
Sabtu sore, Jeong dan Syakila menelusuri jaran raya berteman dengan kemacetan ibukota. Mereka berdua hendak menuju kota BB tempat dimana diadakan reuni akbar angkatan 30 -40 sekolah Kumbang.
Dari pihak panitia sudah menyediakan jasa transportasi bus wisata untuk para peserta yang berada di luar kota BB dan kegiatan tersebut sudah berlangsung dari pagi tadi start jam delapan pagi, namun karena kesibukan masing-masing kedua insan ini mereka berdua baru bisa berkesempatan untuk berangkat sore ini dan untungnya jarak kota BB tidaklah jauh hanya sekitar menempuh jarak satu jam. Jeong dan Syakila memang hanya akan menghadiri acara puncak aja yaitu bertepatan malam ini.
Sesampainya di depan villa
"kayak enggak seperti villa ya kak, malah lebih tepat di katakan penginapan" tanya Syakila pada Jeong setelah melihat lihat depan bangunan tersebut
"iya, sebenarnya awalnya memang sebuah villa namun didesain lagi dan tambah lagi bangunannya menjadi sebuah wisma ya semacam penginapan gitulah, namun mungkin karena sistem pengelolaan nya atau kurangnya promosi jadi sepi pengunjung dan lama kelamaan tutup" jelas Jeong
"kakak pernah kesini?" tanya Syakila lagi
"belum baru pertama kali ini" jawab Jeong
Mereka berdua pun turun dan menuju kamar mereka. Jeong mengantarkan Syakila sampai depan kamarnya
"ini kamar adek, kalau ada apa-apa telpon kakak aja ya" pesan Jeong
Syakila mengangguk dan masuk ke dalam kamar.
"assalamu'alaikum" sapa Syakila
"Syakila ya? waalaikumsalam" tanya penghuni kamar tersebut. ternyata satu kamar ada tiga oranag penghuni
"Dona ya?" tanya Syakila ragu
"iya" wanita itu mengangguk dan memeluk Syakila
"kirain udah lupa?" tanya Syakila
"ya enggak mungkinlah, semut pun tau siapa Syakila, pahlawan akademik SMA Kumbang, orang top nomor satu paling pintar siapa yang gak kenal" puji Dona
"ah kamu berlebihan" elak Syakila "apa kabarnya sekarang? sibuk apa?" tanya Syakila
"buka butik" jawab Dona yang membuka butik di ibukota juga.
"wah nerusin bakat nih, dari dulu emang suka gambar, selalu menyendiri duduk di pojok kelas asik ngegambar" ucap Syakila sambil mengenang masa-masa itu.
"kamu gimana? udah berkeluarga?" tanya Dona balik
"aku kerja di rumah sakit Teratai Medica jadi tukang bedah, belum menikah lagi menunggu untuk dilamar" Syakila tertawa " kamu gimana? sudah berkeluarga?" tanya Syakila yang juga penasaran
"baru bercerai dia bulan yang lewat" jawab Dona agak sedih
"maaf" ucap Syakila tak tega
__ADS_1
"don't worry it's okay, semua telah berlalu dan aku juga harus bersyukur, dia lelaki kasar selalu main pukul" jelas Dona
"yang sabar" Syakila mengusap punggung Dona.
"yah, semua sudah berlalu" Dona mengangguk anggukkan kepala seolah menguatkan dirinya sendiri- bahwa semua baik baik saja.
Dan tak lama keluar dari pintu kamar mandi satu orang lagi wanita cantik.
"Syakila ya Don?" tanya wanita itu dingin
"iya" jawab Dona pendek
"Hai " sapanya menepuk punggung Syakila yang sedang rebahan mengotak atik handphone nya
Syakila memutar badannya, alisnya berkerut tanda berpikir memutar memori siapa gerangan wanita ini
"Don, yang ini siapa? angkatan kita juga?" Dona menjawab dengan anggukan "seingat ku ada ya makhluk cantik begini di kelas kita?" tanya Syakila bingung
"dia Mona yang sering di panggil Boy" jelas Dona
"astaghfirullahalazim, eh salah masyallah kok jadi princess begini Boy" Syakila enggak percaya dengan apa yang di depan mata, pasalnya dulu si Mona itu enggak ada feminim nya sama sekali
"sibuk apa kamu sekarang boy?" Syakila menjerit dan memeluk Monica.
"dia seorang model sekarang Syakila" jawab Dona. Syakila memang idola yang sangat merakyat zaman dulu nya, dia tidak pernah pelit untuk mengajari atau ada teman yang bertanya soal pelajaran, bahkan jika ada PR pun kedatangan Syakila selalu di nanti para idolanya entah itu golongan cewek ataupun cowok.
Tampilan Syakila sangat sederhana namun terlihat elegan. Dia mengenakan dres selutut berbahan brukat lembut berwarna crem, berlengan pendek. Baju itu pemberian Jeong yang di belinya di butik ternama. make up natural dan rambut tidak menggunakan asesoris apapun. Syakila juga tidak menggunakan perhiasan apapun hanya sebuah jam tangan mahal yang lagi lagi dibelikan oleh Jeong. Dia sengaja tampil sederhana karena takut akan jadi bahan olokan teman temannya yang suka usil. Dan siapa lagi kalau bukan Lira in the genk.
