
Syakila masuk dengan menggandeng tangan kakek Ronald. sedangkan Jeong dan asisten Tom mengiring di belakang mereka. Syakila berjalan laksana seorang putri yang di iringi pengawal pengawal kerajaan.
Semua mata tertuju pada kedatangan rombongan kakek Ronald. Selain dari pihak rumah sakit tamu undangan banyak juga dari kalangan pengusaha yang pmerupakan mitra Teratai Medica.
yah para pengusaha memang banyak menantikan kerjasama dengan Ronald grup sehingga kedatangan orang tua legendaris itu sangat dinanti nanti para pengusaha. dan di antara para pengusaha ada banyak yang kebingungan dengan kehadiran Jeong yang memang di isukan bahwa tuan Ronald mempunyai seorang pewaris yang sedang mengabdi mencari ilmu bisnis dengan bekerja di perusahaan orang lain.
sedangkan sosok Syakila dari para dokter banyak yang tahu namun kontribusi kehadirannya yang menggandeng tuan Ronald di luar pikiran mereka, berbeda dengan kalangan pengusaha sosok cantik Syakila menjadi misterius apakah cucunya, atau baby sugarnya.
Ke empat nya duduk di meja yang paling depan dan berdampingan dengan meja dokter Broto Suseno sebagai pemimpin rumah sakit Teratai Medica.
Dan di meja dokter Broto ada istrinya tercinta nyonya Ayu, ada Lira keponakan tersayangnya dan juga ada Barata kakak kandung Lira pengusaha muda yang bermitra dengan Teratai Medica.
Syakila celingukan kesana kemari mencari seseorang
" ada apa dek?" tanya Jeong yang duduk di sebelah Syakila
"gak pa pa kak, cuma cariin Mona katanya datang di undang sebagai duta kesehatan, heran adek kok dia bisa di pilih jadi duta kesehatan ya padahal penyakitan kayak gitu" ledek Syakila
"huss gak boleh ngomong kayak gitu!!" ucap Jeong
"iya ya, adek cuma bercanda" jawab Syakila
"assalamualaikum, selamat malam para hadirin sekalian untuk acara selanjutnya yaitu perkenalan dengan CEO baru dari Teratai Medica sekaligus pemotongan tumpeng sebagai memperingati hari jadi dari Teratai Medica, kepada dokter Syakila kami persilahkan naik ke atas podium ini, silahkan nona..
MC mempersilakan Syakila naik ke atas panggung, Syakila kaget dan terkejut "kak,, " Jeong mengangguk dan tersenyum
"pergilah kupu-kupu cantik sudah mengepakkan sayapnya" Jeong menyemangati Syakila kemudian mengecup dahi Syakila.
"kek... " panggil Syakila pada kakek Ronald
"maju lah ada asisten Tom yang akan mengiring dari belakang, mungkin dengan cara ini keluarga mu dapat melihat putri nya yang cantik ini" ucap kakek
Syakila memeluk kakek Ronald.
"mari nona.. " asisten Tom membungkuk pada Syakila siap melayani tuan barunya yaitu nona Syakila.
Syakila pun dengan terpaksa tidak mengerti apa apa terpaksa mengikuti keinginan kakek Ronald.
__ADS_1
Syakila maju naik ke atas panggung besar itu
"silahkan nona" sang MC memberikan microphone nya kepada Syakila
"Terima kasih.. " ucap Syakila kepada sang MC dan melemparkan sebuah senyuman
"Bismillahhirohmanirohim..
assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh
selamat malam pada hadirin para tamu undangan,
pertama tama saya panjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat dan berkah nya kepada kita.
saya di sini sebenarnya bukan sebagai siapa siapa yang dimaksudkan MC tadi, saya di sini hanya lah sebagai dokter rumah sakit ini, mungkin saya sedikit ada keberuntungan mempunyai kakek seperti kakek Ronald, Terima kasih kakek... " Syakila tersenyum manis melambai pada kakek
"kemudian saya juga tidak mengerti tentang urusan administrasi biarlah nanti saya serahkan kepada om Tom dan dokter Broto Suseno, saya akan tetap konsentrasi dengan operasi operasi saya. dan saya akan memberikan masukan yang membangun untuk Teratai Medica.
sekali lagi selamat atas ulang tahun nya Teratai Medica semoga Teratai Medica lebih optimal lagi melayani kesehatan masyarakat..
