
Setelah Syakila sadar bunda Maya adalah orang yang paling sibuk.Sibuk nanti bentar bantar tanya Syakila mau makan? mau minum? dan yang di ajak cerita cuma senyum ataupun menggeleng. Shanum dan Reza pergi ke lantai bawah memeriksakan kehamilan nya. Ayah Bara pergi ke perusahaan karena dari di telpon sama sekretaris nya ada urusan mendadak. Sedangkan Jeong masih setia di ruangan ini duduk di sofa sambil mengecek pekerjaan yang sudah selama seminggu ini di abaikannya dan sering kali dia melirik melihat keadaan Syakila yang terkadang masih sering diam saja jika diajak bunda Maya ngobrol.
"Syasa mau makan?" tanya bunda Maya "Nih, bunda bawain sambal kamu nih sambal terasi di campur kacang goreng" bunda memamerkan sambalnya. Emang Syakila kurang hobi makan tapi kalau bunda yang ngajak dia pasti langsung mau, katanya enak lihat bunda Maya makan, seru!!
"Nanti aja bun, Syakila belum pengen" jawab Syakila.
"Tumben menolak biasanya walaupun cuma makan sesendok atau dua sendok dia tidak pernah menolak" pikir bunda Maya dalam hati. "si Jeong juga kemarin kemarin sebelum sadar nempel terus disini sekarang sudah siuman malah menjauh, apa mereka ada masalah ya? apa mereka lagi bertengkar?" tanya bunda dalam hati.
"Bun, Syasa mau ke toilet" ucap Syakila sedikit manja pada bunda
"Jeong, yuk bantu bunda" ajak bunda Maya pada Jeong. Jeong pun mendekat pada bunda
"ada apa bun?" tanya Jeong
"Syasa mau ke toilet, bunda tuntun Syasa nak Jeong bawa infus nya" perintah bunda ke Jeong.
Mereka pun menggiring Syakila ke kamar kecil. Jeong meletakkan botol infus nya di gantungan lalu keluar sedangkan bunda agak belakangan dia membetulkan posisi Syakila dulu
"Sya, kalian sedang ada masalah?" tanya bunda. Syakila cuma menggeleng kepala. "kalau ada masalah di bicarakan baik-baik, kasian juga sama nak Jeong, hampir seminggu ini tidur nya kurang, makan tidak teratur kerja nya cuma nungguin di sebelah kamu" ucap bunda tersenyum sambil mengelus pipi Syakila dengan lembut. Syakila pun hanya membalas dengan senyuman terpaksa. Bunda Maya meninggalkan Syakila di dalam dan bertemu Jeong di depan pintu.
Bunda dan Jeong saling diam menunggu pasien mereka di depan kamar mandi. "kalian ada masalah?" tanya bunda Maya, Jeong nampak terkejut dan di jawab dengan gelengan kepala "bicarakan baik-baik, kondisinya sekarang masih lemah, terus terang bunda senang dengan hubungan kalian" lanjut bunda lagi. Dan tak lama ada panggilan dari dalam. Dan mereka berdua cepat masuk ke dalam.
"kenapa?" tanya bunda
"Syasa mau mandi bun" pinta Syakila
"Nanti aja kita tanya dokter dulu, lagian kamu kan tiap hari juga di bersihin perawat, tetep cantik kan Jeong?" jawab bunda dia sengaja menolak permintaan Syakila, dia takut ada apa-apa dengan Syakila.
"iya bun" jawab Jeong tersenyum. Mereka pun kembali menuju tempat tidur.
Shanum datang bersama Reza "ehh udah seger, udah cantik nih" kata Shanum.
"iya, Syasa mau mandi tapi bunda larang, tanya dokter dulu sih pikir bunda, gak apa kan sya" bunda memberitahu shanum dan bertanya pada Syakila.
"iya gak apa" Syakila memahami kekhawatiran bunda.
"bun, kita pulang yuk nanti malem kita kesini lagi, sekarang biarin aja Syasa di temenin asisten Jeong, iyakan Jeong" Shanum rasanya udah gerah kali, udah mau rebahan nyantai, maklum bawaan ibu hamil. Dia mengajak bunda Maya pulang.
"ya sudah bunda pulang dulu sya.. InsyaAllah nanti malem bunda kesini lagi" bunda berpamitan sambil merapikan hijab nya.
__ADS_1
Keadaan kamar itu sepi, tinggal Jeong dan Syakila saja berduaan. Jeong duduk di samping Syakila, dan Syakila duduk di tempat tidur nya. Jeong memandangi wajah Syakila. Dan yang merasa ditatap terlihat kikuk dengan tatapan Jeong.
"kenapa" tanya Syakila
"kenapa apanya" jawab Jeong sambil senyum-senyum
"kenapa lihat-lihat terus?" Syakila sewot, tapi malu-malu kucing.
"ada cewek cantik di depan mata mubazir kalau gak dilihatin" gombal Jeong
"huhhh, gak mempan dengan rayuannya" elak Syakila masih dengan malu-malu kucing.
mereka terdiam sejenak "masih marah?" tanya Jeong
"marah kenapa?" tanya Syakila udah mulai rada kembang kempis, dia terkejut juga dengan pertanyaan Jeong ini. Namun dengan cepat Jeong langsung memeluk Syakila. karena kejadian yang tiba-tiba Syakila tidak bisa menolak. Syakila hanya memejamkan mata menikmati pelukan Jeong sebenarnya dia juga sangat kangen dengan Jeong namun apa daya ego sudah menguasai dirinya.
