
drrtt drrtt drrtt
Suara getar handphone Syakila. Kamar yang berpenghuni tujuh orang itu masih porak poranda bagaikan pengungsi korban bencana alam. Semalam mereka memang betul-betul mengunakan waktu reuni dengan sebaik baiknya, ketujuh ladies itu mengobrol mengenang kisah klasik jaman sekolah sampai jam tiga dini hari dan akhirnya tepar satu persatu.
"assalamu'alaikum" dengan khas suara bangun tidur
"waalaikumsalam, belum pada bangun? mau sarapan gak?" ucap Jeong menawarkan sarapan
"emang udah jam berapa?" tanya Syakila
"jam tujuh lima belas menit, emang jam berapa semalam tidur? sok yes gak mau ikut reuni pas ikut kebablasan senang jumpa sama in the Genk" kata Jeong
"iyaaa" jawab Syakila masih memejamkan mata
"hih kok iya sih, ayo bangun, sarapan, nanti jam sembilan kita hiking" perintah Jeong
"HIKING" ucap Syakila mengulang perkataan Jeong dengan semangat sampai sampai teman satu kamar pada bangun.
"kak, udah ya adek mau mandi" teriak Syakila
"nanti dulu ada yang mau ngomong!" Jeong memberikan handphone nya pada Arora pacar pertamanya.
"hallo tante imut" sapa gadis kecil itu
"eh ada sayang nya om oppa? ada apa nih?" tanya Syakila
"tante bisa besok besok ajalin Lola main gital?" tanya Arora
"ehhmm" Syakila pura-pura berpikir "bisa gak ya?"
"nanti boleh deh tante imut nya pacalan sama om oppa" satu tawaran yang menggiurkan dari Arora
"ok deh kalau begitu, tante siap-siap dulu ya tante mau kesana, mau cium sayangnya om oppa yang paling cantik sedunia" bujuk Syakila
"iya" jawab singkat gadis kecil itu.
Para ladies keluar dari markasnya dengan balutan pakain santai. Mereka menuju cafetaria untuk sarapan.
"tante imut" panggil Arora berteriak berlari kecil kearah Syakila.
"Hai sayang, hari ini cantiknya kok semakin banyak sih" tanya Syakila yang sudah mencium pipi Arora.
"Nge, bilang anak-anak aku kesana bentar" pamit Syakila yang ingin mengunjungi meja Jeong dan kawan-kawan. Inge pun mengangguk. Syakila sudah ditark sama Arora.
__ADS_1
"kemana Syasa? nemuin pak Jeong ya?" tanya Mona pada Inge.
"pacarnya?" Inge penasaran Mona menjawab dengan anggukan
"tuh, yang pake kaos hitam jaket coklat" jelas Dona
"kelihatan nya orang baek" timpal Dian
"baek kok, aku pernah kerja bareng sama mereka dan orangnya sopan gak neko-neko sangat profesional" bela Mona yang memang sudah kenal baik dengan Jeong.
"ya syukur deh, bukannya apa Syakila hidup seorang diri aku takut aja ada apa apa dengan nya" jelas Inge.
Syakila duduk di sebelah Jeong dan Arora.
"kayaknya persaingan sangat ketat nih?" ledek Mika pada Jeong melihat kehadiran Syakila dan Arora
"mereka sudah damai kok" jawab Jeong santai sambil mengacak rambut Syakila
"really" tanya Alex dan Hary agak serempak
"iya dengan syarat Lala harus ngajarin Arora main gitar" jelas Jeong
Hahahaha mereka serempak bahagia hingga terdengar sampai meja Lira.
"heh cuma sekedar asisten aja bangga banget" ucap Lira
"siapa Ra?" tanya teman di sebelahnya
"itu idola kamu, si Syasa siapa lagi? aku kan satu rumah sakit sama dia ruang kita sebelahan sok pamer pacar pas ku tanya sama kak Barata eee cuma seorang asisten gitu aja bangga banget! cih najis gue?" kebencian Lira makin menumpuk.
