
Seminggu sudah Jeong dan Syakila bolak-balik dari perusahaan ke rumah sakit ke rumah Syakila, rumah kakek, apartemen Jeong. Letih rasa nya namun demi hasil yang memuaskan mereka berdua bekerja sama bersama. Syakila sangat menjaga pola makan kakek dan terapi herbal dan alhamdulillah hasilnya memang sangat memuaskan.
"kek, minggu depan Lala kebagian sip pagi, jadi mulai besok Lala gak bisa temeni kakek lagi, tapi nanti makanan dan obat herbal biar Jeong yang antar" pamit Syakila, mereka sambil jalan-jalan mengitari halaman samping rumah kakek.
"iya, Terima kasih ya dokter Lala sudah repot-repot menjaga kakek" ucap kakek
"ih kakek formal banget panggilnya dokter Lala, Lala aja kek" pinta Syakila
"iya" jawab kakek tersenyum
Mereka masuk ke dalam di ruang keluarga, duduk santai.
"La, kenapa kamu menyukai bocah tengik itu?" tanya kakek membuat ku kaget
"Hah, sebenarnya Lala tidak menyukainya kek" Syakila berbicara sedikit perlahan takut ketahuan Jeong "Jeong itu kek laki-laki gunung es, songong, selalu memaksa, sok sokan, selalu memandang rendah orang lain" Syakila bicara dengan menggebu-gebu dia tidak sadar kalau Jeong sudah ada di belakang nya.
Tuunngg.. kepala Syakila dipukul pelan oleh Jeong "terus apa lagi?" tanya Jeong duduk di sebelah Syakila.
"Memang kok, kamu emang nyebelin, suka ngeledek orang, ingin menang sendiri, dan paling jelas suka memaksa" Syakila membeberkan keluh kesahnya.
"contohnya gimana aku memaksa?" tanya Jeong
"kek yaa, nanti dia telpon 'aku sudah ada di depan' itu kek mesti harus cepat sampai kalau tidak yang siput darat lah, lelet lah, sudah dinobatkan kepadaku" Syakila cerita dengan semangat
"terus... " ledek Jeong
"terus kalau dia yang terlambat, dia nangiskan aku kek" rengek Syakila, Jeong mengacak-acak rambut Syakila.
__ADS_1
"nah ini kek, rambut ku tak pernah rapi jadinya" Jeong tambah mengacak-acak rambut Syakila.
"kakek..." teriak Syakila sudah dikusel kusel masuk dalam ketiak Jeong.
Dan pada saat itu datanglah dua wanita cantik dan anggun, yang satunya masih muda mungkin di bawah ku namun karena make up yang berlebihan sehingga terlihat dewasa dan yang satunya lagi wanita paruh baya
"Kak Jeong.. " dia memanggil Jeong dengan manja. Wanita itu langsung duduk di sebelah Jeong, dia menempel manja di bahu Jeong
"Selly jaga sikap kamu, ada tamu di sini "kata Jeong namun tidak dihiraukan oleh Selly, Jeong berusaha melepaskan pelukan Selly, namun Selly tetap saja menempel kayak perangko. Kakek diam saja begitupun dengan Syakila.
" papi.., " panggil wanita satu nya, dia mencium dan memeluk kakek Ronald yang ternyata wanita itu adalah menantu nya istri dari paman Jeong. namanya Siska. Jeong biasanya memanggilkan dengan bibi Siska.
"Kapan kamu pulang?" tanya kakek Ronald
"baru aja tiba pi, dari bandara langsung pulang ke rumah" Siska menikah dengan paman Jeong karena perjodohan dia anak dari pengusaha ekspor impor dari negara Singapura.
"Selly, kenalkan ini Syakila" kenal Jeong, Syakila tersenyum pada Selly dan mengulurkan tangan, namun Selly hanya menatap nya dengan sinis. Dia memang gadis yang bertabiat sombong, angkuh,suka merendahkan orang lain, banyak teman-teman yang tidak menyukai nya tapi apa pedulinya walaupun hanya berstatus sebagai anak angkat yang diadopsi Siska tapi semua kebutuhannya selalu terpenuhi oleh Siska ataupun kakek, yah bisa di ibaratkan tuan putri yang terhormat.
