Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
** paket komplit **


__ADS_3

Pagi cerah ini Syakila mempersiapkan kepulangannya, dia di bantu oleh bunda. Jeong pergi ke lantai bawah mengurus administrasi nya. Jeong merasa senang karena dapat melalui hari hari tanpa terkurung lagi di ruangan itu, yah Jeong merasa sangat lega karena memang selama seminggu ini dia yang tidak pernah absen dari sisi Syakila.


Hari ini Jeong berpenampilan sangat santai memakai kaos berkerah dan celana pendek sedikit di atas lutut berwarna coklat muda. Jeong nampak sangat keren.


"La, mau pake kursi roda" tanya bunda Maya


"enggak usah bun, Syasa macam punya penyakit parah aja bun" tolak Syakila


Jeong datang dari mengurus administrasi "sudah siap?" tanya Jeong


"kalau Syasa mah siap nya dari kemaren kemaren Jeong, dia dah repot merengek terus sama bunda, mikirin pasien lah, bunga nya gak ada yang nyiram lah, rumah gak ada yang nyapu lah, repot dia Jeong" bunda Maya ala emak-emak merepet


"rumah tetep bersih kok, aku nyuruh orang untuk bersih bersih dan merawat bunga nya" jelas Jeong pada Syakila


"iya??" tanya Syakila meyakinkan sedikit sumringah karena berasa berkurang sedikit rasa kekhawatiran nya


"iyaa" jawab Jeong mengusap rambut Syakila sambil membawa tas berisi pakaian dan perlengkapan lainnya.


"udah kita berangkat?" tanya Jeong


"iya " jawab bunda Maya


"gak ada yang ketinggalan?" tanya Jeong lagi


"kayaknya gak ada lagi deh Jeong, nanti mama bareng sama Shanum langsung ke rumah cempaka aja" jawab bunda.


Mereka bertiga pun saling beriringan. Syakila menggandeng bunda Maya, sedangkan Jeong berjalan agak belakang dia membawa tas perlengkapan Syakila. Mereka pun masuk mobil dan menuju ke kediaman Syakila


"Jeong, nanti kalau ada toko kue mampir sebentar! " pinta bunda Maya. Jeong menuruti perintah bunda.


"banyak kali bun? " tanya Syakila


"iya, siapa tau ada tetangga Syasa yang ingin berkunjung bersilahturahmi dengan dokter kesayangan mereka" jawab bunda


"ih bunda, masa dokter kesayangan sih? " Syakila merendah


"bagaimana tidak dokter kesayangan Jeong, mereka kalau berobat dak pernah bayar, Syasa gak mau menerima uang mereka kalau ada yang berkonsultasi dengan Syasa" jelas bunda Maya


"iya bun, Jeong pernah pas lagi disana ada pasien yang ingin berobat, Lala gak mau dibayar dan si pasien bersikukuh mau bayar, kirain Jeong ada apa ribut-ribut. jadi Jeong jadi jalan tengah uang ibu itu Jeong ambil dan Jeong kasihkan lagi kepada anaknya, Jeong bilang aja ini pemberian dari dr, Lala supaya si adek cepat sembuh, baru deh ibu itu mau pulang" Jeong cerita panjang lebar.


"terkadang kasian bun, mereka gak ada uang, anaknya atau anggota keluarganya yang lain ada yang sakit, jadi ya Syasa ikhlas kan aja" kata Syakila


"iya sya, di dunia ini tidak semuanya di pandang dengan uang" bunda Maya menambahi


"iya bun, ada kalanya punya semuanya punya banyak duit tapi kita merasa sepi seperti ada yang kosong" Jeong ikut nimbrung juga


"yaah, kita harus selalu ingat dengan Allah supaya hidup tenang, harus selalu bersyukur, ada cukup, sedikit pun cukup alhamdulillah supaya hidup kita tenang" kata bunda menasehati mereka berdua


"bun, boleh gak kalau udah nikah nanti Jeong tinggal di rumah Syakila?" tanya Jeong tiba-tiba, bunda kaget, Syakila malu.


"bunda sih oke oke aja, tapi nak Jeong gak pa pa tinggal di rumah kecil itu?" tanya bunda


"Jeong merasa nyaman bun" jawab Jeong cepat


"emang udah pas dengan Syakila? udah serius?" tanya bunda lagi. Syakila tambah diam seribu bahasa.


