Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
salah target


__ADS_3

Malam ulang tahun Teratai Medica yang sangat meriah tahun ini dengan mengeluarkan banyak bonus dan doorprize membawa cerita tersendiri bagi yang hadir di sana.


Bagi para dokter dan karyawan yang bekerja di Teratai, mereka baru mengetahui bahwa Syakila bukan hanya seorang dokter tapi juga seorang CEO.


"ternyata dokter Syakila orang yang sangat kaya ya, tapi penampilannya biasa aja sederhana dan santun, tidak ada kebanggaan dan kesombongan pada dirinya mengenai harta" celoteh para dokter dan mereka makin sayang pada dokter Syakila.


Bagi para pengusaha muda yang sempat ngobrol dengan Tuan Ronald langsung mundur teratur dengan niatnya untuk mendekati Syakila pasalnya kakek Ronald mengenalkan Syakila adalah cucu menantu kesayangan tuan Ronald.


Bagi yang belum bertegur sapa maka di benak mereka alangkah beruntungnya bisa mendekati bahkan memiliki dokter Syakila, miliki wajah yang cantik masih muda udah jadi CEO.


Begitu pun pengusaha paruh baya atau lanjut usia, mereka berangan angan menjadikan Syakila menjadi kandidat utama untuk menjadi menantu idaman nya.


Namun tidak dengan Lira, dengan di umumkannya Syakila sebagai CEO Teratai Medica maka bertambah besar rasa benci dan iri di dalam dirinya. apalagi dia baru saja mengetahui bahwa Jeong seorang pewaris tunggal dari Ronald grup tadi siang.


"coba aku tahu jauh sebelum ini, masalah nya aku duluan yang kenal dengan oppa Jeong dari pada si udik Syakila" gumamnya dalam hati.


Karena hati sudah termakan dengki pikiran pun menjadi jelek. malam ini Lira berencana untuk menjebak Syakila.


"ingat yang pake baju dusty itu ya!!" perintah Lira pada pelayan bayarannya. Lira menyuruh pelayan tersebut memberikan Syakila minuman yang sudah di beri obat.


"iya yang baju pink itu kan bos??" ucap pelayan itu yang bingung antara dusty dan pink, bukannya dia buta warna namun menurutnya itu juga warna pink, yah namanya orang jaman dulu mana ada warna navy, tosca, mustard. jaman dulu ya biru tua, hijau, kuning apa pokoknya kuning.


"ya sudah terserah lah sana lakukan!!" perintah Lira kesal


Pelayan itu pun pergi berjalan menuju tempat Syakila duduk. ketika sampai disana pelayan itu kaget ada dua orang yang pake baju pink menurutnya. rupanya Mira yang duduk di sebelah Syakila tidak terlihat ketutupan lengan kursi dari tempat Lira tadi.


"oo cewek ini yang di maksud bos tadi, cocok baju warna pink" pikir pelayan itu mantap.


Lalu pelayan itu memberikan gelas tersebut kepada Mira.


"silahkan nona" tawar sang pelayan sopan. Mira mengambil minuman dengan tersenyum ramah. pelayan pun meninggalkan Mira berpikir tugas yang diberikan telah selesai dilaksanakan.


"dok, pelayan di sini sangat inisiatif ya, dia tau kalau kita belum ada minuman" ucap Mira sambil meneguk minuman nya "nah ini dok, patut di contoh patut di tiru, mereka siap melayani.. " celoteh Mira lalu kembali meneguk minumannya.

__ADS_1


Mira meneguknya sedikit demi sedikit akhirnya minuman nya kandas juga mungkin karena haus atau karena rasanya enak ya.


Tom yang dari tadi memperhatikan gelagat Mira yang tidak biasa itu langsung menghampiri nya.


"maaf nona Syakila, sepertinya asisten anda nona Mira sedang tidak enak badan" ucap Tom sopan.


"maaf nona apakah anda baik-baik saja?" tanya Tom pada Mira


"ahh asisten tuan kakek.. " Mira tersenyum, dan senyuman Mira malam ini semanis penampilan nya.


"maaf nona Syakila, saya akan mengantar nona Mira pulang dulu" Tom memaksa Mira untuk berdiri.


