Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
* Temen calon istri CEO *


__ADS_3

*


Siang ini aku menemani Reza sang bos untuk fitting baju pengantin di butik ternama langgangan keluarga Reza.


" Mana Shanum? " tanya Rasti mamanya Reza.


" Belum datang? " Reza malah balik tanya.


" kamu ini aneh kok balik tanya, dia kan calon istrimu, gimana sih" jawab mamanya Reza sewot,


" ma, dia memang calon mantu mama, menantu idaman mama tapi bukan tipe istri impianku" tegas Reza


" udah, mama udah lama nyampe butik? " tanyaku menengahi perselisihan antara ibu dan anak itu.


" udah setengah jam Jeong, " jawab mama


Tanpa mereka sadari rupanya perdebatan mereka tadi disaksikan oleh Shanum dan Syakila. Mereka berdua memilih diam menyaksikan perdebatan itu. Syakila menggenggam erat tangan Shanum bermaksud memberikan semangat dan kekuatan bahwa semua akan baik-baik aja.


" Assalamu'alaikum " sapa Shanum memberi salam


" Wa'alaikum salam, Shanum, kamu sudah datang nak, kemari" jawab mamanya Reza ramah bercampur kaget kira kira Shanum tahu enggak perdebatan mereka tadi.


Mereka berdua menghampiri mamanya Reza lalu menyalimi tangan mama Reza dengan memcium punggung tangan mama Reza.


" ma, ini temen Shanum, namanya Syakila " Shanum memperkenalkan Syakila kepada mamanya Reza.


" Syasa aja tante biar sama kayak Shanum" Syakila memperkenalkan diri lalu ikut mencium punggung tangan mama Reza.


" kalo begitu mama aja dong, biar sama juga sama Shanum" mama Reza ramah


" Mah, dia Syasa ini meskipun imut imut begini tapi dia seorang dokter loh mah" Syakila mempromosikan Syakila.


" iya sayang? " mama penasaran


" di rumah sakit mana Sya? " dasar emak emak mulai kepo


" rumah sakit Teratai Medica " senyum Syakila ramah.


" ada temen papa disana, siapa ya, kalo enggak salah dokter bedah, eee Broto Suseno" mama mengingat ingat.


" iya kenal ma, kami satu tim karna sama sama dokter bedah, namun sekarang udah jarang ikut operasi, beliau sekarang menjadi Dirut di Teratai Medica ma" jelas Syakila


" oooo, ya ya, emang si Broto itu dokter senior Sya" lanjut mama


" iya ma" jawab Syakila sambil tersenyum


" barang limited edition ini masih jomblo" sambung Shanum


" iya sayang? " tanya mama tidak percaya, Syakila hanya menyengir kuda sambil tuh tangan menyubit pelan pinggang Shanum

__ADS_1


" yaa, siapa tahu masih banyak stok" canda Shanum


"apa enggak ada dokter dokter tampan di Teratai? tanya mama lagi


" banyak ma, yang suka pun banyak, tapi enggak direspon sama Syasa ma" sambung Shanum


" kenapa? " tanya mama heran


" belum pas aja ma di hati. " Syakila rasanya malu sekali


" Num, pilihlah gaunnya bersama Reza, kalo udah dicoba keluar sini nanti mama lihat" perintah mama Reza.


" iya ma, Sya aku tinggal ya, ada mama kok" Syakila menganggukkan kepalanya



" Jeuooong, sini deh" panggil mama


" sini aja gabung dengan manusia, dari tadi sibuk terus pekerjaan aja yang diurusi, sini deh" ajak mama.


aku mendekat,


" ada apa ma? " jawabku lembut


"nih kenalin temennya Syakila, temennya Shanum" mama mengenalkan wanita yang duduk disbelahnya


" Jeong, " aku mengulurkan tangan duluan dan disambut oleh nya


" ya Allah, oh Tuhan, OMG " teriak ku dalam hati tak percaya, cewek aneh ala Jepang berkimono tempo hari ada di depan ku.


" mama dapet darimana? pikirku lagi


" Jeong, Jeong Wibowo" aku jadi kikuk


" Syasa ini temen nya Shanum, dia dokter lo Jeong, kalo sakit hubungi dia aja, dan lagi masih jomblo ya Sya? sama dong kayak Jeong" mama promosi bikin malu aja.


dia hanya tersenyum.


