
Pagi ini kakek Ronald keluar dari sarang emas nya dengan berpakaian rapi membawa empat pengawal handal kepercayaannya dan tak lupa sang asisten kesayangan mereka mengendarai dia mobil. kakek Ronald duduk bersebelahan dengan asisten Tom di belakang sedangkan sebagai sopir di depan dua orang pengawalnya. Dan dua pengawal lagi mengendarai satu mobil lagi mengiring di belakang.
Rombongan itu menuju ke rumah sakit Teratai Medica.
"selamat pagi tuan Ronald" ucap dokter Broto Suseno
Kakek hanya menjawab dengan anggukan
"Tom,, " panggil kakek Ronald
"baik tuan" meskipun kita orang awam tidak tau maksud panggilan kakek Ronald namun beda dengan Mister Tom yang sudah puluhan tahun bekerja dengan kakek Ronald, tanpa di beri perintah ini itu dia sudah mengeluarkan seberkas kertas ke meja dokter Broto yang menyatakan pemegang saham Teratai Medica sekarang yang sudah berada di tangan kakek Ronald atas nama Syakila sudah mencapai sembilan puluh lima persen. dan tinggal lima persen lagi itu adalah punya dokter Broto Suseno.
Dokter Broto diam sesaat setelah membaca isi surat tersebut.
"anda sangat menyayangi dokter Syakila tuan Ronald" tanya dokter Broto yang tidak percaya akan kebaikan hati tuan Ronald itu yang rela memberikan semua sahamnya untuk Syakila.
"dia sangat berarti bagi kami, dia berlian yang di bawa pulang oleh cucu saya, maka dari itu saya harus menjaga nya, kami berhutang sangat besar padanya, hutang nyawa, apa yang saya berikan ini tidak sebanding dengan apa yang lakukan pada saya" jelas kakek Ronald yang duduk di sofa ruang dokter Broto
"dan kemungkinan perayaan ulang tahun Teratai Medica saya ingin dia yang memotong kue ulang tahunnya" ucap kakek dengan tegas
"baik tuan" ucap dokter Broto yang sekarang mau tidak mau harus menuruti semua keinginan tuan Ronald sebagai pemegang saham tunggal. Yah bisa dikatakan tunggal karena hampir seratus persen
"kapan perayaannya?" tanya tuan Ronald
"sabtu malam tuan" jawab dokter Broto
"dimana?" tanya tuan Ronald kembali
"hotel puri indah" jawab dokter Broto lagi
"itu hotel kita Tom?" tanya kakek Ronald kepada assisten kepercayaannya
"iya tuan" jawab mister Tom sambil membungkuk
"siapkan segala sesuatu nya dengan sempurna, dan siapkan juga nona kita dokter Syakila, saya ingin dia juga tampil sempurna, dan bIarkan beberapa stasiun televisi meliputnya, Saya ingin dia dikenal dunia luar" kata kakek, dia sengaja memakai momen ini untuk mengatakan pada keluarga Syakila yang sedang mencarinya bahwa ini putri mu.
"baik tuanku" jawab sang asisten
"kamu sendiri yang handle acara itu, jadi jangan sampai ada yang salah" banyak kali yang kakek pesan kan
__ADS_1
"baik tuan"
"ayo kita temui Syakila! kami undur diri, sampai ketemu di acara tersebut" kakek akhirnya memutuskan pulang, pasti alangkah leganya rasa hati pak dokter Broto.
Setelah kepergian tuan Ronald
"coba Lira bisa merebut hati cucunya atau hati tuan Ronald? setidaknya aku tidak semiskin ini rumah sakit yang ku kelola dari dulu hanya meninggalkan lima persen saja???" Broto bergumam sendiri memikirkan nasibnya yang mungkin sebentar lagi akan ditendang dari jabatannya.
Kakek dan asisten Tom sudah tiba di depan ruangan Syakila.
"selamat siang Suster Mira" sapa sang asisten
"siang" jawab Mira sedikit gugup
"dokter Syakila nya ada?" tanya kakek sedikit ramah
"ooh tuan kakek, dokter ada silahkan masuk, nanti saya panggilkan" Mira mempersilahkan keduanya duduk.