"Mir,, kamu baik-baik saja?" tanya Syakila bingung melihat perubahan sikap Mira, tadi dia biasa-biasa saja.


"uuh, panas sekali" Mira mengusap usap lehernya


"om Tom enggak pa pa mengantar Mira pulang? bagaimana kakek?" tanya Syakila yang tidak enak merepotkan Tom.


"malam ini nona ikutlah tuan muda pulang ke rumah utama bersama tuan Ronald, ini lebih memudahkan untuk menjaga keamanan anda, saya mohon!!" Syakila jadi takut juga atas permintaan Tom


"kalau begitu saya pamit dulu, bilang sama tuan besar saya sedang tidak enak badan" ucap Tom sambil membungkuk. Tom dan Mira pun pergi meninggalkan acara itu.


"kak, bagaimana?" tanya Syakila pada Jeong


"enggak pa pa, malam ini kita ikuti saja saran om Tom, kalau di rumah utama pengawasan dan keamanan lebih bisa terkontrol, adek sekarang bukan Syakila yang dulu lagi" Jeong menasehati Syakila


"ihh yang jadi CEO, traktiran nya nanti.. " goda Jeong mencairkan suasana yang tegang pasalnya Syakila pasti juga merasakan gelagat Mira yang tidak biasa.


"minta traktir kakek! itu rencana kakek!" elak Syakila mode cemberut


"emang yang jadi CEO siapa? adek kan? pokoknya besok traktir.." goda Jeong lagi


"traktir di rumah aja, adek mana ada duit, pasti kakak minta traktir nya di restoran mewah" Syakila dengan ketus nya tapi ketus manja.

__ADS_1


Kakek Ronald kembali ke mejanya setelah menemui dan menyapa teman lamanya.


"udah jam sebelas yuk pulang!!" ajak Jeong


"kenapa cepat sekali ini acaranya aja belum selesai??" Syakila seakan tidak rela.


"iya biarkan aja Jeong, kita tunggu sebentar lagi" kakek Ronald membela Syakila


"yang cucu kakek ini sebenarnya siapa sih? kenapa kakek membela Syakila terus??" rengek Jeong


"hahahaa masa kamu cemburu sama Lala" jawab kakek sambil mengacak rambut Jeong


"ooo bearti kenapa kak Jeong senang sekali ngacak-ngacak rambut aku, rupanya gen dari kakek" pikir Syakila dalam hati yang melihat interaksi antara Jeong dan kakeknya yang terlihat akrab dan natural tidak seperti pertama kali dulu bertemu, menyebut kata kakek pun enggan.


"kek, yuk kita pulang setengah dua belas nih, kakek seharusnya mesti tidur jam sembilan tadi" ucap Syakila yang menyarankan pulang dengan alasan kesehatan pada kakek.


"baiklah" kakek menarik napas panjang


Ketiganya pulang dengan posisi kakek di tengah di apit kedua cucu nya.


"ooh ya mana Tom?" tanya kakek Ronald yang baru sadar ketika tiba di loby hotel, dia baru sadar bahwa asisten kesayangannya tidak ada


"om Tom tadi pamit duluan tidak enak badan" jawab Syakila sesuai amanat Tom.


"hahaha sejak kapan anak itu sakit?? mungkin itu alasan Tom aja, mungkin dia dapet kenalan dan mengajaknya kencan hahahaa" tebak kakek, kakek tertawa terbahak,,


"mari tuan, kendaraan sudah siap" ucap pengawalnya lalu pengawal itu membantu membukakan pintu mobil


kemudian masuklah ketiga nya di dalam mobil kakek, mobil limosin dengan kaca anti peluru.


Mobi pun melaju di setir oleh bodyguard kepercayaan lama. mobil pun meluncur dengan santai.


Dan sampailah ketiga nya di rumah mewah itu rumah utama.

__ADS_1


Emak ipah membukakan pintu besar itu, rasa tidak percaya mata ini melihat nona Lala, emak ipah seneng dan menyimpulkan bahwa Syakila akan nginep di rumah ini.


author tidur juga ah... cape... bobo' boboooo'


__ADS_2