"Jangan marah lagi yaaa, kamu kalau ngambek sungguh buat orang takut, kalau mau marah, marah aja sama aku, maki aja, atau kalau mau pukul pukul aja... tapi aku mohon jangan kayak gini lagi... aku takut Laa, takut kamu kenapa napa... " Jeong memeluk erat Syakila. mendengar perkataan Jeong, Syakila hanya memejamkan matanya, butiran halus keluar dari kelopak matanya. dia menangis diam.
"Laaa I ❤ U, aku sayang kamu, aku sangat mencintaimu.. " akhirnya Jeong menyatakan perasaannya. Syakila kembali diam mencerna perkataan Jeong, apa dia tidak salah dengar?.
Jeong melepaskan pelukannya " kenapa diam, gak percaya? tanya Jeong melihat ekspresi Syakila. Syakila menatap Jeong, Jeong pun membalas tatapan Syakila, Jeong memegang kedua pipi Syakila "dengar kamu salah paham dengan aku... " Syakila mengerutkan alisnya "Aku memang sengaja mendekati Selly tapi untuk mencari informasi dan bukti kejahatan mereka, Selly dan bibi Siska yang meracuni kakek dan ternyata masih banyak lagi kejahatan kejahatan mereka, aku dan kakek sudah melaporkan mereka pada polisi" jelas Jeong
"dengar aku hanya mencintai kamu, sungguh" Jeong mencoba meyakinkan Syakila.
"ihhh, kamu masih gak percaya nanti kita tanya kakek" Jeong bingung mau menyakinkan Syakila.
"aku gak mau bawa-bawa nama kakek" jawab Syakila rada sewot
"ih denger ya, aku cuma sayang sama kamu kemarin, sekarang dan juga besok" ucap Jeong lagi
"ihh gombal, kalau lusa tetep sayang gak?" tanya Syakila, sebenarnya dia percaya apa yang di ungkapkan Jeong namun dia hanya sedikit mempermainkan Jeong saja
"ya masih sayang lah.., besok, besok nya lagi, pokonya selamanya" Jeong mencubit pelan pipi Syakila dia jadi gemes pasal nya dia udah jelasin berulang tapi Syakila gak percaya " percaya...?" tanya Jeong dengan tatapan serius nya
" ya percaya aja deh" jawab Syakila
"kok jawabnya percaya aja deh?" Jeong sedikit kesal
"habisnya nanya nya sambil melotot, ya percaya aja cari aman" jawab Syakila
__ADS_1
"denger ya adek sayang, aku itu bukan melotot tapi meyakinkan bahwa aku tu memang sungguh-sungguh" Jeong menjelaskan.
"iyaa ya tahu... "
"tahu apa? "
" I ❤ U kan" jawab Syakila jadi sewot juga lama lama. Jeong tersenyum
"sejak kapan" tanya Syakila
"sejak kapan apanya? " Jeong balik tanya
" ya sejak I ❤ U?" cepat jawab Syakila tanya lagi
"sejak kapan ya, awalnya penasaran sama cewek Jepang, Lama-lama ketemu terus kok rasanya makin sayang aja, Lama-lama sayang nya gak bisa lepas" jawab Jeong
"katanya aku bukan tipe nya.. apa KECIL DAN RATA itu maksud nya apa? " tanya Syakila
"aku gak pernah bilang begitu.. " sangkal Jeong
"itu waktu ada tabrakan kita mau ke pantai, jangan pura-pura lupa" ancam Syakila
"ihh itu sih cuma main-main aja biar kamu pake jaket, masa yang akan jadi punya aku di lihatin orang, lihatin abang abang sopir lagi.. " Jeong jadi gemes, Syakila hanya mengerucut kan bibirnya.
"jangan seperti itu bibirnya nanti aku cium, ini lagi gemes nih" dengan sekejap Syakila menutup mulutnya.
"sekarang aku tanya, Laa kamu cinta gak sama aku?" tanya Jeong, Syakila bingung mau jawab apa pasal nya malu sih di tanyain yang beginian.
"aaaa" Syakila hanya melongo mengedip kedipkan matanya
"aaa apa? " tanya Jeong penasaran, sebenarnya dia yakin kalau Syakila cinta sama dia tapi melihat ekspresi Syakila dia jadi sangsi
"ya aku, aku gak tahu cinta apa enggak" jelas Syakila ragu-ragu
"gak tahu gimana? " tanya Jeong
"gak tau, kadang seneng kalau kamu datang, kadang marah lihat foto kamu dengannya, kadang aku merasa ya sudah pergilah..., kadang juga sesak di dada..., jadi aku gak tau aku cinta apa enggak" ucap Syakila.
Jeong kembali memeluk Syakila.
__ADS_1
"kenapa? " tanya Syakila
"enggak pa pa, pengen peluk aja, gemes, kangen juga, ada orang yang ngambek lama kali.. "