Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
kangen kakek


__ADS_3

Seminggu berlalu dari acara reunian dan sudah akhir pekan lagi. Keduanya Jeong dan Syakila memang nampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing dan hanya handphone lah yang menjadi penghubung pengantar tidur mereka.


TIIINNN


Suara klakson mobil Jeong ketika Syakila berada di luar gedung rumah sakit Teratai Medica. Syakila membuka pintu dan masuk ke dalam mobil


"dek, kita langsung ke rumah kakek aja yah, mandinya disana aja" pinta Jeong mengingat rumah kakek yang berada di daerah perbatasan kota


"bajunya gak ganti?" tanya Syakila sedikit bingung.


"nanti biar bu Sarah yang menyediakan" jawab Jeong santai


'bu Sarah?" tanya Syakila


"sekretaris kakek" jawab Jeong


"tapi gak sopan Jeong, masa pakaian saja minta di layani mereka" Syakila tidak enak hati


Jeong mengacak rambut Syakila "tidak apa sayang, itu sudah tugas mereka. Mereka digajih yang besar untuk mengurusi semua keperluan sang bos. jelas Jeong


"adek tau gak dulu kakak juga begitu, minta tolong dibelikan ini, Jeong nanti sekalian ambilkan baju mama di butik, dan untungnya saat Shanum ngidam mereka tahu kalau kakak cucunya kakek mereka jadi segan nyuruh nyuruh kakak, kalau gak kakak adalah orang pertama yang paling direpotkan atas kehamilan shanum, minta beliin ketoprak, nyari mangga tuk ngerujak lah, pokoknya macem macem!!" jelas Jeong


"kasian juga kakak ya? aku hanya jadi penikmat hasilnya saja, maaf ya kak?" Syakila memeluk lengan besar Jeong.


Jeong hanya senyum senyum saja


"kak, kenapa enggak buka usaha sendiri aja?" tanya Syakila


"sudah kok, kakak buka perusahaan kontraktor, memang sih masih proyek nya masih yang kecil kecilan dek, proyek rumah, perumahan, taman, kantor, nah terakhir ada yang minta buatin hotel dan untungnya lagi semua dari kita baik dari desain maupun pembangunan dari kita semua" jelas Jeong penuh semangat


"kakak bisa bagi waktu kerja? jangan terlalu cape nanti kesehatannya terganggu, makan tepat waktu" ucap Syakila penuh kekhawatiran.


"iya sayang.. " Jeong kembali nengacak rambut Syakila


"ada lagi dek, kakak juga buka resto ala ala Jepang gitu?" Jeong menggoda Syakila karena dia tau Syakila paling suka dengan hal-hal yang berbau Jepang.


"really?" Syakila melirik Jeong "kok adek baru dikasih tau sih, takut amat kalau adek makan gratisan" syakila sewot


"bukan gitu dek, kakak memang sengaja Reza aja gak tau!" Jeong tidak mau Syakila salah paham.


Tak terasa mobil sudah memasuki pintu gerbang yang sangat besar itu. Rumah kakek memang sangat tertutup, pagar besar dan tinggi menunjukkan si tuan rumah sangat menjaga privasi keluarga mereka.


Jeong turun dan membuka pintu Syakila. berdua pun masuk ke rumah besar itu

__ADS_1


"assalamu'alaikum" Syakila mengucapkan salam


"waalaikumsalam" ucap emak ipah "aden sama nona Lala" emak terlihat sangat senang


"Jeong" kakek keluar dari kamar nya


Keduanya sujud menyalami kakek.


"apa kabarnya kek?" tanya Syakila. kakek tersenyum bahagia melihat Syakila datang dia sangat menyayangi gadis imut itu.


Syakila sudah mandi dan ganti baju, sekarang ini dia sedang membantu mak ipah dan dua pelayan lainnya menyiapkan makan malam.


"nona Lala ih pasti mak ipah kena marah tuan besar" mak ipah bingung takut kena marah tuan besarnya


"ya enggak dimarahin dong mak ipah, masa Lala mau buatin makan malam buat kakek kok dimarah" goda Lala pada emak ipah yang sudah ketar ketir.


Sementara di ruang kerja kakek Ronald, mereka berdua sedang ada yang didiskusikan.


"kek, Jeong sudah merasa cocok dengan Lala, Jeong ingin menikahinya, kami juga saling mencintai, Jeong harap kakek mau merestui kami" ucap Jeong yakin seyakin yakinnya.


kakek tersenyum " kakek akan merestui kalian, tidak ada alasan kakek untuk melarang niat tulus kalian" Kakek memang yang sudah tidak sabar untuk menerima cicit hanya tersenyum bahagia "abis makan malam kurang bicarakan lagi dengan Lala" pinta kakek


"baik kek" jawab Jeong singkat.


Pintu ruang kerja itu diketok Syakila


"makan malam udah siap tuan tuan" ajak Syakila dengan candaan


Ketiga nya berjalan menuju ruang makan


"maaf tuan besar hari ini nona Lala yang masak emak ipah gak dibolehin masak cuma di suruh potong ini potong itu aja" emak ipah merasa sangat bersalah membuat calon nyonya rumah masak.


