
Sabtu pagi, matahari bersinar dengan indahnya, menerangi bumi. Dan pagi ini juga Syakila mendapat tamu kehormatan yang berkunjung di rumah mungilnya. Tamu itu tidaklah lain adalah kakek Ronald. Ditemani asisten Tom, kakek Ronald berangkat dari pa
rumah besarnya pukul enam.
Suara deru mobil mewah kakek berhenti di depan rumah dokter Syakila yang membuat perhatian para tetangga nya. kedua orang yang ada di kursi penumpang pun turun dari mobil itu.
Asisten Tom membunyikan bell yang ada di dekat pintu rumah Syakila.
assalamu'alaikum
Syakila keluar dari kamar hendak membuka pintu, dia pikir ada siapa pagi-pagi sudah bertamu tidak mungkin Jeong biasanya dia jemput jam 7.15.
mungkin juga ada tetangganya yang sakit pikir Syakila.
"om Tom?? kakek??" ucap Syakila kaget, untung dia sudah berpakaian rapi
"assalamu'alaikum" sapa si kakek
"waalaikumsalam, masuk kek" Syakila mencium tangan kakek, dia jadi kikuk pasalnya rumah kecilnya kedatangan tamu besar. "duduk kek, bentar ya kek Lala buatin teh, kakek udah sarapan?" sambung Syakila. Bukan tidak ada alasan Syakila tanya sudah sarapan belum karena di rumahnya ketika Syakila melihat jam masih jam 6.45.
"kami tadi sudah sarapan roti nona" jawab asisten Tom
Syakila masuk untuk membuat kan teh. dia lalu mengambil handphone nya dan mengabari Jeong bahwa di rumah ini ada kakek Ronald dan asisten Tom.
Syakila keluar dengan membawa nampan berisi dua gelas teh dan sepiring kue klepon, kue tradisional yang dibungkus oleh biji wijen.
"kek, om di minum teh nya" ucap syakila sambil meletakkan tehnya di depan kakek dan asisten Tom
"nona Syakila buat sendiri makanan ini?" tanya asisten Tom penasaran akan makanan itu.
"iya, ini namanya kue klepon ini isinya kacang hijau om Tom" jelas Syakila "Lala banyak di kasih tetangga jadi Lala buat kue ini aja" sambung Syakila lagi
"lalu ini apa yang biji putih ini?" ah om Tom ada ada aja yang ditanya, gak usah bingung begitu om Tom mentang mentang bule kepo dengan klepon
"oo, itu namanya biji wijen om" jawab Syakila
__ADS_1
sedang asyik nya makan kue klepon dan minum teh anget sambil ngobrol eee ada yang nongol
"assalamualaikum" sapa tamu lagi
"waalaikumsalam, " jawab ketiga nya
Jeong masuk tanpa disuruh oleh tuan rumah, dia langsung duduk di sebelah Syakila
"kakak mau minum juga?" tanya Syakila
"enggak usah kamu beres beres aja nanti terlambat ke rumah sakit" ucap Jeong sambil melihat jam di tangannya.
"kek, Lala ke dalam sebentar ya?" Syakila berdiri pamit mau siap-siap kerja.
"La, kamu hari ini sudah kakek izinkan sama dokter q untuk menemani kakek jalan-jalan" ucap kakek, kakek permainan apalagi nih?
"maksud kakek?" Syakila kaget, begitu juga Jeong.
"kakek ingin jalan-jalan tapi gak ada yang menemani?" kakek Ronald mulai akting dengan wajah sedihnya supaya Syakila kasihan.
"tapi kakek sudah izin dan kata dokter Broto boleh kalau Lala izin hari ini" kakek yang menjawab
"ya sudah nanti kakak mampir ke rumah sakit sebentar" Jeong ikut mengizinkan juga
Jeong berpamitan untuk berangkat kerja, pekerjaannya hari ini sangat padat. Sedangkan kakek tidak mungkinkan dia jalan-jalan di pagi buta mana ada toko atau gerai yang sudah buka pukul tujuh pagi. Akhirnya kakek memutuskan untuk istirahat sebentar di rumah Syakila sambil menunggu jam sembilanan.
di sinilah kakek sekarang, dia sedang sarapan bersama Syakila dan om Tom. setelah perdebatan dan ancaman tidak mau ikut jalan-jalan akhirnya kakek mau diajak sarapan oleh Syakila.
