Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
* we time *


__ADS_3

Hari minggu merupakan hari yang paling baik untuk liburan. Hari ini juga hari terakhir mereka liburan. Senin besok sudah mulai dengan aktifitas masing masing. Jeong pergi kerja ke perusahaan Reza sedangkan Syakila berangkat ke rumah sakit Teratai Medica.


Hari ini Jeong dan Syakila berencana pergi kencan ke luar mereka ingin pergi taman hiburan. Mobil Jeong telah terparkir di depan rumah Syakila. Jeong keluar dari mobil dia mengenakan atasan kaos warna biru tua dengan dipadukan celana pendek berwarna putih sepatu kets putih. Dia memilih menunggu di kursi santai yang ada di teras depan. Syakila keluar dan mengunci kembali pintu depan rumah nya. Kali ini mereka memang janjian Syakila memakai kaos berlengan panjang bewarna biru muda dengan bawahan celana pendek bewarna putih sepatu ket warna putih juga tak lupa tas rajut kecil bewarna navi.


"siap?" tanya Jeong, Syakila hanya mengangguk


"ayo" Jeong menggandeng tangan Syakila dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.


"katanya naek motor? gak jadi?" protes Syakila


"besok besok aja kalau kesehatan nya emang bener bener udah fit" jawab Jeong


"emang sekarang belum fit?" tanya Syakila gak mau kalah


"udah fit tapi masih sering sedikit melamun" jawab Jeong lagi


"melamun kan belum tentu kurang fit kak?" mereka saling jawab gak mau kalah dan mengalah


"melamun itu karena sistem kerja otak ada yang terganggu, jadi menimbulkan terganggu nya konsentrasi dalam bertindak, hal ini bisa juga karena kurang cairan sehingga oksigen yang masuk ke otak kualitasnya kurang sempurna ada juga karena tubuh kekurangan vitamin jadi terlihat mudah sekali lelah letih lesu." jelas Jeong "yang adek rasain yang mana?" tanya Jeong


"ih,, kak Jeong pinter sekali analisa nya, kayak dokter pakar gizi!!!" puji Syakila. Jeong tidak menjawab hanya mengacungkan jempolnya saja.


Tiba di sebuah taman hiburan kedua nya saling bergandengan masuk ke dalam setelah memarkirkan mobilnya.


"mau main apa? tanya Jeong


" belum tau, kita muter muter dulu aja kak" jawab Syakila. Jeong pun mengangguk kan kepalanya. Jeong dan Syakila bejalan santai sambil melihat lihat wahana permainan yang ada di sana.


"kak, kita main bumper car yuk!!" ajak Syakila


"boleh untuk orang dewasa dek?" tanya Jeong


"enggak tau? eeh itu kak ada juga kok yang main orang dewasa bearti kita bisa juga dong" kata Syakila


Jeong pembeli tiket untuk bisa main pada petugas yang ada di area itu. Setelah itu mereka pun masuk dan mengendarai mobilnya masing-masing. Syakila tertawa, dia menabrak mobil Jeong. Jeong pun gak mau kalah. Setelah puas mereka keluar dari wahana tersebut.


"Kak, roller coaster yuk!!" Syakila sangat antusias


"jangan yang itu dulu dek, besok besok kalau udah sehat betul" tolak Jeong halus, Syakila hanya mengerucutkan bibirnya. Mereka berdua lewat depan stand yang menyediakan jasa print sablon kaos sesuai karakter pesanan konsumen.


"kita pesen yuk dek?" ajak Jeong. Syakila tidak menjawab dia lagi lagi hanya mengerucutkan bibirnya


"pesen karakter apa dek?" tanya Jeong


"terserah kakak, adek ikut aja" jawab Syakila


"ihh ngambek, besok kakak janji kalau udah sehat betul kita kesini lagi naek rollercoaster" kata Jeong membujuk Syakila. Jeong merangkul pundak Syakila. "udah jangan ngambek lagi, malu" tambah Jeong lagi


"kita duduk dulu yuk?" pinta Syakila


"pesen kaos nya gak jadi?" tanya Jeong


"nanti aja adek cape" jawab Syakila

__ADS_1


"oke,, baik tuan putri" Jeong sedikit membungkuk. dan mencari tempat duduk untuk istirahat. ternyata tempatnya tidak terlalu jauh dari stand tadi.


