Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
* dengan siapa dia *


__ADS_3

Pernikahan Shanum dan Reza berlangsung hari ini. Acara demi acara sudah dilaksanakan mulai dari tradisi adat sampai ke acara agama. Panjang sekali prosesi nya, ya maklum aja orang kaya jadi mesti tampil sempurna apalagi mereka berdua dari keluarga besar ternama di kalangan pebisnis papan atas. Wartawan dari berbagai stasiun televisi banyak yang meliput banyak juga yang dari media cetak. Tinggallah sekarang acara santai, ramah tamah kedua pempelai dan ruan rumah kepada para tamu undangan. Banyak tamu yang datang mulai dari pengusaha besar ke yang kecil, mulai dari pengusaha tua ke pengusaha muda hingga deretan para pejabat kalangan atas di negara ini.


" Bang, duduk dulu! cape banget " keluh Syakila pada bang Jack kakaknya Shanum. Keduanya memang akrab sejak Shanum membawa Syakila memperkenalkan sahabatnya kepada keluarganya.


" duduklah.. " bang Jack selalu mengekor Syakila sejak tadi pagi. Dia malas untuk berasa basi dengan para tamu undangan, walaupun bang Jack berdomisili di negara Singapura tapi sedikit banyak dia mengenal kolega kolega yang ada di sini.


" perasaan tidak terlalu tinggi sendal itu masih cape juga ya? tanya bang Jack


" ih bang Jack, Syasa kan pake kebaya mesti anggun dan pelan pelan jalannya, itu yang bikin cape, mana lagi langkah bang Jack panjang kali dua kali langkah kaki ku" Syakila mengerucutkan bibirnya


" makanya pertumbuhan itu ke atas, makan yang banyak biar cepet besar, ni kalau di suruh makan susah banget, eee disuruh masak aja yang gesit" kata bang Jack " mau makan apa abang ambilin" tambahnya lagi


" minum aja bang" jawab Syakila cepat


" tu kan,, makan? " paksa bang Jack


" cake aja bang, sesek kalau makan lagi pake kebaya" tolaknya Syakila


tak seberapa lama datanglah bang Jack dengan beberapa nemu di tangan pelayan yang mengiringnya


" tuh, di makan! " seru bang Jack


" ih banyak banget..., gimana ngabisinnya? " Syakila terheran heran


" mana yang mau di makan ya makan saja, yang enggak mau tinggalkan, beres kan! " jawab bang Jack


" huuuff, yaa boooos" jawab Syakila terpaksa


Syakila dan bang Jack mulai menikmati hidangan yang ada di meja mereka. tak selang dari itu


" hadirin tuan nyonya yang berbahagia dalam kesempatan selanjutnya saya panggilankan mbak Syakila.." panggil MC antusias


" mbak Syakila silakan naik ke atas pentas, ini sesuai permintaan pempelai wanita.. " MC mengundang Syakila naik ke atas. Syakila kaget, dia sedang asyik mencicipi sepiring cake tadi.


" bang Jack, bantu aku " Syakila minta pertolongan


" ogah! cepet sana! " bang Jack mengusir Syakila


__ADS_1


Syakila berjalan menuju suara yang memanggilnya, langkah demi langkah Syakila jadi sorotan mata para pengusaha muda.


" tuan dan nyonya, mbak Syakila ini adalah sahabat dari pempelai wanita yaitu mbak Shanum, masih jomblo ya mbak Shanum? tanya si MC dan di beri anggukkan dari Shanum


" mbak Syakila ini seorang dokter bedah di Teratai Medica ya mbak..? " MC memberikan sebuah mic setibanya Shanum di atas, Shanum memberikan senyuman atas pertanyaan si MC


" nah bagi para cowok cowok keren yang mau mendaftar silahkan hubungi bunda Maya, ya bun.. " lanjut MC sambil senyum kepada bunda Maya. dan dibalas bunda dengan anggukkan.