"maaf ya kek menunya sederhana, ini sebenarnya kak Jeong yang request tapi malah dia cepat-cepat berangkat enggak sarapan lagi" ucap Syakila.
Mereka sangat menikmati sarapannya apalagi om Tom dia sangat suka sarapan hari ini. Syakila memang sengaja memasak nasi uduk kuning pagi ini dengan toping rendang ayam, tahu goreng, tempe orak arik pedas campur teri, irisan ketimun, dan tumis mie kuning.
setelah makan kakek penasaran untuk berkeliling rumah kecil Syakila dan beliau sangat tertegun dengan koleksi bunga anggrek Syakila yang ada di halaman belakang.
"rumah ini sangat kecil, tapi sangat nyaman, penataan ruang, dan perabot yang sederhana, penataan taman membuat yang datang merasa betah" pikir kakek Ronald
__ADS_1
"Tom, pantas saja Jeong betah tinggal di sini. rumah ini memang sangat nyaman, membuat hati tentram dan hilang segala masalah yang hinggap di dalam sini" kakek menunjuk pada kepalanya
"iya tuan merasa sangat damai" om Tom pun setuju dengan kakek Ronald
Berdua sudah bersahabat lama, berdua sudah mengalami suka dan duka, persahabatan berbeda usia itu sekarang sedang menikmati indahnya koleksi bunga anggrek Syakila yang bermekaran.
"apa kamu tidak bosan mengikuti aku terus?" tanya kakek tiba-tiba
"maksud tuan?" tanya Tom tidak mengerti
"carilah kehidupanmu? seorang pacar atau istri, aku sangat berdosa sekali jika kamu masih melajang terus!" pinta kakek Ronald
"hal itu sudah ku pikirkan tuan, tapi yang selama ini dekat dengan ku hanya wanita yang materialistik, hanya untuk sebuah kepentingan, aku belum menemukan yang tulus" ucap om Tom penuh diplomatik.
"kamu ingin yang seperti apa?" tanya kakek "nanti aku carikan!!" kata kakek menawarkan
"kenapa baru sekarang?" tanya Tom dengan menatap dalam ke arah tuannya tercinta
"karena aku baru sadar bukan aku yang kau butuhkan tapi seorang istri yang dapat mensuport mu, kalau aku, aku sudah tua sebentar lagi mati, nanti malam di acara pesta carilah mungkin ada seorang gadis yang kau ingin, atau cinta pada pandangan pertama" kakek tertawa. asistennya pun tertawa, mereka menertawai kehidupan mereka.
"kalau aku menikah, tuan akan lebih banyak sendiri" rayu Tom
"lahir sendiri, mati sendiri, kenapa mesti takut hidup sendiri" kakek menghibur hatinya sebenarnya jika itu terjadi kakek Ronald pasti kerasa sangat kehilangan dan sedih.
Tom bukan hanya seorang asisten, dia juga merangkap sekretaris, merangkap anak, merangkap adik, sekaligus juga merangkap menjadi teman, seperti sekarang ini mereka berdua berbicara dengan masalah yang sangat pribadi sekali baru seorang kakek Ronald.
"tuan, sudah waktunya kita berangkat" asisten Tom mengingatkan tentang hal kedisiplinan makan akan ditempat kakek Ronald.
"baiklah, panggikan Syakila aku akan menunggu mereka di dalam mobil.
Tom pun masuk untuk menemui Syakila
" maaf nona, tuan sudah menunggu di dalam mobil" ucap Tom pelan
"baiklah" Syakila pun mengikuti kegiatan mereka
__ADS_1
ketiganya menuju ke mobil.