
Kejadian hari itu sudah berlangsung tiga hari yang la,lu, selama tiga hari itu juga Syakila selalu, menghindar ketemu Jeong, dia sela,lu mencari alasan supaya tidak ketemu Jeong. ,Entahlah rasanya Syakila belum siap, dia Seakan-akan merasa dia yang mengejar Jeong namun Jeong ada wanita lain. Jadi setiap Jeong tanya dimana maka dijawab Syakila di rumah sakit lah, nginap di rumah Mira, ada operasi lah, lagi di panti atau apa lah yang penting tidak ketemu. Yah Syakila memang sengaja menghindar krarena setiap hari juga dokter Affan selalu mengirim foto Jeong dan Selly dengan berbagai tempat dan berbagai gaya. Semangat sekali dokter Affan jadi detektif untuk Syakila.
Sore ini Shanum menjemput Syakila, mereka akan menghabiskan sore ini bersama, karena memang sudah lama mereka tidak 'we time'. Rencana nya hari ini mereka akan makan di cafe, duduk di taman sambil makan es campur favorit mereka, ke Mall, nonton dan pulang.
Klakson mobil Shanum berbunyi tepat ketika Syakila keluar dari rumah sakit. Mereka janjian memakai baju biru hari ini. "Hahahahaaaa... " mereka kompak tertawa setelah Syakila masuk dalam mobil.
"Sya, kita macam jadi mahasiswa lagi hahaha" Shanum tertawa bahagia
"Num, kamu udah mau jadi emak-emak masih ngerasa mahasiswa hahaha" Syakila tertawa juga, lepas sudah segala kepenatan hidup sehari-hari.
"Sya, ada cafe baru, kita disana aja katanya view nya bagus untuk foto-foto" tawar .
"okelah, mananya penumpang harus ikut deh kata sopir. Num, kenapa belum kasih tahu mas Reza kalau kamu lagi hamil? " tanya Syakila.
"ihh, jangan pikir yang macam-macam ya Sya belum ada kesempatan aja, nanti pulang ini deh, hubungan dengan mas Reza lagi sangat baik kok" ucap Shanum.
"Syukur deh, aku senang kalau kamu bahagia, kalau si Reza itu nyakitin kamu bilang ya, nanti aku buat perhitungan dengan nya" ancam Syakila.
Shanum mengacungkan jempol nya "Sip".
Mereka sampai di cafe yang dimaksud, seru juga, udah banyak yang berkunjung, cafe ini ada banyak taman sebagai daya tariknya. Kami masuk dan memilih meja,
" Sya, kayaknya itu asisten Jeong deh, sama siapa dia? Shanum menunjuk ke arah Jeong dan Selly yang sedang makan di cafe tersebut. Kami tidak menghampiri mereka cukup melemparkan senyum semanis mungkin. Jeong pun melihat kami dengan pasang muka biasa aja. Syakila terhenyak dalam hati, dia menelan air ludah nya.
"oh.. Sya, mungkin ini cewek yang buat mas Reza penasaran itu, dia memang pernah cerita kalau si Jeong sudah ada pacar, tapi masih misterius karena belum dikenalkan pada mas Reza" celoteh Shanum. Pesanan datang, rasanya makanan ini tidak tertelan dalam tenggorokan Syakila.
"yuk udah Sya, tempatnya emang bagus tapi makanannya biasa aja ya, yuk kita cabut! " ajak Shanum, Syakila mengekor saja dia sudah tidak semangat lagi dalam acara yang mereka buat.
"iya kita ke es campur aja!! " seru Syakila mencoba berdamai dengan hati.
"Sya nanti magriban nya di masjid dekat es campur aja ya? " tanya Shanum
"oke" singkat Syakila
Mereka menuju ke taman. Sesampainya di taman dua sahabat itu berjalan menyusuri jalan melingkar di pinggir taman, banyak anak-anak berlarian, ada juga orang tua yang berolahraga, para kaum remaja yang ngumpul- ngumpul, pokok e rame, dua sahabat itu melepas kangen ketawa ketiwi cerita gak abis abis karena memang sudah lama sekali mereka gak jalan berdua. melewati area parkir
"yang mana bos, katanya yang baju biru?" tanya si anak buah
__ADS_1
"katanya tadi mobil putih ber nomor xxx pake baju biru" kata si bos
"nah ini kedua-duanya pake baju biru" kata anak buah yang laen lagi
"dah, sikat aja semua" kata si bos
Rombongan itu pun beraksi, mereka adalah preman bayaran. Dan tiba Syakila dan Shanum melewati mereka, mereka langsung membekap mulut keduanya dan pingsan, lalu dengan cepat di masukkan ke dalam mobil.
Sampai di sebuah gudang, Syakila siuman lalu dengan cepat dia duduk, memandang sekeliling, lalu membangunkan Shanum.