Syakila dan Jeong duduk, Jeong memperhatikan Syakila saja yang dari tadi diam saja.


"susah nih kalau lagi ngambek" pikir Jeong dalam hati Jeong sedikit menaikkan alisnya mencari ide supaya sang pujaan hati enggak ngambek lagi


"adek tunggu sebentar, kakak beli air minum dulu atau adek ingin request sesuatu?" tanya Jeong dan Syakila hanya menggelengkan kepalanya


Jeong tiba dengan banyak sekali tentengan. ada dua macam jus buah, ada dua asoy berisi cemilan, ada lagi permen kapas, dan satu kantong kresek yang belum dibuka. Syakila menikmati jus alpukat yang tadi dia pilih setelah Jeong menyodorkan dua pilihan jus buah.


"banyak sekali belanjaan nya?" tanya Syakila yang merasa suasana hati nya sedikit mulai mencair.


"iyaa, adek mau ini?" Jeong memberikan semangkok siomay yang di bungkus dengan mangkok plastik.


"kakak tau juga makanan ini" tanya Syakila


"macam aku seorang putra mahkota aja gak tau dengan makanan siomay" Jeong membuka bagiannya. "dulu sewaktu SD sebenarnya kakak ingin banget beli siomay yang ada di ujung pagar sekolah kakak" Jeong bercerita


"terus??" Syakila mulai penasaran


"yah gak pernah beli" jawab Jeong cepat


"kasian.. kenapa? dilarang kakek?" tanya Syakila


"yahh benar sekali, kakek terlalu overprotective semua gak boleh.. takut gak higienis nanti jadi sakit atau apalah" jawab Jeong


"heh macam kakak gak overprotective aja?" dengan gaya mengejek


"pikir sendiri??!!" jawab Syakila sedikit melengos


"kakak bukan overprotective sayang, kakak cuma gak mau terjadi apa apa sama adek" Jeong jongkok di depan Syakila sambil menggenggam tangan Syakila "adek gak tau rasanya gimana nunggu orang yang kita sayang tidur gak bangun bangun? dan tidak tau kapan dia akan bangun" suara Jeong sedikit tercekat di tenggorokan


"adek tau" jawab Syakila sambil mengajak Jeong berdiri dan duduk lagi di sampingnya "adek tau kakak menangis di samping adek" kata Syakila


"adek dengar?" tanya Jeong penasaran


"enggak" jawab Syakila cepat sambil menggelengkan kepalanya


" terus tau kakak nangis?" tanya Jeong penasaran ditatap nya Syakila dengan dekat


"ketika adek koma, adek mimpi berjalan di sebuah koridor yang sangat panjang yang tidak ada ujung nya, adek lihat kakak menangis duduk di sebelah tempat tidur menunggui seseorang, tapi adek gak berani untuk mendekat, adek takut ketika melihat siapa yang kakak tunggu itu bukan adek, jadi adek berlari terus tanpa henti sambil nangis" Syakila menceritakan kejadian mimpinya ketika dia sedang koma kemarin. Jeong merangkul dan memeluk Syakila dari samping


"ketika adek berlari lagi adek melihat kejadian seperti tadi melihat kakak sedang menunggui seseorang tapi dari sisi yang berbeda dan ketika adek lihat ternyata yang sedang tidur di sebelah kakak itu adek, adek rasanya tidak percaya adek berlari lagi sekuat tenaga menjauh" ucap Syakila dengan sedikit air mata yang sudah menetes di pipinya.


"kenapa adek berlari lagi" tanya Jeong sambil mengusap air mata Syakila


"gak tau" jawab Syakila menatap mata Jeong.


"karena adek gak percaya kalau yang kakak tunggu itu adek, karena adek gak percaya kalau adek yang kakak sayang iya kan?" tanya Jeong yang masih menatap mata Syakila.


Syakila hanya mengangguk. Jeong kembali memeluk Syakila


"sekarang masih gak percaya?" tanya Jeong

__ADS_1


"percaya" jawab Syakila sambil mengangguk.


