjakan semua secepat mungkin" ucap Siska sambil memberikan amplop coklat tebal berisi uang pada pria itu.
Pria itu lalu pergi meninggalkan Siska seorang diri, tak lama kemudian sebuah pesan masuk di ponselnya.
Senyumnya seketika terbit di bibir indahnya.
"Binggo !!! Berani kamu bermain-main sama aku Chand...mau lari kemana kamu pasti ku temukan " bathinnya
Yah...dengan uang dan kekuasaan yang di miliki Ayahnya ia bisa menemukan keberadaan Chandra kurang dari 24 jam
Tok...tok...
Bunyi ketukan di kamar kost Chandra berbunyi. Ia yang baru saja habis Shalat merasa heran siapa yang sedang mengunjunginya di siang bolong begini.
Apa ia tetangga kamarnya ? hari ini memang hari minggu kebanyakan mereka tidak bekerja.
__ADS_1
Setelah mengganti baju koko nya dengan baju rumahan.
Ia lalu membuka pintu kamar, dan betapa kagetnya Chandra ketika yang mengetuk pintunya adalah Siska.
Wanita itu nyelonong masuk begitu saja.
"Kamu ngapain aja sih, lama amat buka pintunya. Aku ini lagi hamil ngga baik berdiri terlalu lama" ucapnya sewot
"By the way, ngapain kamu ngekost sih ? Kamu bisa tinggal di apartement kan? Aku bisa nemenin kamu seharian kalau kamu bosan" ucapnya lagi
"Ngapain kamu kemari ? Ada urusan apa ?* tanya Chandra kemudian.
Ia benar-benar jengah sekarang, wanita itu selalu mengusik hidupnya.
Andai ia bisa, ingin rasanya ia musnahkan saja si Siska ini l supaya tak perlu repot-repot hadir lagi di hadapannya.
"Kok kamu nanyanya gitu, aku kangen tau" ucapnya manja
"lebih tepatnya bayi kita yang kangen sama Daddy nya " ucapnya sambil bergelayut manja di lengan kekar lelaki itu.
"Ngapain malu, aku tinggal bilang sama mereka kalau aku lagi cari Daddy anakku" ucapnya bangga
"Ck...gue bukan bule ngga ada Daddy-daddy an !! " ucap Chandra ketus
"Oyyah...jadi kamu mau di panggil apa sama anak kita sayang? Hemhhh ?" tanya Siska.
Ia merasa di atas angin sekarang karena mengira Chandra sudah menerima anak dalam kandungannya.
"Om,,,!!!"
"What ?? kamu gila masa anak sendiri panggil bapaknya Om sih?" pekik Siska
"Ngga..gue ngga gila, yang gila itu ello ngaku-ngaku hamil anak gue ngga ada bukti !!!" ucap Chandra
__ADS_1
" Kata siapa ngga ada bukti jelas-jelas ini anak kamu, lupa apa yang terjadi di antara kita di hotel hah ?" tanyanya
" Ia gue lupa, bahkan ngga inget sama sekali, bagaimana mungkin gue ngelakuin itu tanpa sadar, ngga ada nikmat-nikmatnya sama sekali. Loe ngga tau aja rasanya bercinta dengan kesadaran penuh..surga pindah ke dunia, ngerti loe " ucap Chandra begitu pedis di telinga Siska.
"Lagian kalau gue mau bercinta mending gue bikin anak sama bini gue yang cantik serta menggairahkan, ketahuan bibitnya unggul, cantik ganteng dan jenius" ucapnya lagi
"Tapi ini anak kamu Chandra" keukeuh Siska
"Ngga, belum tentu..mana tau dia mati sebelum lahir jadi batal jadi anak gue !!" ucap Chandra lebih pedis dari cabe 7 biji
"Chandra, brengksek kamu yah!!" emosi Siska
"hemhh,,,hahahaha"
" Gue cowok dan gue juga emang laki-laki brengksek loe tau itu, ngapain masih loe kejar-kejar juga sih"
"Aku mau kamu tanggung jawab akan bayi ini, dia butuh kamu karena kamu Daddy nya, jadi kamu harus nikahin aku !!" jawab Siska
"Gue udah bilang, gue cowok brengsek. Kalau pun dia anak gue..ngga bakal gue nikah sama cewek kadal kayak loe !!! Mending nikah sama ***** sekalian, ketahuan dan ngga munafik !!" jawab Chandra sekarang melebihi cabe 9 biji pedesnya
"Eh ngapain kamu samain aku sama ***** hah ??kamu lupa siapa aku ???" jawab Siska sombong
"Tau kok, wanita rubah berkedok emas permata khan ?? Hahaha...ngga usah di jelasin Siska, gue udah tau kok" jawab Chandra udah kayak cabe 15 biji nih di sambel terasi.
" Mendingan loe tinggalin kamar gue sekarang, gue mau tenang ngadepin hidup ngga usah jadi racun loe di kehidupan gue " usir Chandra
"Hati-hati kamu kalau ngomong, ucapan kamu barusan bisa jadi masalah panjang buat hidup kamu !!" ucap Siska mengancam
"Dasar cewek manja !! Sana loe..hush..hush..hush.." Chandra memegang bahu Siska dan menutunnya agar meninggalkan kamarnya.
Hingga ia berhasil membawa wanita itu melwati pintu kamar lalu menutup dan menguncinya.
Wajah Siska merah menahan amarah, baru kali ini ada yang berani menghinanya.
__ADS_1
"Awas kamu Chandra " bathinnya