"serius bun" jawab Jeong


"bagaimana dengan tuan Ronald?" tanya bunda Maya


"kakek orang pertama yang merestui kami, bahkan saat itu kami belum sadar akan perasaan kami kakek udah meyuruhku pulang untuk mengenalkan Syakila pada kakek" jelas Jeong


"ya syukur alhamdulillah kalau begitu" ucap bunda.

__ADS_1


Pembicaraan didominasi oleh Jeong dan bunda Maya sedangkan Syakila hanya sebagai pendengar setia. Akhirnya mobil Jeong sampai juga di depan rumah Syakila. Bunda Maya dan Syakila masuk ke dalam duluan sedangkan Jeong dia membuka bagasi terlebih dahulu mengambil tas dan perlengkapan lainya.


Ternyata di dalam sudah ada Shanum dan Reza.


"assalamu'alaikum" sapa bunda dan Syakila ketika melihat pintu depan rumah sudah terbuka lebar.


"waalaikumsalam" jawab Shanum


"maaf mau cari siapa bu?" kalau mau berobat bu dokter gak ada" canda Shanum. candaannya hanya di komentari dengan senyuman oleh kedua wanita ini.


Bunda memberikan kotak kue kepada Shanum "num, langsung di dusun ke piring ya!!" perintah bunda Maya.


"oke siip, my boosss" jawab Shanum sambil candaan.


Jeong dan Reza duduk santai di ruang tengah sambil menikmati kue yang di beli bunda tadi.


"assalamu'alaikum" terdengar ada tamu yang mengucapkan salam dan beriringan suara mobil terparkir di depan. Ada tetangga samping kanan dan kiri yang berkunjung setelah mendengar dr. Syakila pulang jadi mereka juga ingin bersilahturahmi. Dan rupanya mobil parkir tadi adalah mama Rita yang sudah sampai di depan rumah.


"waalaikumsalam" jawab mama Rita dari belakang "ibu-ibu mau menjenguk Syasa?" sambung mama Rita kemudian


"iya bu, kami kangen dengan bu dokter" jawab salah satu diantara mereka. Mereka pun saling bersalaman.


"waalaikumsalam" Syakila keluar menyambut tamunya "mbak masuk mbak" Syakila mempersilahkan masuk sambil bersalaman "silahkan duduk"


"Maa" Syakila menunduk dan mencium punggung tangan mama Rita dan si balas dengan pelukan oleh mama Rita


"mama nya bu dokter ya?" tanya salah satu tetangga nya


"iya" jawab mama Rita


"Ini mbak, mamanya mas Jeong" Syakila memperkenalkan mama Rita mereka mengangguk dan tersenyum


"saya kira tadi mama nya dokter Syasa, rupanya mamanya om Jeong" jawab ibu ibu itu


"mama sendiri dengan mama mertua sebenarnya sama saja sama sama orang tua kita ya kan bu" jawab yang lain lagi.


Syakila jadi kikuk mendengar kata mama mertua, dia hanya menyengir kuda aja.


"ma, Syasa ambil air minum dulu untuk mbak mbak ini" izin Syakila


"iya gak pa pa, mama di sini aja temenin mereka" mama ikut duduk bersama ibu ibu tetangga Syakila.


"kapan bu, rencana nya om Jeong dengan dokter syasa?" tanya mbak sari tetangga Syakila yang rumahnya pas di sebelah kiri.


"kalau saya sih terserah mereka, kami orang tua hanya merestui saja ya kan ibu ibu" jawab mama Rita


Kemudian keluar bunda Maya dan Syakila dengan nampan berisi, bunda membawa nampan berisi air minum sedangkan Syakila membawa piring berisi kue kue kecil. "silahkan ibu ibu" bunda mempersilahkan ibu ibu itu untuk mencicipi makanan dan minuman yang telah tersedia.


Mereka menikmati kue kue cantik yang tadi di beli bunda Maya, sambil berbincang-bincang tak seberapa lama mereka undur diri. pamit pulang. bunda membersihkan meja tamu tersebut kemudian mereka masuk ke dalam duduk dekat Reza dan Jeong yang lagi sibuk berbincang mengenai kondisi perusahaan.


Mama berkeliling mengitari rumah Syakila "rumahnya cantik ya mbak, unik dan terasa nyaman" puji mama Rita pada bunda Maya


"iya, dia sendiri yang desain katanya Syasa gak mau buat rumah yang besar besar takut cape bersihinnya" jawab bunda Maya


"iya ma, itulah kenapa Jeong betah disini" sambung Reza.


