Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
* tamu kehormatan *


__ADS_3

Senja ini di langit nampak kemerahan, matahari mulai menutup diri bersembunyi di balik gedung gedung tinggi pencakar langit. Dua sejoli duduk berdampingan di bangsal rumah sakit. Mereka berdua hatinya sedang bersemi, bermekaran, bunga bunga di mana-mana, seakan dunia milik mereka berdua yang lain hanya ngontrak. Saling bergenggaman tangan. Dan menurut mereka itu sangat indah dan romantis, karena memang keduanya belum pernah berpacaran mereka sama-sama hanya pernah menyukai lawan jenisnya dalam diam, dan boleh dikatakan cinta bertepuk sebelah tangan. Bagaimana tidak Syakila setiap hari kerjaan nya hanya belajar dan terus belajar mengejar beasiswa dan Olimpiade, dan ternyata itu juga yang dilakukan Jeong, jika Jeong dijaga ketat dalam belajar dari SD sampai SMA oleh kakeknya, dan ketika kuliah dia harus extra keras berusaha untuk dua jurusan berbeda yang diambilnya dan juga bekerja keras untuk mencukupi biaya kuliah dan dirinya sendiri selama kuliah merantau di Amerika. Jadi soal cinta bagi mereka berdua hanya membuang buang waktu yang percuma


Kreaaak, handle pintu diputar dan muncullah dua manusia, siapa lagi mereka Shanum dan Reza.


"cieee cieeee" goda Shanum


"yang dunia cuma milik berdua" tambah nya lagi. Jeong turun dari tempat tidur dan mendekati Reza yang duduk di sofa.


"gimana kabar kantor?" tanya Jeong


"ada proyek baru, tapi kamu fokus aja dulu sampe Syasa pulang" jawab Reza


"gak pa pa nih, kalau gak kamu kirim lewat email aja apa apa yang kurang, nanti aku coba bantu" Jawab Jeong, dia merasa tidak enak libur hampir seminggu


"ya nanti aku kabari, masalah Jeong ada dua wanita cerewet sekali kalau aku gangguin waktu kamu untuk saat ini" kata Jeong agak pelan


"dua wanita? siapa?" Jeong juga sedikit berbisik


"tuh, Shanum sama bunda, Wiih mulut mereka Jeong, kalau aku baru aja nyebut nama kamu untuk diskusi, diskusi aja Jeong, belum yang lain lain, itu mata kaya mau keluar, entah padahal aku yang lebih pasti menantu mereka kenapa jadi pindah sayangnya ke kamu, bingung" Reza geleng-geleng kepala


"yaah, sabar aja" Jeong mengusap pundak Reza, mereka duduk bersebelahan.


"apa kata dokter sya?" tanya Shanum


"besok boleh pulang" jawab Syakila


"pulang ke rumah aja sya" ajak Shanum


"bunda juga pengennya begitu, tapi aku pengen balik ke cempaka aja, mungkin debunya sudah sekilo" ucap Syakila menolak ajakan Shanum dia memilih pulang ke rumahnya sendiri


"ciee mentang-mentang sudah ada yang jaga, sombong" ledek Shanum


"tuh kan bukan begitu... " Syakila serba salah

__ADS_1


"iya ya, jangan marah aku cuma becanda kok" Shanum langsung memotong perkataan Syakila.


Tak lama dari itu pintu kembali terbuka, datanglah mama Rita dan bunda Maya. Lalu diikuti di belakang mereka para tuan tuan yaitu papa Harun dan ayah Bara. Mama dan bunda menghampiri Syakila mereka dengan bergiliran memeluk dan mencium Syakila sambil menanyakan kabar Syakila. Syakila juga membalas pelukan mereka dengan hangat dan juga menjawab keadaannya baik baik saja dan mengatakan bahwa dokter sudah memperbolehkan Syakila pulang besok.


Bunda membuka kotak kue yang sempat di belinya tadi di toko kue, dan menyusun kue-kue kecil tersebut ke dalam piring.


"bunda repot-repot banget" kata Syakila.


"tidak sya, ini tidak repot bunda beli tadi enggak bikin sendiri" bunda memang is the best. dua piring di letak di meja depan para tuan tuan, dan Satu piring lagi di taruh di dekat para ladies ladies. Mereka menikmati kue kue lucu yang di bawa bunda rasanya emang enak. Pintu kembali dibuka, tampak seorang pria paruh baya dia adalah asisten Tom dan di belakang nya kakek kakek membawa tongkat yah siapa lagi kalau bukan kakek Ronald. Papa, ayah, Reza bingung. mereka langsung berdiri, sedang si kakek menuju Tempat tidur Syakila. Mama Rita yang seorang pengusaha juga bingung. Mereka bingung kok kenapa kakek-kakek ini bisa datang kemari, apa enggak salah kamar.


"kakek... " panggil Syakila manja. Mama dan bunda juga tambah bingung, dari mana Syakila bisa kenal dengan seorang pengusaha legendaris yang kadang musuh musuh nya kalau mendengar namanya saja langsung gemetaran.


"assalamu'alaikum" sapa kakek Ronald.