" di rumah sakit mana? tanyaku


" Teratai Medica " singkat juga dia jawab nya.


tapi gak salah apa dia dokter, gimana mau menolong pasien badan semprot begitu, alih alih mau menolong orang eee malah dia yang ditolong.


" ooo, sama dengan om Broto ma? tanya sama mama


mama menganggukkan kepala.


cantik, sederhana, tapi setelah dua kali bertemu kayaknya biasa biasa aja maksudku gak glamor yang menampilkan gaya hidup serba mewah dengan pakaian mahal barang brended, ku lihat pakaian nya biasa aja dan boleh dikatakan enggak bermerek, hari ini dia memakai sepatu tinggi, dan lagi lagi bukan barang mewah, berapa emang gaji dokter di Teratai Medica? dia terlihat agak risih, mungkin karena aku melihat kearah dia terus ya.

__ADS_1


"udah lama sahabatan dengan Shanum? " tanya mama


" kalo enggak salah, ini jalan tahun ke tujuh ma" jawab


" masih lamaan kamu dengan Reza ya Jeong" kata mama Reza " udah berapa lama Jeong? " sambung mama sambil bertanya kepada Jeong


" udah lama banget ma, lupa udah berapa tahun" Jeong malas untuk menghitung


" ih kamu Jeong gak asik ah diajak ngobrol,, " mama Reza memonyongkan mulut nya


" dia memang kayak gitu Sya, sok cool, sama tu berdua dengan Reza sama sama es batu, lemari pendingin" ejek mama. Syakila hanya membalas dengn tersenyum.


Sesekali Syakila melirik ke arah jam yang ada di tangannya.


" Syasa ada janji? " tanya mama yang melihat hal itu


" enggak ada kok ma " jawab Syakila merasa tidak enak. Namun apa di kata minggu ini jadwalnya Syalila sip malam. Mereka mengobrol lagi namun hanya mama yang semangat Jeong tidak lepas dari handphone nya sedangkan Syakila bentar bentar melirik jam tangannya.


" maa, maaf ini ma, Syasa pamit ya jam lima Syasa sip malam" Syakila mohon izin dengan mengutarakan alasannya.


" emang sekarang jam berapa, nih anak juga lama kali pilih pilih gaun nya" mama pun melirik jam yang ia kenakan.


" Syasa bawa mobil? tanya mama perhatian


" tadi pagi ditinggal di rumah sakit ma" jawab Syakila "tapi, Syasa udah pesen taksi online" lanjut Syasa lagi.


" jangan sayang, bahaya gadis cantik, imut, ini nanti digoda sama abang ojol nya" mama khawatir


" Jeong, anter Syasa ya " perintah mama pada jeong


"eeh, apa ma? " tanya Jeong


" anterin Syasa dia ada sip malam jam lima nanti, nih Reza juga kenapa lama sekali! " mama mulai merasa bosan.


" mari nona, " Jeong agak membungkukkan badan nya.


" ma, nanti bilang sama Shanum saya ke rumah sakit abisnya lama sekali, Syasa udah mau terlambat. " pamit Syakila.


" maaf ya ma Syasa pulang duluan" Syakila mencium punggung tangan mama Reza, lalu dibalas mama dengan peluk cium hangat


Mereka berdua sampai di parkiran mobil


" maaf Pak Jeong, saya biar naik kendaraan umum aja, kebetulan ojol saya lagi otw." belum sempat Jeong menjawab " nah itu ojol nya datang, maaf Pak Jeong ya, Terima kasih banyak" Syakila pergi meninggalkan Jeong dengan langkah cepat.


" heeeeh, dasar cewek aneh" Jeong menatap kepergian Syakila


Jeong masuk kembali ke dalam butik.


" cepat sekali Jeong " kata mama heran karena baru beberapa detik yang lalu mereka pergi kok Jeong udah sampai lagi kemari.

__ADS_1


" ehmm, itu ma, Syakila cepet bener melarikan diri nya"


Habislah Jeong disempeot dimarahi mama Reza.


__ADS_2