"adek yang masak, kakak udah nebak ini aroma makanan adek" ucap Jeong membuka kursi untuk Syakila


"gak pa pa emak ipah, sekali sekali emak ipah jadi asisten koki aja kalau Lala sedang ada disini, dia memang hoby masak mak" ucap Jeong lagi yang mencairkan suasana karena melihat raut wajah kakek yang sedikit menegang mendengar tamu masak di rumahnya.


"tidak apa emak Lala memang sengaja ngajak kak Jeong maen kesini selain kangen dengan kakek, Lala juga ingin masakin kakek.. " sambung Lala


Kakek akhirnya tersenyum. Mereka pun mulai menyantap hidangan yang dari tadi disiapkan oleh Syakila dan tim. terakhir mereka memakan buah dan hidangan penutup.


Mereka menuju ke ruang keluarga yang sangat luas yang hanya diduduki tiga orang saja. Jeong duduk bersebelahan dengan Syakila.


Emak ipah datang membawa puding nanas yang sempat Syakila buat sebelum dia mandi tadi seraya menunggu datangnya pakaian ganti dari sekretaris Sarah.

__ADS_1


"kenapa adek suka banget buat puding buah?" tanya Jeong pasalnya memang di rumah Syakila tidak pernah ketinggalan puding buah yang dia jus sendiri menggunakan buah segar


"agar dan buahnya kaya serat jadi dapat melancarkan sistem pencernaan" penjelasan yang singkat dan padat "kenapa adek memilih nanas hari ini, karena adek tengok menu yang akan diolah mak ipah rata rata berbahan daging dan seafood, lemak daging tinggi akan kolesterol jadi untuk menetralkan nya adek menggunakan buah nenas" tambah Syakila lagi Jeong kembali mengacak-acak rambut Syakila


"kakek... " Syakila meminta bantuan


kakek tertawa melihat rambut Syakila yang acak acakan.


"dek, ada yang mau di omongin kakek sama adek" seketika wajah keduanya menjadi serius


"Lala, Jeong tadi sudah cerita banyak soal hubungan kalian, kakek inginnya kalian cepet meresmikan ke jenjang pernikahan, kakek sudah tua entah umur kakek tak panjang lagi"


"keeekkk" Syakila dengan manja nya memanggil "jangan bicara begitu" rengeknya


"ini kenyataan La, cepat atau lambat semua pasti terjadi, tidak hari ini maka hari esok, kakek ingin sebelum kakek pergi melihat kalian menikah, kakek akan tenang pergi meninggalkan Jeong padamu, akan ada yang menjaganya, ada yang mengurus keperluannya, dan sebenarnya kakek berharap masih dapat merasakan kehadiran cicit kalau di beri umur panjang" kakek menarik napas panjang


"sekarang kakek tanya pada Lala menurut Lala bagaimana?" tanya kakek tertuju pada Syakila


"kek, kalau Lala senang aja dengan niat baek kakek, tapi Lala seorang diri sebatang kara, Lala tidak tau keluarga Lala ada dimana apa masih hidup atau tidak ada sama sekali, apa tidak masalah kalau Lala menjadi bagian keluarga ini" keluh Syakila


Jeong merangkul Syakila dari samping


"adek binti nya siapa adek tidak tau?" Syakila akhirnya menangis


"untuk itu kita nanti tanyakan pada ahlinya, nanti kakek atau Jeong akan konsultasi pada ulama yang mengerti akan urusan ini" kakek membujuk Syakila untuk jangan risau masalah ini


"kek, kakek kan ada kekuasaan dan relasi dimana-mana, boleh kan Lala minta tolong?" pinta Syakila


"katakanlah akan kakek bantu sekuat dan semampu kakek" kakek mengatakan kesediaannya untuk membantu


"ini mungkin adalah tanda yang ditinggalkan oleh keluargaku sewaktu aku ditemukan kakekku dulu" Syakila mengeluarkan sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk kupu-kupu bertuliskan Syakila.


"mungkin ini bisa jadi petunjuk untuk menemukan keluarga ku" Syakila memberikan kepada kakek.


kakek mengamati liontin itu, dia berfikir rasanya pernah lihat dinana, rasanya tidak asing.


"akan kakek usahakan" janji kakek


"untuk masalah pernikahan Lala serahkan seluruh pada kak Jeong dan kakek" syakila melirik Jeong yang ada di sampingnya


"besok Lala akan ke rumah bunda Maya untuk cerita masalah ini, karena beliau lah untuk saat ini yang Lala anggap sebagai orang tua Lala" ucap Syakila


Sedih juga ya jadi Syakila mau nikah gak tau binti nya siapa orang tuanya siapa? Sabar ya Syakila yakinlah habis gelap terbitlah terang, yakinlah setelah badai akan ada hari yang cerah

__ADS_1


__ADS_2