Dan ketika mereka keluar sudah ada Jeong duduk di kursi yang ada di depan kamar mereka.
"kak" panggil Syakila pada Jeong
"pak Jeong" Mona membungkukkan kepalanya,
Jeong membalas dengan senyuman dan Jeong meraih tangan Syakila
"Syasa pacar bapak?" tanya Mona
"iya, bentar lagi kami akan menikah, do'ain ya" jawab Jeong sambil merangkul pundak Syakila.
"nona Mona ini dek pernah bekerjasama dalam pembuatan iklan produk kami" jelas Jeong
"oooo" jawab Syakila dan Dona kompak
"pak Jeong memang selalu memprioritaskan teman sealumni" canda Mona
__ADS_1
"huh nepotisme" goda Syakila
"itu bukan nepotisme adek hanya sekedar membantu mensejahterakan teman dan jika teman sukses kan siapa juga yang untung ya kita sendiri kan jadi kalau ada apa-apa enak tinggal minta tolong aja" Jeong membela diri "lagian secara formal juga ya pake casting ya Mon?" tanya Jeong memperjelas alibinya
Mona hanya tersenyum dan mengangguk. Dia memang sangat senang bisa bekerjasama dengan seniornya itu. dan murni hanya kerjasama karena Jeong memang selalu menjunjung tinggi profesionalisme.
Sampailah di sebuah ruangan yang sangat besar seperti aula. Di sana sudah banyak para alumni dari berbagai bentuk. ada yang gendut, yang tinggi ganteng, pendek bulet, ada yang biasa aja, ada yang glamor, ada yang menor, bahkan bisa dikatakan norak pokoknya bermacam-macam manusia dengan berbagai wujud.
"Syakila... "
"Syasa... "
Teman-teman Syakila saling memeluk nya karena memang tidak banyak yang bersilahturahmi kembali pada syakila, mungkin memang syakila yang sibuk dan menutup diri, mungkin juga konsentrasi serius dengan study nya.
Selain menyapa dan memeluk Syakila banyak juga yang bertanya-tanya perihal pria tampan di sebelah Syakila. Yah mereka hanya heran saja spesies seperti Syakila hanya menomor satukan buku urusan yang laen itu urusan kesekian apalagi untuk urusan cowok. Dan untungnya lagi ada Mona Dan Dona pengawal Syakila yang menjelaskan siapa Jeong.
"Dek, kita temuin teman-teman kakak dulu yuk, nanti kakak antar kesini lagi" Jeong mengajak Syakila menemui teman-teman nya bermaksud pamer pasangan, Syakila mengangguk.
"Mon, aku kesana bentar ya, jagain tempatku!!" pesan Syakila
"baik bu dokter" Dona yang menjawab sedangkan Mona yang diajak diajak ngomong hanya mengacungkan jempol.
Jeong dan Syakila menuju teman-teman Jeong. Disana ada Hary seorang casanova duren yang selalu gonta ganti pasangan malam ini dia sendiri bermaksud mencari mangsa. Ada lagi Alex, dia sudah berumah tangga dengan teman seangkatan dengan mereka dan sekarang sudah dikaruniai seorang putri cantik bernama Arora dan terlihat istrinya bernama Mika tengah berbadan dua. Dan setelah itu ada Barata bersama tunangannya adik tingkat satu tingkat di bawah mereka bernama Sandra.
"Hai" sapa Jeong pada teman-temannya
"waduh pecah nih rekor, akhirnya bawa cewek juga" ricuh sapaan Jeong disambut Alex
"kenalin nih Syakila" Jeong mengenalkan Syakila pada teman-temannya.
"kenal dimana La? jangan mau ya dikadalin Jeong" sahut Mika sambil memeluk Syakila "aku Mika istrinya Alex" Mika sambut perkenalan itu dengan hangat karena memang Mika orangnya supel mudah bergaul. Mereka saling bersalaman dan berkenalan. Namun tidak dengan seorang gadis kecil.
"Lola gak mau kenalan ama tante imut" Arora cemberut.
"kenapa sayang?" tanya mamanya yaitu Mika
"tante imut lebut pacalnya Lola" Arora cemburu dengan Syakila karena memang Arora sangat ngefans dengan Jeong namun walaupun cemburu yang nama anak-anak tetap jujur dia memanggil Syakila dengan sebutan tante imut.
"Jeong, tolong dirayu tuh pacar pertama mu dia kesel ada selingkuhan pacarnya datang" ucap Alex
"hahahaha" semua tertawa
Syakila mendekat "gadis cantik tante itu cuma pinjem aja kok pacarnya Arora iya kan om Jeong?" Syakila membujuk rival cintanya
"bukan om Jeong tapi oppaaa" sangkal Arora
__ADS_1
"aduh baru pertama pergi udah dilabrak sama pacar pertama oppa Jeong bantuin tante imut dong,,, " Syakila cemberut dan sedikit membuat wajahnya sedih