"Pi, Siska ke kamar dulu" pamit Siska "ayo Selly" ajak Siska juga pada Selly. Mereka berdua pun masuk ke kamar mereka.
"itu tadi Siska menantu saya, dan Selly anaknya" kakek mengenalkan kepada Syakila. Syakila hanya tersenyum "Mereka baru pulang jalan-jalan, entah jalan-jalan kemana katanya, yang jelas ke luar negeri" kake bercerita
"kek, Lala mau pamit pulang juga ya " pamit Syakila.
"Kenapa buru-buru sekali? kapan-kapan menginaplah juga di sini biar rumah ini jadi ramai, rumah ini serasa sepi sekali" pinta kakek Ronald
"ya, kapan-kapan Lala menginap di sini kek" jawab Syakila.
__ADS_1
Syakila pulang di antar Jeong, sedangkan kakek istirahat di kamarnya.
Pada saat yang sama di kamar yang berbeda.
"Mom, kenapa kakek terlihat bugar katanya momy sudah menyuruh nana untuk memasukkan minuman kakek dengan obat yang momy beli itu?" kata Selly yang terhasut dengan rencana Siska. Selly memang anak adopsi Siska dalam keluarga Ronald namun kenyataan nya Selly memang anak kandung Siska dengan laki-laki selingkuhan nya. Makanya dia bersikeras untuk menghancurkan keluarga ini dia takut rahasia nya terbongkar dan di usir dari rumah ini jadi sebelum itu terjadi dia duluan yang akan menyingkirkan kakek Ronald.
"Iya, momy juga heran seharusnya kita pulang karena mendapat kabar bahagia bahwa tua bangka itu sudah masuk dalam tanah"
Sedangkan di rumah Syakila, Jeong sedang memutar video yang sedang terekam CCTV yang ada di kamar Siska.
"denger ya Selly, jika kita gagal menyingkirkan tua bangka itu maka kita harus mendapatkan Jeong, Jeong sudah kembali, pasti kakek akan mewariskan semua kepada Jeong sebagai cucu kandung satu-satunya. " Siska penuh semangat
"momy tidak mau segala usaha momy dari dulu hancur, susah payah momy menyingkirkan dady mu, mengirim paman ke Korea, dan mengusir Jeong, tinggal satu langkah kita habisi si tua itu, namun kalau ternyata itu gagal terpaksa kamu maju Selly, nanti momy yang membujuk kakek untuk menikahkan mu dengan Jeong, kalau kakek tidak mau kita susun rencana supaya Jeong terpaksa menikah dengan mu, oke, yang jelas kamu harus dengarkan momy!! " jelas Siska penuh semangat.
"tapi mom, bagaimana dengan Fank, aku sangat mencintainya" rengek Selly
"yaa, kamu atur atur aja, masa gitu aja mau di ajari momy" kata Siska geram.
Jeong diam menanggapi video CCTV yang ditonton dari handphonenya. Dia berpikir dan tidak menyangka peliharaan yang dirawat kakek nya dengan baik menerkam nya. Yaah.. ternyata penghianatnya benar orang dalam dan yang lebih mengejutkan pelakunya adalah menantu idamannya yang selalu dibanggakan dan selalu dibandingkan dengan mama Jeong.
"La..., aku pulang ya" Jeong hendak pamit
"enggak minum dulu, aku udah buat jus" teriak Syakila dari dapur
"simpan aja dulu nanti aku akan meminumnya, setelah isya aku kesini lagi, aku ada sedikit urusan" ucap Jeong sambil mengacak-acak rambut Syakila. "jangan cemberut ih jelek!" canda Jeong pada Syakila. Syakila hanya diam, dia berpikir tidak biasanya Jeong cepat kali pulang setidaknya minumlah jus yang sudah terbuat.
Apa yang akan Jeong lakukan? pikiran Syakila berlayar kemana-mana. Selama ini Syakila selalu cuek tentang Jeong. Apa yang dilakukan? mau kemana? Mau apa? Sedang apa? Syakila tidak pernah peduli. Namun entah mengapa malam ini pikiran-pikiran seperti itu terbesit di kepalanya.
__ADS_1