"tapi orangnya ganteng Ra" timpal yang lainnya
"ganteng tapi gak level lah, ganteng tapi kere, ya pas lah dengan Syakila satu level. kalau kita level nya CEO lah ya gak" timpal yang lain memanasi yang gayanya terlihat lebih lebay dan glamor dari yang lainnya yang bernama Muja, dia memang keturunan India.
Jeong mengangguk ketika Syakila memohon izin untuk sarapan dengan teman-temannya saja. Jeong memang tidak membatasi harus nempel di sampingnya terus dia juga sadar jika Syakila jarang bertemu dengan teman teman nya.
"telpon kakak kalau perlu sesuatu!" ucap Jeong
"ok" jawab Syakila cepat penuh semangat.
"dia enggak sarapan bareng kita?" tanya Barata dan Sandra yang baru gabung
"udah dari tadi dia di sini kompak dengan Arora" jawab Alex
__ADS_1
"udah gak perang dingin lagi nig?" Barata menyolek pipi Arora
" udah tuker nomor hape, udah janjian mau belajar gitar bareng" jawab Mika
"jadi om oppa nya sekarang udah di bagi dia ya?" Barata menggoda Arora terus, pasalnya memang gadis kecil itu sangat gemesin
"bukan dibagi dua daddy, tapi boleh deh dipinjem bental" jawab Arora sewot. "udah ah, Lola mau ketempat tante imut aja, disana kan ngumpul cewek-cewek cantik, nanti bial Lola ikutan cantik juga" Arora turun dari kursinya dan menghampiri Syakila.
"dapet gen darimana bisa centil begitu, perasaan mamanya dulu tomboy abis?" Barata bertanya pada Alex
"ya gak tau kok pertanyaan menuju ke aku seolah-olah aku yang centil?" elak Alex membela diri takut sama Mika biasa nih ISTI ikatan suami takut istri
"kecentilannya ketularan Hary nih... "sambung Alex lagi
" eh kok aku" sangkal Hary "siapa yang menabur benih, buah jatuh tak jauh dari pohon" Hary sok sokan pake pribahasa.
"ada lagi nih rebung tumbuh tak jauh dari rumpun" tambah Jeong
"maksudnya apa ini pake pribahasa semua?" Alex makin jengkel alamat ngambek istri apalagi hamil kali ini sangat sensitif "mungkin saja buahnya jatuh kena angin, atau hanyut sayang" Alex
mencoba menghibur Mika sang istri kesayangan.
"maksud papa, mama selingkuh" Mika udah melow
"bukan begitu sayang, maksud papa kan bisa karena lingkungan karena melihat teman-temannya, nonton tivi mungkin juga bisa dari hape" jelas Alex
"jadi mama enggak becus jadi seorang ibu?" sensitifnya Mika udah datang.
"duh salah lagi" Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"maksudnya itu Arora itu tumbuh jadi anak yang baik, bisa menilai mana orang yang tulus, bisa berbagi juga meskipun dia sayang banget dengan om oppa nya, jadi anak yang ingin banyak tau, ingin belajar gitar, nanti disana udah beda lagi mungkin nengok alat kesehatannya Lala pengen jadi dokter, hal seperti bukan centil tapi pintar" Jeong memberi penjelasan yang membuat Mika tenang.
"iya ya Jeong?" tanya Mika ingin penguatan.
"tuh lihat udah maen biolanya si Inge" tunjuk Jeong.
Mika tersenyum melihat putri kecilnya
"iya dia memang selalu tanya ini tanya itu, ingin ini ingin itu, nanti nanya Jeong ini gunanya apa" Mika udah mulai ceria
"itu namanya anak pintar Mik, apalagi udah mau dapet dedek, eeh Ngomong-ngomong tuh dedek udah tau laki apa perempuan?" tanya Jeong pada Alex
"InsyaAllah kembar laki-laki" jawab Alex bangga
__ADS_1
"wah, pusing juga ya, banyak kali keponakan" timpal Hary