"Jeong sering main kemari? mama perhatikan ibu-ibu tadi akrab sekali menyebut nama Jeong" tanya mama


"ya pastilah ma ma" jawab Reza cepat "awas ya belum boleh ngapa ngapain belum syaah" Reza menekankan kepada Jeong yang duduk disebelahnya


"ihh, aku gak pernah macem macem tanya aja tuh sama orang nya" Jeong membela diri


"Jeong itu ma, kesini hanya numpang makan aja, Syasa kan ibu catering nya" canda Syakila yang duduk di sebelah mama

__ADS_1


"ihh, mana ada kayak gitu, aku gak pernah ah bilang kamu ibu catering" Jeong sewot merasa disindir


"iya ya Jeong, mana ada ibu catering dibeliin cincin sama kalung berlian" sambung Shanum lagi yang sedang duduk di meja makan jadi mandor bunda Maya mempersiapkan makan siang mereka.


Jeong yang pertama nya senang mendapat koalisi dari Shanum langsung cemberut


"iya Jeong?" tanya mama


"itu ma, waktu mau ketemu sama kakek Ronald, jadi Jeong beliin Syasa deh" Jeong garuk garuk tangan


"ya gak pa pa sih, itu duit kamu juga ya gak Sya?" mama bertanya pada Syakila di sebelahnya


"eeee iya ma" jawab Syakila gak enak hati.


"uuuu kamu tuh sya di kadalin Jeong mau aja, dia itu pura-pura aja numpang makan di sini ada modus tuh dia" Reza memojokkan Jeong


"mana ada ya kan La" sanggah Jeong


"uuu sok imut panggilannya LALA orang lo panggilnya SYASA semua, sok imut lo" ledek Reza lagi sambil menyenggol bahu Jeong


"biarin aja ya La" Jeong mencari patner baru.


"kapan nih nikah nya?" tanya Shanum to the point


"kalau aku sih terserah Lala kapan siap nya, siap nya sekarang ok sekarang, siap nya besok ya ok juga" jawab Jeong lantang


"kapan Syaaa?" tanya Shanum


"loh kok aku sih?" jawab Syakila bingung


"ya kan kalian berdua" jawab Reza.


Mama Rita senyum senyum sambil mengusap rambut Syakila yang ada di sebelahnya.


"MARI MAKAN" teriak bunda Maya dari dapur


Mereka serempak berdiri menuju meja makan. Jeong mendekati Syakila dan mengacak-acak rambut nya.


"masak dari rumah mbak?" tanya mama Rita


"iya, tadi Shanum ama Reza yang bawa" jawab bunda Maya


"ma, nanti kapan kapan kita cicip masakan Lala, enak banget ma" ucap Jeong meyakinkan mama Rita


"alaaa, karena mabok cinta aja jadi tak kucing rasa obat" ledek Reza


"enggak ma masakan Syasa emang top beda tipis ama bunda, dia emang hobi masak" shanum membela Syakila


"iyaa, Syasa hobi masak gak hobi makan, yang tukang ngabisin tuh" bunda membela dan menunjuk Shanum si tukang makan "makanya yang ini imut, dan yang itu bongsor" lanjut bunda


"jadi beneran emang gak hobi makan bun? Jeong kira karena jaim malu sama Jeong" Jeong angkat bicara dan dia dapat serangan laser mata dari Syakila


"tuh banyak kali mawar ma anggrek siapa yang nanam? kamu kan sibuk sya? bentar bentar di panggil ada operasi, masih sempat ngurusi tanaman?" tanya mama penasaran melihat koleksi anggrek Syakila


"ya dia sendiri. itu ya jeng, kalau ada olimpide atau lomba-lomba keluar daerah oleh-oleh nya bunga, S2 di Jepang bunda kira pulangnya bawa gunung puji rupanya masih mawar ama anggrek juga sebagai oleh-oleh nya" bela bunda Maya


"Syasa S2 juga Jeong?" tanya mama Rita pada Jeong.


"iya ma, beasiswa ya La ya?" Jeong meminta atas jawabannya


"iya ma" jawab Syakila pelan


"ihh, mama suka Jeong, kita bungkus yang ini aja, mama suka, ini paket komplit" ucap mama kegirangan menunjuk Syakila pada Jeong.

__ADS_1


pake komplit segala ma ma, makanan kali ma


__ADS_2