"Num, bangun" Syakila menggoyangkan tubuh Shanum
"Sya, dimana kita? kita diculik Sya.. " Shanum takut
"hus diem, dengar kita harus tenang diantara kita harus ada yang keluar cari pertolongan, paham!" meskipun Syakila badannya lebih kecil dari Shanum namun secara berpikir dia lebih dewasa dan bijak dalam berpikir maklum didikan militer, Shanum mengangguk.
Rombongan preman datang, " mau apa kalian" bentak Syakila
"diantara kalian siapa yang istrinya Reza?" tanya kepala geng mereka dengan suara beratnya
"yang mana??" bentak nya
"aku" jawab mereka serentak namun Shanum sudah ketakutan
"aku tanya sekali lagi, diantara kalian berdua yang mana yang istrinya Reza?" tanya preman itu keras
"aku" Syakila tetap menjawab bahwa dia istrinya Reza sedangkan Shanum terdiam tercekat ingin menjawab.
"Sya.. " panggil Shanum lirih "diam" bentak Syakila, sambil mengedipkan mata kearah Shanum mengisyaratkan untuk tetap diam
"kalian bisa lihat dengan seksama dari pakaian saja mana yang lebih pantas menjadi nyonya Reza?" tanya Syakila, memang dia sekarang memakai gaun yang cocok juga untuk pergi ke kantor gaun yang elegan dibelikan Jeong, sedangkan Shanum hari ini memilih pakaian santai karena dia hari ini tidak bekerja.
"coba kalian liat lagi mana ada istri seorang pengusaha gembel seperti itu tidak menggunakan perhiasan sedikit pun" Syakila memang belum sempat melepas cincinnya sewaktu acara di rumah sakit kemaren.
Ketiga preman yang masuk ruangan itu goyah
"dia sahabat ku seorang bidan pasiennya malam ini mau melahirkan kalian jangan menambah lagi tumpukan dosa kalian dengan menculik dia, bagaimana nasib ibu itu? bagaimana jika ibu itu adik kalian, istri kalian, ataupun anak kalian? " suara Syakila tegas, dia membuka cincin yang ada di jarinya, "ini untuk kalian, berlian asli harganya 170jtan, lepaskan dia biarkan dia menolong ibu yang akan melahirkan itu" Syakila memberikan cincin itu
__ADS_1
"bagaimana bos" tanya si anak buah
"lagian susah kalian harus menjaga 2 wanita yang pastinya cerewet cerewet". bujuk Syakila.
" bener juga bos, " jawab anak buahnya yang berkepala botak.
"kalau cincin masih kurang, aku masih ada kalung, lepaskan aku mohon biarkan dia selamat, aku tidak ingin melibatkan urusanku dengan nya, kedatangannya banyak yang menanti di rumahnya" mohon Syakila tanpa ragu meyakinkan penculik itu
"yaa oke, baiklah, awas kau bohong!! mana kalungnya" si bos akhirnya terpengaruh, Syakila melepaskan kalung pemberian Jeong juga, dia pikir toh tidak ada gunanya juga dia simpan biar pergi, biarlah semua hilang, biarlah hanya jadi kenangan. Syakila memeluk Shanum, "Num, kamu harus selamat, jaga keponakanku dengan baik, dan cepatlah menghubungi siapapun dengar, kamu harus kuat" Syakila menyemangati Shanum, karena memang shanum tipikal anak manja, yah namanya orang kaya.
Shanum dibebaskan. tinggallah Syakila mendekam di ruangan itu dengan mata tertutup dan tangan serta tubuh terikat di sebuah kursi.
Tok..tok...tok...tok.. terdengar suara langkah sepatu wanita. Syakila memasang tajam pendengaran nya.
"gimana? " tanya wanita itu
"siap bos" tanya rombongan preman bayaran, ternyata mereka mempunyai bos lagi pikir Syakila. Si wanita mendekati Syakila. di bukanya penutup mata itu. Dan si wanita terkejut.
"Siapa kamu? " tanya wanita itu
"aku istrinya Reza" jawab Syakila mantab
"Bukan, kamu bukan istrinya Reza! " PLAK, Syakila terkena tamparan " aku tanya kamu siapa? mana shanum keparat itu?" tanya wanita itu lagi
"aku shanum" aku syakila lagi, PLAK Syakila kembali mendapat hadiah
"dimana wanita ****** itu, dimana wanita yang telah merebut Reza ku!!!! " PLAK!! PLAK!!! dua tamparan beruntun.
"jadi kamu mayang? pantas Reza memilih Shanum! kelakuan mu yang seperti ini sudah menunjukkan bahwa benar jika Reza memilih Shanum! kau wanita iblis bahkan dibandingkan saja kau tidak pantas!!" teriak Syakila dengan mengejek mayang
"kau siapa? " tanya mayang lagi
"sudah ku katakan aku Shanum!!! " DUBRAAKk kursi Syakila terjatuh bersamaan dengan Syakila dil
tendang dan didorong mayang, Syakila merintih "ya Allah jika aku harus mati, aku iklas ya Allah, demi sahabatku" Syakila pingsan.
Biarlah aku yang menjadi tumbalnya, toh tidak akan ada yang menangisiku, aku hidup sebatang kara
__ADS_1