" mau menyumbangkan lagu apa mbak? dangdut aja mbak? tanya ai MC


" lagu apa ya? " Syakila balik tanya


" lagu kesayangan untuk mbak Shanum " jawab MC


Syakila menuju tim pengirim musik, dia mengatakan lagu yang akan di bawaannya, yg pemusik pun mengangguk kan kepala nya. Syakila kembali menghadap tamu undangan


"selamat untuk sahabat yang paling aku sayang, semoga pernikahan ini yang pertama dan terakhir, semoga langgeng sampe kakek nenek sampai maut memisahkan, dan satu lagi.. " Syakila tersenyum pada Shanum " berikan ante Syasa banyak keponakan yang lucu" Syakila memberi selamat dan doa


lalu Syakila menyanyikan sebuah lagu


ku titipkan kepadamu, dia yang paling ku sayang


aku rela melepaskan dia, walau harus menderita


karena cinta tidak selamanya kan berakhir bahagia


seujung rambut, seujung kuku


jangan pernah kau sakiti dirinya


cintai dia, sayangi dia


sepertiku menyayangi dirinya


biarlah diriku sendiri disini


asal kau bahagia selalu bersama nya


" Terima kasih" Syakila mengembalikan mic kepada MC dan menuju kedua pengantin.

__ADS_1


Syakila memeluk Shanum, dia memeluk dengan erat


" Num, kamu harus bahagia, harus tersenyum terus, jadilah istri yang mengabdi pada suami" mereka berdua menangis bersama.


Semua terharu melihat pemandangan ini, bahkan ada yang menitikkan air mata


" inilah indah persahabatan mereka, mbak Syakila doanya tulus sekali untuk mbak Shanum " perkataan MC semakin membawa suasana haru. Reza pun yang melihat kedua sahabat itu ikut terharu, ia menyentuh pundak Shanum bermaksud menenangkan hati Shanum.


" buat pak Reza, awas kalo Shanum menangis, aku suntik mati kamu!!! " tegas Syakila.


meskipun tubuh imut namun pernyataan Syakila tadi sedikit membuat Reza menggidik juga. Reza terkejut tidak menyangka akan mendengar perkataan itu dari mulut gadis imut yang terlihat lemah itu.


" Apa dia tahu soal nikah kontrak itu ya? " tanya ku dalam hati.


" Terima kasih sayang" itu yang di ucapkan bunda Maya ketika Syakila memeluk dan menciunnya.


Syakila turun dan menuju meja yang tadi ia tempati bersama bang Jack.


" Terima kasih ya, udah ah jangan mewek nanti cantiknya ilang, wong lagi dipromosiin bunda kok jelek. " hibur bang Jack.


*


Dari tadi pandangan mata ini ku lempar kesana kemari mencari sosok imut berambut pendek. masa sih dia enggak datang dalam hari bersejarah sahabat tercintanya. perasaan penasaran ini terlalu tinggi jika sudah mengenai gadis berambut pendek itu, entah mengapa aku selalu ingin memperhatikannya. Melihat dia bicara, tersenyum, dan berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya selalu membuat aku menemukan sisi dia yang baru. Entah aku merasa selalu ada kejutan kejutan bila bertemu dengannya. Syakila bukan tipe ku, bahkan jauh di bawah rata rata untuk cewek idolaku. Biasa kita kaum adam menginginkan gadis putih tinggi, kaki jenjang, rambut panjang bak model internasional.


Aku terkejut dia bersama seorang pria. Rasanya wajah pria itu sangat familiar, tapi aku lupa pernah ketemu dimana. Mereka terlihat sangat akrab.


"katanya tidak punya pacar" hatiku melengos sedih "huh tukang bohong" aku bicara sendiri sambil menemani kolega bisnis. Kelihatan sangat dekat dia begitu manja. MC memanggilnya untuk naik, dia seperti merengek kepada laki-laki itu.


Syakila maju dia menyanyikan lagu yang disampaikan untuk Reza untuk menyayangi dan menjaganya. sebuah ungkapan yang tulus, dia mendoakan pernikahan mereka langgeng sampai tua, padahal kontrak nikah sudah ditanda tangani dan disetujui kedua belah pihak.


MC mempromosikannya bahwa Syakila jomblo bahkan bunda Maya pun juga, apakah betul, tapi siapa lelaki itu? apa baru pendekatan?


" Har, kamu tau laki-laki yang duduk di sebalah nona Syakila itu? " tanya ku pada Hary, dia temen kami ngumpul bila ingin menghilangkan stres kerja, biasanya kmi akan jalan bareng, ngumpul bareng.


" kenapa berminat dengan Syakila? " ledeknya


"aku penasaran aja sama laki-laki itu rasanya pernah bertemu tapi dimana gitu" elak ku, aku malu kalau sampai ketahuan memperhatikan dia.


" Oooo itu kakk ke dua dari Shanum, dia 4 bersaudara dan cuma dia satu satunya perempuan di keluarga itu, ya kecuali bunda Maya" jawab Hary. aku mengangguk anggukkan kepalaku.

__ADS_1


Gelar rasanya tahu kebenarannya.


__ADS_2