"Walaikumsalam" jawab Syakila sambil memeluk kakek Ronald, mereka tambah bingung lagi dengan keakraban ini, darimana Syakila kenal dengan kakek Ronald pemegang Ronald grup yang harta nya tidak akan habis sampai tujuh keturunan. Dan seingat mereka juga Syakila di adopsi oleh kakek pensiunan tentara bukan seorang pengusaha, atau Syakila sudah menemukan keluarga kandung nya ya? banyak pertanyaan-pertanyaan yang berterbangan di kepala mereka masing-masing. atau lagi mungkin kakek Ronald ini adalah salah satu pasien Syakila yang sukses di sembuhkan Syakila, jadi mereka mempunyai ikatan baru, yaitu ikatan balas budi.


"sehat?" tanya kakek dan di jawab anggukkan oleh Syakila. Jeong mendekat dan memeluk kakek Ronald juga, kakek membalas mendekap Jeong.


"sudah kakek bilang harus sabar" ucap kakek sambil menepuk nepuk pundak Jeong.


"eee maaf, pah, ma, Za nanti aku ceritakan detailnya, tuan Ronald adalah kakek kandung ku" jelas Jeong. dan mereka juga tambah menganga terutama mama


"Jeong..... " panggil mama, ala emak emak yang akan memarahi anaknya ketika terlambat pulang sekolah. dan ekspresi Jeong hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahahahahaha... " kakek tertawa dan kakek juga baru sadar dengan situasi ini mungkin Jeong selama ini menyembunyikan status keluarga nya dihadapkan mereka. kakek Ronald tertawa sambil menepuk nepuk pundak Jeong "dia ini satu satunya cucu ku, cucu ku yang nakal, Jeong kecilku kabur, dia marah dengan kakek tua ini, yah... dia pergi setelah kami bertengkar hebat dan Jeong pergi meninggalkan rumah" kakek bercerita sambil kembali memeluk Jeong.


"terus tuan bisa kenal Syakila?" tanya Shanum, pasalnya dia penasaran sedekat apa dan seserius apa hubungan Jeong dengan Syakila, secara gitu loh Shanum sayang banget dengan Syakila.


"kakek mengancam Jeong pulang untuk membawa Syakila. kakek suka dengan dr. Lala dia lucu" kakek menuju ke arah sofa dan menjatuh tubuh nya dengan pelan ke sofa.


"ehh iya tuan, silahkan duduk" papa Harun mempersilahkan kakek Ronald duduk dia lupa akan tamu kehormatan nya itu.


"maklum kaki sudah tua jadi cepat lelah" ucap kakek bercanda dan yang lainnya tertawa basa basi menyenangkan tamu kehormatan nya.

__ADS_1


Papa Harun dan Reza diam, mereka bingung mau cerita apa, masalahnya orang yang di ajak ngomong ini orang hebat, dan masalahnya lagi cucu kesayangan satu satunya bekerja dan menjadi babu di perusahaan mereka.


"Tuan, kami mohon maaf atas segala kelakukan kami selama ini pada tuan muda Jeong, sungguh kami.... " ucap papa Harun memohon maaf, namun langsung di potong oleh kakek. Jeong juga langsung bingung di sebut tuan muda oleh papa Harun.


"tidak tidak, saya yang seharusnya mengucapkan ribuan Terima kasih kepada keluarga pak Harun, kalian sudah memberikan kasih sayang yang melimpah pada Jeong kami, menganggapnya anak sendiri, mungkin jika Jeong bersama dengan kami mungkin dia tidak bisa sehebat ini, saya yang harusnya mengucapkan Terima kasih. Terima kasih pak Harun, Terima kasih bu Harun" ucap kakek menundukkan kepala


"jangan tuan" papa Harun langsung berdiri


"saya hanya bisa mengamatinya dari jauh, saya takut untuk mengejarnya takut dia pergi bertambah jauh, saya tahu apa saja yang dilakukan Jeong, Terima kasih mengajari Jeong banyak hal" tambah kakek Ronald lagi.


"orang tua ini orang tua zaman dulu, pikiran nya masih kolot dan hanya suka memaksa tidak memperdulikan apa yang menjadi keinginan anak dan cucunya, akhirnya karena ketamakan nya kakek tua ini hidup sendiri dia di tinggalkan oleh anak dan cucunya" suara kakek sudah serak dan berat. Jeong langsung memeluk kakek Ronald dari samping. dan kakek Ronald membalas pelukan Jeong dengan mengacak-acak rambut Jeong.


"maafin Jeong kek" ucap Jeong dengan setulus hati


"kata Lala kakek harus memaafkan mu, karena dulu kamu hanyalah seorang remaja yang masih labil, yang masih mencari jati diri nya" ucap kakek tersenyum sambil melirik kearah Syakila.


Mama Rita pun memeluk Syakila "makasih ya sayang sudah menyatukan mereka" ucap mama mengusap punggung Syakila.


"waktu yang menempah mereka ma, bukan Syasa. ikatan darah yang menyatukan mereka ma" Syakila merendah


"iya" jawab mama Rita


"sya... sepertinya aku banyak sekali ketinggalan berita, sahabat macam apa masa aku tidak tau menau hubungan mu dengan Jeong" Shanum pura-pura ngambek


"masalahnya emang gak ada yang harus di ceritakan, wong gak ada hubungan apa apa ya kan Jeong?" elak Syakila gak mau disalahkan.


"tapi aku kemarin udah nyatain cinta" Jeong keceplosan dia malah membuka rahasia pribadi


"tapi kan gak ada hubungan apa apa?" Syakila gak mau kalah


"jadi mau hubungan yang bagaimana?" tanya Jeong spontan


"yaaa, gak tau?" Syakila bingung

__ADS_1


"mau dibawa kemana hubungan kita.... (armada)"


__ADS_2