Kemudian nasi tumpeng besar dan kue tart besar datang di dorong oleh Jeong.
kakek Ronald dan dokter Broto Suseno pun maju naik ke atas di kawal bodyguard pribadinya.
Syakila memotong nasi tumpengnya dan potongan pertama di berikan kepada kakek Ronald, kemudian Syakila memotong kue tart nya dan memberikan kepada dokter Broto Suseno sebagai orang yang memimpin Teratai Medica dan terakhir di berikan kepada Jeong Wibowo.
Tepuk tangan dari para hadirin nemeriahkan acara pemotongan tumpeng tersebut.
Semua nya pun turun setelah sesi pemotretan. senyum Syakila pun kering kebanyakan tersenyum. kasian juga Syakila, tuh kakek maksa, tapi kalau pun aku jadi Syakila ya seneng senang aja di kasih rumah sakit besar, sayangnya hanya di dunia Mangatoon..
Kemunculan Syakila di dunia bisnis banyak menarik kalangan pengusaha muda.
Mereka mulai mendekati sekedar memberi ucapan dan ada juga yang meluncurkan aksi pendekatan mengadu keberuntungan siapa tahu berjodoh.
"selamat ya nona Syakila.. " ucap salah satu pengusaha itu,
"terimakasih.. " ucap Syakila sambil tersenyum
__ADS_1
"iya dia cucu mantu kesayangan saya" kakek Ronald langsung mematahkan keinginan pemuda itu
"ooo" pengusaha itu tersenyum terpaksa
"iya setelah acara ini insyaallah minggu depan kalian akan dapat undangan lagi pertunangan cucu saya Jeong dengan dokter Syakila" jelas kakek Ronald
"ooo jadi dokter Syakila ini calon mantu tuan Ronald, wah selamat tuan dapat menantu yang cantik, dokter, CEO lagi, selamat ya tuan, selamat tuan muda Jeong" pengusaha itu berbasa-basi lalu pamit undur diri.
Setelah nya datang lagi pengusaha yang lain menyapa berkenalan pada Syakila.
"kak, udah ah adek cape senyum palsu terus, bilang sama kakek adek gak mau jadi CEO" ucap Syakila kesal
"baik nona Syakila, nanti saya sampaikan keinginan nona pada tuan Ronald" Jeong bergaya selayaknya pelayan
"kakak ah.. " Syakila kembali duduk
Nampak seorang gadis cantik memakai gaun warna pink yang di belikan Syakila kepadanya
"dokter.. " panggil gadis itu yang tidak lain asisten nya Mira. gadis itu nampak sangat elegan dengan gaunnya di padukan rambut yang di gulung indah.
"Mira.. kamu cantik sekali malam ini, yuk sini duduk di sebelah ku" ajak Syakila yang memang sudah menganggap adik pada Mira.
"dokter tadi keren sekali, wah saya enggak boleh lagi ngomong sembarangan dengan dokter Syasa sekarang, takut ada bodyguard nya!!! puji Mira namun di tanggapi serius oleh Syakila
" itulah Mir, yang aku takutkan dari tadi, pasti mereka sekarang menjaga jarak, padahal sudah aku katakan saya lebih suka di ruang operasi" jelas Syakila sedikit sedih.
"yuk, kita nikmati malam ini, kamu mau makan apa ayok aku antar nanti kita kembali lagi makan di sini aja ya, gak apa kan temani aku" pinta Syakila
"siap dokter Syasa" jawab Mira cepat
"kemana tuan Jeong dan tuan kakek" tanya Mira sambil berjalan beriringan menuju meja prasmanan bersama Syakila
"biasalah mereka kaum pengusaha mau menyapa rekan bisnisnya dulu" Syakila cemberut
Susah juga ya jadi pendamping pengusaha sering di tinggal kalau ada pesta, kadang kalau ikut juga Roaming dengan apa yang mereka bicarakan, terkadang juga tuh pujaan hati di goda wanita-wanita mandiri yang haus akan kekuasaan dan harta..
iihh ngeri aah mau jadi orang biasa biasa aja deh..
__ADS_1