Jeong membuka kantong kresek terakhir, dia mengeluarkan dua buah kaos putih, yang ukuran small bertuliskan I ❤ U KAKAK dan yang berukuran large bertuliskan I ❤ U ADEK. kedua nya tertawa. Syakila langsung memakai kaos tersebut tanpa mengganti kaos lengan panjangnya.


"langsung dipake dek" Jeong melongo atas apa yang dilakukan oleh Syakila


"why not?" jawab Syakila sambil memamerkan baju barunya. Jeong dengan cepat juga memakai kaos bagiannya. jadilah couple lovers mereka berdua sekarang. ini nih kalau udah tua baru jatuh cinta, kelakuannya aneh kayak abg cabe cabean.


"kak, kali ini jangan gak boleh adek pengen naik bianglala, muternya gak kenceng kok jadi adek gak mau banyak alasan" dan dengan terpaksa Jeong mengikuti keinginan Syakila, Jeong takut ada yang bakal ngambek dan nangis lagi.


Mereka berdua kini berada di dalam salah satu bilik bianglala, dengan bergerak lambat bianglala sedikit demi sedikit berputar. Syakila sangat menikmati wahana ini namun sayangnya tidak demikian dengan Jeong. Jeong diam memegang sisi samping dengan sangat kuat keringat sudah bercucuran. ternyata dia fobia dengan bianglala dikarenakan trauma saat kecil.


"Jeong... " Syakila menyentuh pipi Jeong Syakila tersadar jika Jeong diam saja ketika masuk dalam bilik bianglala. Jeong dengan cepat memeluk Syakila dengan erat.


"kak, buka matanya, kakak takut ketinggian?" tanya Syakila sedikit melepaskan pelukan Jeong dan kedua tangan Syakila menyentuh pipi Jeong. Jeong kembali memeluk Syakila.


Syakila berpikir ketakutan harus dilawan "dengar tidak akan terjadi sesuatu ada aku di sini" ucap Syakila menenangkan "kak?" panggil Syakila


"iya" jawab Jeong


"sekarang buka mata nya!!" pinta Syakila


"tidak akan terjadi apa-apa" Syakila meyakinkan Jeong dan mencium dahi Jeong. Jeong membuka mata nya kaget dengan kecupan Syakila pasalnya tidak pernah mencium Jeong duluan. Syakila menggenggam tangan Jeong, mereka saling mengaitkan jemari mereka


"kak" panggil Syakila sambil menatap Jeong


"iya" Jeong juga membalas tatapan Syakila


"kita udah sampai, ayo keluar" kata Syakila lembut. mereka keluar dan bejalan keluar


"kita pulang yuk" ajak Syakila


"pulang? gak pa pa nih" tanya Jeong


"adek udah cape" Syakila tersenyum


sampailah mereka di parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil


"adek boleh tanya?" tanya Syakila


"tentang masalah tadi" Jeong sudah dapat menebak apa yang akan ditanya kan Syakila


"dulu waktu kecil kakak kabur dari pengawal pribadi kakak, kakak sebel kemana pun dia ikut kakak jadinya gak bebas gak bisa main sama temen-temen. ketika kakak kabur ada pasar malam dekat rumah kakak kesana, main ini main itu, terakhir kakak mau nyoba bianglala, namun namanya pasar malam biasanya kan alat-alat nya agak sedikit jelek, bianglalanya berhenti di tengah jalan kakak bingung mau minta tolong siapa? pas pula posisinya lagi di atas, kakak nangis jerit-jerit, dan untung pengawal kakak datang dia yang tolong kakak, sejak itu kakak sangat sayang sama pengawal itu dan selalu menuruti apa dia bilang" cerita Jeong


"sekarang pengawal nya masih ada?" tanya Syakila


"udah gak ada lagi, udah meninggal dunia, dia suaminya emak ipah" Jeong menundukkan kepalanya


"maaf ya" Syakila menyentuh tangan Jeong lembut


"tidak apa, beliau meninggal ketika menyelamatkan kakek dari serangan pembunuh bayaran dari saingan bisnisnya kakek" Jelas Jeong dan tersenyum kepada Syakila


"udah yuk pulang" ucap Jeong

__ADS_1


__ADS_2