Lira yang mengetahui ada tamu itu mulai menduga duga ada hubungan apa tuan kakek ini dengan Syakila
"apa dia simpanan kakek-kakek? masuk akal sih, Jeong hanya seorang asisten gajinya berapa sampai beli baju branded pake kalung cincin berlian pasti dari si tua bangka ini, tidak menyangka prinsipnya kalah dengan harta" Lira menebak dan saling menghubungkan sehingga jadi satu cerita. tapi sayang cerita nya hanya versi Lira bukan versi author, hahahahaaa Lira Lira kasian dirimu
Syakila mencium tangan kakek Ronald
"dalam rangka apa kakek kemari?" tanya Syakila
"dalam rangka menjenguk cucu yang sedang sibuk kerja hingga melupakan kakek yang sudah tua ini" goda kakek
"Tom, bisa tidak kau itu sedikit bercanda bawaan mu serius terus sampai sampai suster mu tadi gugup ketakutan!!" sekarang kakek Ronald pindah menggoda asisten nya
"iya, om Tom memang terlalu serius" Syakila ikut setuju dengan kakek
"kakek mau minum apa?" tanya Syakila
"kakek sudah minum tadi di atas" kakek menunjuk kearah atas dengan telunjuknya
"oohh, penting?" tanya Syakila
kakek hanya mengangguk
__ADS_1
"maksud Lala, kalau tidak penting sekali tidak usah kakek ke rumah sakit, di sini tempat nya orang sakit banyak virus yang terbang kemana-mana, kalau kangen sama Lala telpon aja nanti Lala kesana" belum sudah Syakila bicara kepala Syakila sudah dipukul pelan oleh kakek
"gayanya khawatir sama kakek, mana ada seorang cucu tunggu kakek nya telpon dulu baru berkunjung" ucap kakek Ronald merajuk
"heheee iya Lala salah Lala minta maaf" ucap Syakila merasa bersalah.
Syakila mengeluarkan handphone nya
"hallo assalamu'alaikum, " Syakila menelpon Jeong
"waalaikumsalam, adeeek kakaak kangen!!!" jawab yang disana membuat muka Syakila merah seperti udang rebus menahan malu
"heiii bocah tengik" ucap kakek
"ups dek, kayak suara kakek?" tanya Jeong juga bingung
"iya kakek main kesini, kesinilah katanya kangen?" kakek menggoda Jeong
"iya kek, tunggu ya kek" jawab Jeong setelah itu Jeong mematikan sambungan telpon nya.
yah, kok dimatiin, kakek dan Syakila bengong saling pandang lalu tak seberapa lama keduanya sadar dengan ekspresi bingung mereka, lalu keduanya pun tertawa.
sedangkan Jeong
"mbak, bos kemana?" tanya Jeong pada sekretaris nya
"meeting dengan nyonya shanum" jawab mbak Rara
"aku izin keluar bentar bilang ketemuan sama kakek Ronald" ucap Jeong buru-buru
"Ronald apa Syakila?" Rara menggoda Jeong
"dua dua nya" Jeong sudah menghilang di balik pintu pergi ke rumah sakit Teratai Medica menemui suatu orang belahan hatinya.
Syakila dan kakek ngobrol ketawa sampai perut Mira mules menahan cerita kocak dari kedua orang ini. yah tidak disangka ternyata kakek adalah seorang yang humoris, namun tidak dengan asisten Tom walau cerita lucu bagaimana pun wajahnya tetap datar. wajar saja dengan umur yang mencapai usia 45 tahun namun hidupnya tetap menjomblo, karena menganggap terlalu serius setiap hal. Orang tertawa sampai mules dia tetap datar mengambil handphone lalu mengotak atik handphone tersebut.
Dasar keturunan balok es, bergabung dengan balok es, jadi ikut jadi balok es.
Tunggu saja, dua balok es sudah mencair yaitu Jeong dan kakek Ronald, tinggal kita panaskan balok es Tom biar dia mencair juga.
__ADS_1